Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Insiden Penembakan Nelayan di Raja Ampat

Insiden Penembakan Nelayan di Raja Ampat adalah insiden penembakan yang dilakukan oleh anggota TNI Angkatan Laut (AL) di wilayah perairan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat pada hari Jumat, 3 Mei 2013 terhadap 7 orang nelayan, di mana 1 orang nelayan yang bernama La Bila (19) tewas ditempat akibat luka tembak.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023)
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Insiden Penembakan Nelayan di Raja Ampat" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Insiden Penembakan Nelayan di Raja Ampat adalah insiden penembakan yang dilakukan oleh anggota TNI Angkatan Laut (AL) di wilayah perairan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat pada hari Jumat, 3 Mei 2013 terhadap 7 orang nelayan, di mana 1 orang nelayan yang bernama La Bila (19) tewas ditempat akibat luka tembak.

Kronologi

Kejadian bermula ketika 7 orang nelayan, antara lain, La Justo (22), Arul (24), La Jamal (13), Ismail (22), Samiudin (29), La Aru (35) dan La Bila (19) yang sedang berada di perairan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, dihampiri oleh sebuah perahu dan langsung mengeluarkan tembakan hingga mengenai salah seorang korban yang bernama La Bila (19) dan akibat tembakan timah panas tersebut korban tewas ditempat.[1] Belakangan diketahui bahwa pelaku penembakan merupakan anggota TNI yang sedang melakukan operasi gabungan dengan dinas kelautan perikanan serta konservasi laut Pemda Raja Ampat dalam rangka pengamanan daerah konservasi alam di Raja Ampat.

Peristiwa penembakan terhadap nelayan di perairan Kabupaten Raja Ampat, yang dilakukan oleh Anggota TNI, sudah 2 kali terjadi. Pada tanggal 16 Januari 2013, KontraS menerima pengaduan dari 2 orang nelayan yang menjadi korban penembakan oleh anggota TNI Angkatan Darat (AD) Praka Ahmad Jumati, yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Waigama serta 3 orang warga sipil, di mana pada tanggal 20 Desember 2012, 5 orang nelayan tewas akibat menderita luka tembak.[2]

Referensi

  1. ↑ "Penembakan di Raja Ampat, 1 Nelayan Tewas". 4 Mei 2013. Diakses tanggal 6 Agustus 2020.[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ Azhar, Haris (7 Mei 2013). "Insiden Penembakan Nelayan di Raja Ampat, Papua". KontraS. Diakses tanggal 6 Agustus 2020.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kronologi
  2. Referensi

Artikel Terkait

Indonesia dalam tahun 2025

pertambangan di Raja Ampat, dengan alasan melanggar aturan. 14 Juni Seorang warga negara Australia tewas dalam penembakan di dalam sebuah vila di Kabupaten

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026