Irawan Karseno adalah seniman berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui karya-karyanya berupa lukisan-lukisan yang terpajang di berbagai pameran, baik dalam negeri maupun luar negeri. Pada tahun 2004, selama beberapa bulan pergi melawat ke Amerika Serikat, sebagai seniman yang di undang oleh lembaga nirlaba bidang seni rupa di Vermont, untuk mengikuti Workshop Art Residency & Workshop Vermont Studio Center Jhonson. Ia juga pernah mengikuti Workshop dan Pameran Pelukis Muda ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia (1984). Irawan Karseno merupakan Ketua Dewan Kesenian Jakarta untuk periode 2015 sampai dengan 2018.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Irawan Karseno (Lahir di Kota Surabaya, 5 Desember 1950[1]) adalah seniman berkebangsaan Indonesia.[2] Namanya dikenal melalui karya-karyanya berupa lukisan-lukisan yang terpajang di berbagai pameran, baik dalam negeri maupun luar negeri. Pada tahun 2004, selama beberapa bulan pergi melawat ke Amerika Serikat, sebagai seniman yang di undang oleh lembaga nirlaba bidang seni rupa di Vermont, untuk mengikuti Workshop Art Residency & Workshop Vermont Studio Center Jhonson. Ia juga pernah mengikuti Workshop dan Pameran Pelukis Muda ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia (1984).[butuh rujukan] Irawan Karseno merupakan Ketua Dewan Kesenian Jakarta untuk periode 2015 sampai dengan 2018.[3]
Irawan Karseno dilahirkan di Surabaya pada tanggal 5 Desember 1960.[4] Ia menamatkan pendidikan pada Jurusan Seni Lukis, Fakultas Seni Rupa dan Desain di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1986.[5] Irawan kemudian meneruskan kuliah Magister Management Jurusan Marketing di STIE Jakarta (1997). Dalam melukis, Karseno mempunyai cara yang unik yakni dengan menumpahkan cat, lalu memercikkan atau mencipratkan, kemudian pada saatnya melaburkan warna-warna yang diinginkan ke permukaan kanvas. Dengan sangat piawai ia membingkai harmoni dengan padanan cat dan garis yang ditoreh dari charcoal. Sehingga menampakkan kesan tenang dan nyaman, apalagi ketika ia memblocking dengan warna penuh pada bidang-bidang tertentu di kanvasnya. Namun kadang ia juga kerap mengambil begitu saja gambar-gambar dari majalah, klise film atau sobekan ‘uang dewa’, kemudian dengan teknik kolase ditempelkan mengimbuhi warna-warna kontras yang saling menegang dan berlawanan sebagai latar belakang, semuanya tumpah dikanvas dan akhirnya membentuk sebuah karya lukisan. Pada tahun 2004, selama beberapa bulan pergi melawat ke Amerika Serikat, sebagai seniman yang di undang oleh lembaga nirlaba bidang seni rupa di Vermont, untuk mengikuti Workshop Art Residency & Workshop Vermont Studio Center Jhonson. Ia juga pernah mengikuti Workshop dan Pameran Pelukis Muda ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia (1984).