Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Intoleransi keberagamaan

Intoleransi keberagamaan atau Intoleransi beragama atau kefanatikan beragama, adalah intoleransi terhadap keyakinan, praktik, atau keyakinan agama orang lain, atau ketiadaannya.

artikel daftar Wikimedia
Diperbarui 22 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Intoleransi keberagamaan
Artikel ini berisi tentang intoleransi oleh atau antar komunitas agama atau oleh komunitas dengan praktik tertentu. Untuk intoleransi oleh agama itu sendiri, lihat Antiagama dan Tidak beragama.
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Juli 2023)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Religious intolerance}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.
Sebuah patung Buddha di Bamiyan sebelum dan setelah pengrusakan oleh Taliban pada bulan Maret 2001.

Intoleransi keberagamaan atau Intoleransi beragama atau kefanatikan beragama, adalah intoleransi terhadap keyakinan, praktik, atau keyakinan agama orang lain, atau ketiadaannya.

Pernyataan yang bertentangan dengan keyakinan agama seseorang bukan merupakan intoleransi. Intoleransi beragama, sebaliknya, terjadi ketika seseorang atau kelompok (misalnya, masyarakat, kelompok agama, kelompok non-agama) secara khusus menolak untuk menoleransi keyakinan dan praktik keagamaan suatu kelompok atau individu agama.

Definisi

Intoleransi beragama adalah suatu kondisi jika suatu kelompok (misalnya masyarakat, kelompok agama, atau kelompok non-agama) secara spesifik menolak untuk menoleransi praktik-praktik, para penganut, atau kepercayaan yang berlandaskan agama. Namun, pernyataan bahwa kepercayaan atau praktik agamanya adalah benar sementara agama atau kepercayaan lain adalah salah bukan termasuk intoleransi beragama, melainkan intoleransi ideologi.

Kata intoleransi berasal dari prefik in- yang memiliki arti "tidak, bukan" dan kata dasar toleransi (n) yang memiliki arti "1) sifat atau sikap toleran; 2) batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan; 3) penyimpangan yang masih dapat diterima dalam pengukuran kerja." Dalam hal ini, pengertian toleransi yang dimaksud adalah "sifat atau sikap toleran".[1] Kata toleran (adj) sendiri didefinisikan sebagai "bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri."[2]

Kata keberagamaan (n) memiliki arti "perihal beragama". Sementara kata beragama (v) didefinisikan sebagai "1 menganut (memeluk) agama; 2 beribadat; taat kepada agama; baik hidupnya (menurut agama)."[3] Dengan demikian, intoleransi keberagamaan dapat didefiniskan sebagai "sifat atau sikap yang tidak menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) perihal keagamaan yang berbeda atau bertentangan dengan agamanya sendiri."

Sudut pandang sejarah

Menurut sejarawan Inggris abad ke-19 bernama Arnold Toynbee, suatu pembentukan agama yang menganiaya agama lain karena "dianggap salah", ironisnya membuat agama yang menganiaya menjadi salah dan merusak legitimasinya sendiri.[4]

Konsep modern mengenai intoleransi berkembang dari kontroversi religius antara Kristen dan Katolik pada abad ke-17 dan 18 di Inggris. Doktrin mengenai "toleransi beragama" pada masa tersebut bertujuan untuk menghilangkan sentimen-sentimen dan dogma-dogma beragama dari kepemilikan politik.[5]

Lihat pula

  • Antiteisme
  • Intoleransi keberagamaan di Indonesia

Referensi

  1. ↑ "toleransi". Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud. Diakses tanggal 3-8-2016. ;
  2. ↑ "toleran". Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud. Diakses tanggal 3-8-2016. ;
  3. ↑ "agama". Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud. Diakses tanggal 4-8-2016. ;
  4. ↑ Toynbee, Arnold (1947). "Failure of Self-Determination". Dalam Dorothea Grace Somervell (ed.). A Study of History: Abridgment of Volumes I - VI. New York, NY: Oxford University Press. hlm. 300. ISBN 0-19-505081-9.
  5. ↑ Hobolt, Sara B.; Brug, Wouter Van der; Vreese, Claes H. De; Boomgaarden, Hajo G.; Hinrichsen, Malte C. (2011-09-01). "Religious intolerance and Euroscepticism". European Union Politics (dalam bahasa Inggris). 12 (3): 359–379. doi:10.1177/1465116511404620. ISSN 1465-1165.

Bacaan lebih lanjut

  • Garth Blake, "Promoting Religious Tolerance in a Multifaith Society: Religious Vilification Legislation in Australia and the UK." The Australian Law Journal, 81 (2007): 386-405.
  • Chopra, R.M., "A Study of Religions", 2015, Anuradha Prakashan, New Delhi, ISBN 978-93-82339-94-6

Pranala luar

  • "Toleransi dan Transformasi Sosial Keberagamaan". gusdurian.net.
  • l
  • b
  • s
Segregasi menurut jenis
Geografi
(agama)
  • Bosnia dan Herzegovina
  • Pembelahan India
  • Israel
  • Irlandia Utara
  • Yunani dan Turki
  • Pembelahan Bengal
Ras
  • Australia
  • Argentina
  • Bahrain
  • Brasil
  • Republik Dominika
  • Fiji
  • Prancis
  • Malaysia
  • Jerman Nazi
  • Polandia
  • Portugal
  • Rhodesia
  • Afrika Selatan
  • Spanyol
  • Saudisasi
  • Emiratisasi
  • Amerika Serikat
    • sekolah
Gender
  • Islam (di Iran)
  • Taliban
  • Arab Saudi
  • Judaisme
  • Feminisme separatis
Dinamika
  • Auto-segregasi
  • Balkanisasi
  • Pembersihan etnis
  • Zona pengecualian
  • Migrasi paksa
  • Pemindahan penduduk
  • Pengurungan
    • kamp buruh
  • Segregasi penduduk
  • Pengecualian sosial
Topik
terkait
  • Apartheid
    • hukum
  • Hukum anti-misegenasi
  • Kode Hitam
  • Federalisme korporatif
  • Diskriminasi
  • Hukum Jim Crow
  • Nativisme
  • Hukum Nuremberg
  • Rasisme
  • Rankisme
  • Intoleransi agama
  • Warga kelas dua
  • Terpisah namun setara
  • Sekolah terpisah (Kanada)
  • Pengejekan
  • Apartheid sosial
  • Xenofobia
  • Lihat pula: Desegregasi
    • bus
  • Pilarisasi
  • Category Kategori
    • kasta
    • gender
    • ras
  • Commons page Commons
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Republik Ceko


Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.


Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Definisi
  2. Sudut pandang sejarah
  3. Lihat pula
  4. Referensi
  5. Bacaan lebih lanjut
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Wikimedia Foundation

organisasi amal asal Amerika Serikat

Pemblokiran Wikimedia di Indonesia

pembatasan domain auth.wikimedia.org di Indonesia

Wikikamus bahasa Banjar

Wiktionary berbahasa Banjar

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026