Isopogon anethifolius, umumnya dikenal sebagai drumstick daun sempit atau drumstick berdaun sempit, adalah sebuah perdu dalam famili Proteaceae. Spesies ini hanya ditemukan di wilayah pesisir dekat Sydney di New South Wales, dan persis di sebelah baratnya. Tumbuhan ini tumbuh secara alami di hutan kayu, hutan terbuka, dan padang semak di atas tanah batu pasir. Sebagai perdu yang tumbuh tegak, tingginya dapat mencapai 3 m (9,8 ft), dengan daun gilik yang terbagi dan sempit. Bunga kuningnya mekar di musim semi, dari bulan September hingga Desember, dan tampil menonjol. Bunga tersebut kemudian diikuti oleh runjung abu-abu bundar, yang memberi tumbuhan ini nama umumnya, yaitu drumstick. Biji kecil berbulu dapat ditemukan di bagian bunga yang sudah tua.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Isopogon anethifolius | |
|---|---|
| Bunga yang bermunculan dari pangkal runjung | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Ordo: | Proteales |
| Famili: | Proteaceae |
| Genus: | Isopogon |
| Spesies: | I. anethifolius |
| Nama binomial | |
| Isopogon anethifolius | |
| Persebaran di New South Wales (dalam warna hijau) | |
| Sinonim[1] | |
|
Daftar
| |
Isopogon anethifolius, umumnya dikenal sebagai drumstick daun sempit[2] atau drumstick berdaun sempit,[3] adalah sebuah perdu dalam famili Proteaceae. Spesies ini hanya ditemukan di wilayah pesisir dekat Sydney di New South Wales, dan persis di sebelah baratnya. Tumbuhan ini tumbuh secara alami di hutan kayu, hutan terbuka, dan padang semak di atas tanah batu pasir. Sebagai perdu yang tumbuh tegak, tingginya dapat mencapai 3 m (9,8 ft), dengan daun gilik yang terbagi dan sempit. Bunga kuningnya mekar di musim semi, dari bulan September hingga Desember, dan tampil menonjol. Bunga tersebut kemudian diikuti oleh runjung abu-abu bundar, yang memberi tumbuhan ini nama umumnya, yaitu drumstick. Biji kecil berbulu dapat ditemukan di bagian bunga yang sudah tua.
Isopogon anethifolius beregenerasi setelah peristiwa kebakaran liar dengan bertunas kembali dari pangkal kayunya, yang dikenal sebagai lignotuber, dan juga dari bijinya. Tumbuhan ini dideskripsikan oleh Richard Anthony Salisbury pada tahun 1796, dan ditanam pertama kali di Britania Raya pada tahun yang sama. Sebagai salah satu anggota genus Isopogon yang paling mudah dibudidayakan, I. anethifolius dapat tumbuh dengan subur di taman jika ditanam di tempat yang terkena sinar matahari penuh atau teduh parsial dengan tanah berpasir dan drainase yang baik.
Isopogon anethifolius adalah sebuah perdu yang biasanya memiliki tinggi antara 1 dan 3 m (3 dan 10 ft) dengan perawakan tegak (tinggi dan ramping dengan batang yang sebagian besar vertikal).[2] Tumbuhan ini umumnya tumbuh lebih tinggi di area yang lebih terlindung seperti hutan kayu, dan lebih pendek di area yang lebih terbuka.[3] Batangnya berwarna kemerahan, dan pertumbuhan baru di musim dingin memiliki rona kemerahan dan cokelat kecokelatan.[4] Daunnya berbentuk gilik (bundar pada penampang melintang) dan berdiameter kurang dari 1 mm (1⁄25 in). Daun tersebut bercabang satu atau dua kali di sepanjang daunnya yang berukuran 16 cm (6+1⁄4 in). Kepala bunga kuning berbentuk bulat, yang dikenal sebagai perbungaan, muncul di ujung cabang pada musim semi dan awal musim panas (September hingga Desember),[5][6] meskipun kadang-kadang juga pada waktu lain sepanjang tahun.[3] Bunga ini memiliki diameter hingga 4 cm (1+1⁄2 in).[7] Bunga-bunga individual muncul dari bagian tengah bulat berkayu dalam pola spiral,[3] dan panjangnya sekitar 12 cm (4+3⁄4 in).[4] Bunga tersebut adalah struktur lurus tak bertangkai yang berasal dari sisik pada bagian bulatnya, terdiri dari struktur berbentuk tabung yang dikenal sebagai tenda bunga, yang membungkus organ seksual bunga. Tenda bunga ini terbelah menjadi empat segmen, memperlihatkan tangkai putik yang tipis dan halus dengan ujung berupa kepala putik. Di ujung keempat segmen tenda bunga terdapat struktur pembawa serbuk sari jantan yang dikenal sebagai kepala sari.[8] Tersusun dalam pola spiral, bunga mekar dari bagian luar/bawah kepala bunga ke arah dalam.[4] Runjung abu-abu berbentuk telur akan terlihat saat bagian bunga yang lama berguguran,[9] dan memiliki diameter hingga 25 cm (9,8 in). Kacang yang mengandung biji berukuran kecil—dengan lebar hingga 4 mm (3⁄16 in)—dan dilapisi dengan rambut-rambut halus.[10] Bijinya memiliki berat sekitar 4 mg (0,00014 oz).[6]
Daun berstruktur gilik tersebut dengan mudah membedakan Isopogon anethifolius dari anggota genus lainnya,[4] yang memiliki daun pipih dan lebar lebih dari 1 mm (1⁄25 in).[11] Pada tingkat mikroskopis, jaringan dasar pendukung dari I. anethifolius berbeda dari beberapa genusnya karena memiliki sklereid (sel berdinding tebal yang menjadi bagian dari jaringan dasar) yang bentuknya tidak beraturan dan tubuh sel yang terpelintir.[12]

Isopogon anethifolius adalah salah satu dari berbagai tumbuhan yang dikumpulkan oleh ahli botani Inggris Joseph Banks dan naturalis Swedia Daniel Solander pada 5 Mei 1770 di Botany Bay selama pelayaran pertama Kapten James Cook.[13] Sebuah gambar karya seniman Skotlandia Sydney Parkinson menjadi sumber bagi lukisan selanjutnya oleh James Britten, yang diterbitkan pada tahun 1905.[13][14] Solander menciptakan nama binomial (yang tidak diterbitkan) Leucadendron serraria dalam Banks' Florilegium.[15] Ahli botani Inggris Richard Anthony Salisbury mendeskripsikan spesies tersebut pada tahun 1796 sebagai Protea anethifolia,[16] dari spesimen yang dikumpulkan di Port Jackson (Sydney).[17] Nama spesiesnya berasal dari kata Latin anethumcode: la is deprecated "adas sowa" dan foliumcode: la is deprecated "daun", karena kemiripan daunnya dengan daun herba tersebut.[5] Nama umumnya ditulis dengan berbagai ejaan dalam bahasa Inggris seperti narrowleaf-,[10] narrow-leaf-,[2] atau narrow-leafed drumsticks.[3] Nama umum drumsticks berasal dari runjung bundar milik para anggota genus ini.[18]
Pada tahun 1799, ahli botani Spanyol Antonio José Cavanilles mendeskripsikan Protea acufera,[19] yang kemudian diidentifikasi sebagai sinonim oleh Salisbury dan Robert Brown.[20][21] I. anethifolius mendapatkan namanya saat ini pada tahun 1809 ketika dideskripsikan ulang sebagai isopogon berdaun adas sowa (Isopogon anethifolius) oleh ahli tanaman Inggris Joseph Knight dalam karyanya yang kontroversial, On the cultivation of the plants belonging to the natural order of Proteeae.[22][20] Robert Brown telah menulis mengenai genus Isopogon tetapi Knight buru-buru menerbitkan karyanya sebelum Brown. Deskripsi Brown muncul dalam makalahnya, On the natural order of plants called Proteaceae dalam jurnal Transactions of the Linnean Society pada tahun 1810.[9]
Naturalis Prancis Michel Gandoger mendeskripsikan empat takson pada tahun 1919 yang ia anggap mirip dengan (tetapi berbeda dari) I. anethifolius. I. confertus adalah tumbuhan dari Rylstone di Dataran Tinggi Tengah, yang ia bedakan dari daun-daunnya yang lebat yang panjangnya 7–8 cm (2+3⁄4–3+1⁄4 in). I. eriophorus adalah tumbuhan dengan daun yang lebih tersebar yang panjangnya 12–14 cm (4+3⁄4–5+1⁄2 in). Ia mendeskripsikan I. globosus dari distrik Port Jackson berdasarkan buah majemuknya (runjung) yang bundar (bukan oval), dan I. virgatulus dari Australia Barat.[23] Keempatnya kemudian disinonimkan dengan I. anethifolius.[22] Gandoger mendeskripsikan 212 takson tumbuhan Australia, yang hampir semuanya ternyata merupakan spesies yang sudah dideskripsikan.[24]
Publikasi tahun 1891, Revisio generum plantarum, adalah tanggapan dari ahli botani Jerman Otto Kuntze terhadap apa yang ia anggap sebagai metode yang buruk dalam praktik tata nama yang ada.[25] Karena Isopogon didasarkan pada Isopogon anemonifolius,[20] dan spesies tersebut telah ditempatkan oleh Salisbury ke dalam genus terpisah Atylus pada tahun 1807,[26] Kuntze menghidupkan kembali genus tersebut atas dasar prioritas, dan membuat kombinasi baru Atylus anethifolius.[27] Akan tetapi, program revisi Kuntze tidak diterima oleh sebagian besar ahli botani.[25] Pada akhirnya, genus Isopogon dilestarikan secara tata nama dibandingkan Atylus oleh Kongres Botani Internasional tahun 1905.[28]
Seperti halnya seluruh spesies dalam genus Isopogon, I. anethifolius memiliki 13 kromosom haploid.[29]
Isopogon anethifolius hanya ditemukan di New South Wales, yang mana ia tersebar di Cekungan Sydney dan sekitarnya, dari Braidwood ke arah utara hingga Gunung Coricudgy di Taman Nasional Wollemi.[2] Curah hujan tahunan di area-area ini berkisar dari 900 hingga 1.600 mm (35 hingga 63 in). Spesies ini tumbuh secara alami dari permukaan laut hingga ketinggian 1.200 m (3.900 ft) dan ditemukan pada batu pasir di padang kerangas dan hutan kayu sklerofil kering.[6] Pohon-pohon khas yang berasosiasi dengannya termasuk scribbly gum Eucalyptus haemastoma dan E. sclerophylla serta silvertop ash (E. sieberi), tumbuhan hutan terbuka seperti soft geebung (Persoonia mollis), dan tumbuhan padang kerangas seperti heath banksia (Banksia ericifolia), dwarf she-oak (Allocasuarina nana), dan Wingello grevillea (Grevillea molyneuxii).[6]
Isopogon anethifolius bertunas kembali dari pangkal kayunya, yang dikenal sebagai lignotuber, setelah peristiwa kebakaran liar. Tumbuhan ini juga bersifat serotinus—bijinya tertahan pada tumbuhan sebagai bank biji berbasis tajuk dan dilepaskan setelah terjadi kebakaran. Biji-biji ini kemudian jatuh langsung ke tanah atau tertiup angin dalam jarak dekat.[6] Tumbuhan yang bertunas kembali dari lignotuber dapat berbunga dalam waktu sekitar dua setengah tahun, sementara bibit membutuhkan waktu sekitar tiga setengah tahun.[30]
Bercak daun disebabkan oleh jamur Vizella. Kuncup bunga dapat dirusak oleh kumbang moncong.[6]
Isopogon anethifolius pertama kali dibudidayakan di Britania Raya pada tahun 1796.[7] Bersama dengan Isopogon dawsonii, spesies ini adalah anggota genus yang paling mudah ditanam.[4] Dedaunan yang halus, batang merah, bunga kuning cerah di musim semi, dan bentuk drumstick yang khas setelahnya menjadikan I. anethifolius sebagai tanaman hias yang menarik. Tumbuhan ini berpotensi sebagai tanaman pelindung (dedaunannya yang lebat dapat digunakan untuk privasi).[31] Tumbuhan ini menyukai tanah asam dengan air ekstra, meskipun tidak menoleransi genangan air. Posisi yang teduh parsial merupakan lokasi yang disukai, meskipun I. anethifolius dapat tumbuh dengan mudah di bawah sinar matahari penuh.[7] Tumbuhan ini dapat menahan embun beku hingga −8 °C (20 °F).[32] Pemberian pupuk di musim semi akan membantu pertumbuhannya.[31] Tumbuhan muda dapat menumbuhkan batang panjang yang akhirnya menjuntai, dan merespons dengan baik terhadap pemangkasan.[7] Spesies ini dapat diperbanyak dengan stek atau biji, yang akan berkecambah setelah 30 hingga 60 hari.[7] Pembungaan dapat memakan waktu beberapa tahun dari biji.[4] Spesies Isopogon asal Australia Barat termasuk I. cuneatus dan I. latifolius telah disambung pada batang bawah spesies ini.[32] Bunga, runjung, dan dedaunannya digunakan dalam industri bunga potong.[33]