Dra. Iris Indira Murti, MA adalah mantan Duta Besar RI untuk Finlandia merangkap Republik Estonia di Helsinki. Ia menggantikan Duta Besar Ahmad Fauzie Gani tanggal 31 Maret 2004. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Kerjasama Internasional untuk Partai Golongan Karya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Dra. Iris Indira Murti, MA (lahir 14 Januari 1954) adalah mantan Duta Besar RI untuk Finlandia merangkap Republik Estonia di Helsinki. Ia menggantikan Duta Besar Ahmad Fauzie Gani tanggal 31 Maret 2004.[1] Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Kerjasama Internasional untuk Partai Golongan Karya.[2][3][4]
Ia mengawali kariernya sebagai pegawal negeri sipil Departemen Penerangan (1980-1992) dan pernah mendapat beasiswa Fulbright untuk berkuliah di American University sebelum secara penuh aktif sebagai fungsionaris Partai Golongan Karya dan menjadi Anggota DPR RI periode 1999-2004.[5] Pada saat itu, Ia menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR-RI dan Wakil Ketua BKSAP (Badan Kerja Sama Antar Parlemen ) DPR-RI dan aktif menjadi anggota delegasi dalam sidang-sidang internasional terutama mengenai ASEAN dan Kerjasama Antar Parlemen (IPU/International Parliamentary Union).[6][7][8][9] Ia juga pernah dituduh sebagai salah satu loyalis Akbar Tanjung ketika terjadi masalah korupsi dana Bulog yang menimpa Akbar Tandjung.[10]