Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Industrialisasi substitusi impor

Industrialisasi substitusi impor (ISI) adalah kebijakan perdagangan dan ekonomi yang mendukung penggantian barang impor asing dengan barang produksi dalam negeri. ISI didasarkan pada anggapan bahwa sebuah negara harus mengurangi ketergantungannya pada negara asing dengan mengembangkan produk industri dalam negerinya. Istilah ini lebih mengacu pada kebijakan ekonomi pembangunan abad ke-20, tetapi sudah diusulkan pada abad ke-18 oleh ekonom seperti Friedrich List dan Alexander Hamilton.

kebijakan perdagangan dan ekonomi
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Industrialisasi substitusi impor
Bagian dari seri
Perdagangan dunia
Kebijakan
  • Impor
  • Ekspor
  • Neraca perdagangan
  • Hukum perdagangan
  • Perjanjian perdagangan
  • Blok perdagangan
  • Penciptaan perdagangan
  • Pengalihan perdagangan
  • Orientasi ekspor
  • Substitusi impor
  • Keuangan perdagangan
  • Fasilitasi perdagangan
  • Rute perdagangan
  • Perdagangan domestik
  • Pajak, tarif, dan perdagangan
Batasan
  • Hambatan perdagangan
  • Tarif
  • Hambatan non-tarif
  • Kuota impor
  • Kuota nilai tarif
  • Pangsa kuota
  • Lisensi impor
  • Bea cukai
  • Subsidi ekspor
  • Hambatan teknis
  • Penyuapan
  • Pengendalian nilai tukar
  • Embargo
  • Safeguard
  • Cukai anti-subsidi
  • Cukai anti-dumping
  • Hambatan ekspor sukarela
Sejarah
  • Merkantilisme
  • Proteksionisme
  • Laissez-faire
  • Perdagangan bebas
  • Nasionalisme ekonomi
  • Integrasi ekonomi
Organisasi
  • Dana Moneter Internasional
  • Pusat Perdagangan Internasional
  • Organisasi Perdagangan Dunia
  • Organisasi Cukai Dunia
Integrasi ekonomi
  • Kawasan perdagangan preferensial
  • Kawasan perdagangan bebas
  • Persatuan cukai
  • Pasar tunggal
  • Persatuan ekonomi
  • Persatuan moneter
  • Persatuan fiskal
  • Persatuan cukai dan moneter
  • Persatuan ekonomi dan moneter
Isu
  • Hak kekayaan intelektual
  • Penyelundupan
  • Kebijakan persaingan
  • Pengadaan barang pemerintah
  • Alih daya
  • Globalisasi
  • Perdagangan adil
  • Keadilan perdagangan
  • Perdagangan emisi
  • Sanksi perdagangan
  • Perang
    • Mata uang
    • Biaya perdagangan
    • Cukai
    • Perdagangan
  • Perdagangan dan pembangunan
Daftar
  • Impor
  • Ekspor
  • Tarif
  • Pasar konsumen terbesar
  • Mitra dagang utama
Menurut negara
  • Misi dagang
  • Negara pedagang
  • Amerika Serikat
  • Argentina
  • Pakistan
  • Rumania
  • Vietnam
  • India
Teori
  • Keunggulan komparatif
  • Keunggulan kompetitif
  • Model Heckscher–Ohlin
  • Teori perdagangan baru
  • Geografi ekonomi
  • Perdagangan intra-industri
  • Model perdagangan gravitasi
  • Teori perdagangan Ricardo
  • Efek Balassa–Samuelson
  • Hipotesis Linder
  • Paradoks Leontief
  • Teorema simetri Lerner
  • Syarat perdagangan
  • l
  • b
  • s

Industrialisasi substitusi impor (ISI) adalah kebijakan perdagangan dan ekonomi yang mendukung penggantian barang impor asing dengan barang produksi dalam negeri.[1] ISI didasarkan pada anggapan bahwa sebuah negara harus mengurangi ketergantungannya pada negara asing dengan mengembangkan produk industri dalam negerinya. Istilah ini lebih mengacu pada kebijakan ekonomi pembangunan abad ke-20, tetapi sudah diusulkan pada abad ke-18 oleh ekonom seperti Friedrich List[2] dan Alexander Hamilton.[3]

Kebijakan ISI diterapkan oleh negara-negara di belahan bumi selatan dengan tujuan merintis pembangunan dan kemandirian melalui pembentukan pasar dalam negeri. ISI beroperasi dengan membiarkan negara memimpin pembangunan ekonomi lewat nasionalisasi, subsidisasi industri penting (termasuk pertanian, pembangkit listrik, dan lain-lain), kenaikan pajak, dan kebijakan perdagangan yang sangat proteksionis.[4] Industrialisasi substitusi impor perlahan ditinggalkan oleh negara-negara berkembang pada tahun 1980-an dan 1990-an sebagai bagian dari program penyesuaian struktural IMF dan Bank Dunia. Kedua institusi tersebut mengupayakan liberalisasi pasar global di belahan bumi selatan.[5]

Dalam konteks pembangunan Amerika Latin, istilah "strukturalisme Amerika Latin" merujuk pada era industrialisasi substitusi impor di berbagai negara Amerika Latin sejak tahun 1950-an sampai 1980-an. Teori di balik strukturalisme Amerika Latin dan ISI diturunkan dari gagasan Raúl Prebisch, Hans Singer, Celso Furtado, dan pemikir ekonom struktural lainnya. Teori ini mulai diterapkan seiring dibentuknya United Nations Economic Commission for Latin America and the Caribbean (UNECLAC atau CEPAL). Kendati para penganut teori ISI dan strukturalisme Amerika Latin beragam dan berasal dari berbagai mazhab ekonomi, ISI dan strukturalisme Amerika Latin beserta para penganut teori yang mengembangkan kerangka ekonominiya sama-sama yakin bahwa pembangunan ekonomi harus dipimpin negara dan direncanakan secara terpusat.[6] Dalam hal industrialisasi yang didorong belanja pemerintah atas dasar argumen industri kecil, pendekatan ISI dan strukturalisme Amerika Latin sangat dipengaruhi oleh aliran Keynesian, komunitarian, dan sosialis.[7] ISI sering dikaitkan dengan teori ketergantungan, tetapi teori ketergantungan menggunakan kerangka Marxis yang lebih luas untuk memahami asal-usul keterbelakangan dengan mengamati dampak sejarah dari kolonialisme, Eurosentrisme, dan neoliberalisme.[8]

Lihat pula

  • Perdagangan internasional
  • Tesis Prebisch-Singer
  • Industrialisasi berorientasi ekspor
  • Hambatan ekspor sukarela
  • Merkantilisme
  • Proteksionisme
  • Commanding Heights, dampak ISI terhadap ekonomi Amerika Latin
  • Substitusi impor kepemilikan lokal, alternatif bagi TINA (There Is No Alternative) yang diusulkan oleh Michael Shuman[9]

Sumber

  • Chasteen, John Charles. 2001. Born in Blood and Fire. pages 226-228.
  • Reyna, José Luis & Weinert, Richard S. 1977. Authoritarianism in Mexico. Philadelphia, Pennsylvania: Institute for the Study of Human Issues, Inc. pages 067-107.
  • UNDP Paper
  • Bruton, Henry J. "A Reconsideration of Import Substitution." Journal of Economic Literature. 36.2 (1998): 903-936. Print.
  • Bishwanath, Goldar. "IMPORT SUBSTITUTION, INDUSTRIAL CONCENTRATION AND PRODUCTIVITY GROWTH IN INDIAN MANUFACTURING* PRODUCTIVITY GROWTH IN INDIAN MANUFACTURING." Oxford bulletin of Economics and Statistics. 48.2 (1986): 143-164. Print.

Referensi

  1. ↑ A Comprehensive Dictionary of Economics p.88, ed. Nelson Brian 2009.
  2. ↑ Mehmet, Ozay (1999). Westernizing the Third World: The Eurocentricity of Economic Development. London: Routledge.
  3. ↑ Chang, Ha-Joon (2002). Kicking Away the Ladder: Development Strategy in Historical Perspective. London: Anthem Press.
  4. ↑ Street, James H.; James, Dilmus D. (1982). "Structuralism, and Dependency in Latin America." Journal of Economic Issues, 16(3) p. 673-689.
  5. ↑ Konadu-Agyemang, Kwadwo (2000). "The Best of Times and the Worst of Times: Structural Adjustment Programs and Uneven Development in Africa: The Case of Ghana."Professional Geographer, 52(3) p. 469-483.
  6. ↑ Renato, Aguilar (1986). "Latin American structuralism and exogenous factors."Social Science Information, 25(1) p. 227-290.
  7. ↑ Arndt, H.W. (1985). "The Origins of Structuralism."World Development, 13(2) p. 151-159.
  8. ↑ Perreault, Thomas; Martin, Patricia (2005). "Geographies of neoliberalism in Latin America."Environment and Planning A, 37, p. 191-201.
  9. ↑ Shuman, M. H. (2006). The small-mart revolution: how local businesses are beating the global competition. San Francisco, California, U.S.A.: Berrett-Koehler.
  • Jeffry A. Frieden: Global Capitalism.
  • l
  • b
  • s
Perdagangan internasional
Istilah
  • Akun modal
  • Alih daya
  • Bea
  • Cadangan devisa
  • Dedolarisasi
  • Globalisasi
  • Industrialisasi berorientasi ekspor
  • Industrialisasi substitusi impor
  • Keadilan perdagangan
  • Keseimbangan pembayaran
  • keunggulan komparatif
  • Neraca perdagangan
  • Neraca pembayaran
  • Neraca transaksi berjalan
  • Keunggulan mutlak
  • Keunggulan komparatif
  • Negara dagang
  • Perdagangan adil
  • Perang dagang
The NYK Andromeda berthed in the Port of Singapore, 2005
Organisasi
dan kebijakan
  • Dana Moneter Internasional (IMF)
  • Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB
  • Grup Bank Dunia
  • Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)
    • Pusat Perdagangan Internasional
  • Hambatan perdagangan
  • Blok dagang
  • Integrasi ekonomi
  • Perjanjian dagang
  • Perjanjian investasi bilateral
  • Zona ekonomi khusus
  • Zona perdagangan bebas
Ekonomi politik
  • Merkantilisme
  • Nasionalisme ekonomi
  • Perdagangan bebas
  • Proteksionisme
Organisasi kawasan
Amerika
  • CAN
  • CARICOM
  • CACM
  • Mercosur
Asia-Pasifik
  • ASEAN
  • RCEP
  • SAARC
Eropa, Asia tengah and Asia utara
  • CUBKR
  • EAEC
  • EU
Timur tangah dan Afrika utara
  • ACU
  • GCC
Afrika Subsahara
  • EAC
  • CEMAC
  • SACU
  • WAEMU
Mitra dagang
  • Amerika Serikat
  • Argentina
  • Belanda
  • Cina
  • India
  • Jepang
  • Kanada
  • Korea Selatan
  • Pakistan
  • Uni Eropa
Ekspor menurut produk
  • Jagung
  • Komputer
  • Kopi
  • Minyak bumi
  • Mobil
  • Commons
  • Category Kategori

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Sumber
  3. Referensi

Artikel Terkait

Kebijakan ekonomi

tindakan pemerintah dalam ekonomi

Kebijakan Perdagangan Uni Eropa

hubungan dagang eksternal. Sejak terbentuknya Perjanjian Roma (1957), perjanjian tersebut sebagai kebijakan perdagangan menjadi pilar integrasi ekonomi di Uni

Filsafat ekonomi

Filsafat Ekonomi adalah interdisiplin ilmu ekonomi yang berkutat pada pengkajian teori ekonomi ; metodologi ekonomi, berupa penilaian terhadap hasil, institusi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026