Inga adalah genus pohon-pohon tropis kecil, berdaun keras, dan mampu mengikat nitrogen dalam subfamili Mimosoideae. Daunnya menyirip dan bunganya umumnya berwarna putih. Banyak dari ratusan spesiesnya digunakan sebagai tanaman hias.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Inga | |
|---|---|
| Tumbuhan | |
| Jenis buah | silique (en) |
| Taksonomi | |
| Kerajaan | Plantae |
| Ordo | Fabales |
| Famili | Fabaceae |
| Subfamili | Caesalpinioideae |
| Genus | Inga Mill., 1754 |
Inga adalah genus pohon-pohon tropis kecil, berdaun keras, dan mampu mengikat nitrogen[1] dalam subfamili Mimosoideae. Daunnya menyirip dan bunganya umumnya berwarna putih. Banyak dari ratusan spesiesnya digunakan sebagai tanaman hias.

Beberapa tumbuhan terkait pernah dimasukkan ke dalam genus ini, misalnya Yopo (Anadenanthera peregrina) sebagai Inga niopo.[2]
Bijinya dilapisi bubuk putih manis. Daging buah yang melapisi bijinya berserat tipis dan manis, serta kaya mineral; dapat dimakan mentah. Nama pohon ini berasal dari Bahasa Tupi in-gá yang berarti "rendam", karena konsistensi buahnya yang seperti bubuk.[3] Pohon ini biasanya berbunga dua kali setahun.
Dalam genus Inga terdapat sekitar 300 spesies, sebagian besar asli dan tumbuh di wilayah hutan Amazon, meskipun beberapa spesies juga ditemukan di Meksiko, Antillen Besar dan Kecil, serta negara-negara lain di Amerika Selatan, yang merupakan genus neotropis eksklusif. Pohon-pohon ini biasanya ditemukan di tepi sungai dan danau karena bijinya terbawa banjir ke sana.


Semua spesiesnya menghasilkan bijinya dalam polong "seperti kacang" dan beberapa dapat mencapai panjang hingga 1 m, umumnya polongnya berukuran 10–30 cm.
Pohonnya dapat mencapai tinggi hingga 15 meter dan banyak digunakan untuk menaungi tanaman kopi. Tanaman ini tumbuh subur di tanah yang berdrainase baik. Bunganya berwarna putih dengan sedikit warna hijau dan pohonnya dapat berbuah hampir sepanjang tahun.
Spesies Inga, terutama Inga edulis (buah salju) seringkali memiliki daging buah yang dapat dimakan. Nama ini berasal dari fakta bahwa rasa Inga edulis menyerupai es krim vanila.
Di Ekuador, Inga edulis dikenal sebagai guaba de bejuco, dan spesies populer lainnya di sana yakni Inga spectabilis sebagai guaba de machete.[4]

Daftar spesies terpilih dari kacang-kacangan besar genus Inga.

