Intsia palembanica adalah spesies tumbuhan berbunga dalam famili Fabaceae. Epithet khusus palembanica merujuk pada Palembang di Sumatra, Indonesia. Nama umumnya meliputi jati Borneo, jati Malaka dan kayu besi Maluku. Spesies ini asli dari wilayah luas Asia tropis termasuk Bangladesh, Myanmar, Kepulauan Andaman dan Nicobar, Thailand, Malaysia, Indonesia dan Papua Nugini. Intsia palembanica berbeda dari Intsia bijuga dalam jumlah anak daun yang membentuk daun majemuk.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Intsia palembanica | |
|---|---|
| Lukisan cat air kayu jati Malaka, dari Koleksi Gambar Sejarah Alam William Farquhar | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Fabales |
| Famili: | Fabaceae |
| Genus: | Intsia |
| Spesies: | I. palembanica |
| Nama binomial | |
| Intsia palembanica | |
Intsia palembanica adalah spesies tumbuhan berbunga dalam famili Fabaceae. Epithet khusus palembanica merujuk pada Palembang di Sumatra, Indonesia. Nama umumnya meliputi jati Borneo,[4] jati Malaka dan kayu besi Maluku.[5] Spesies ini asli dari wilayah luas Asia tropis termasuk Bangladesh, Myanmar, Kepulauan Andaman dan Nicobar, Thailand, Malaysia, Indonesia dan Papua Nugini.[1] Intsia palembanica berbeda dari Intsia bijuga dalam jumlah anak daun yang membentuk daun majemuk.[6]
Di pulau Sumatra, Indonesia khususnya, spesies ini lebih dikenal sebagai marbaucode: min is deprecated , yang secara etimologis berasal dari bahasa Minangkabau, bahasa asli Sumatra yang umum diucapkan di wilayah barat dan tenggara Sumatra. Nama ini dianglikanisasi menjadi marbowcode: en is deprecated dalam bahasa Inggris Britania.[7]

Intsia palembanica telah dinilai sebagai hamir terancam pada Daftar Merah IUCN. Spesies ini terutama terancam oleh penebangan untuk kayunya, terutama di Indonesia, Malaysia dan Papua Nugini. Kayu ini dijual secara lokal maupun internasional.[1]
Pada 23 Agustus 2019, pohon ini, yang secara lokal dikenal sebagai pokok merbau, secara resmi menjadi pohon nasional Malaysia. Perdana Menteri saat itu, Mahathir Mohamad, menyatakan bahwa pohon ini melambangkan kekuatan dan ketahanan rakyat Malaysia.[5][8]
Pokok Merbau atau nama saintifiknya Intsia Palembanica juga dikenali sebagai Jati Malaka, Jati Borneo dan Kayu Besi Maluku bagi pengusahanya.
Intsia bijuga dan Intsia palembanica berbeda terutama dalam jumlah anak daun yang membentuk daun majemuknya. Keduanya asli dari hutan hujan tropis di Asia Tenggara dan pulau-pulau di Pasifik barat daya.