Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Indermasyah dari Suruaso

Yang Dipertuan Pagaruyung Raja Alam Indermasyah atau Sultan Indermasyah adalah raja alam Pagaruyung.

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Indermasyah
Raja Alam Minangkabau
Berkuasa1674 – 1730
PendahuluSultan Ahmadsyah
Nama lengkap
Sultan Indermasyah
DinastiMauli

Yang Dipertuan Pagaruyung Raja Alam Indermasyah atau Sultan Indermasyah adalah raja alam Pagaruyung.

Biografi

Munculnya nama Sultan Indermasyah ini, berdasarkan surat yang diterima regent VOC di Padang dan Gubernur Belanda di Malaka, dimulai sejak tahun 1670 dari yang menyebut sebagai raja Saruaso[1] kemudian disusul surat pada tahun 1678, dan oleh Jacob Pits dirujuk kepada Yang Dipertuan Inderma,[2] berdasarkan surat yang diterima pada tahun 1703, dari yang menyebut dirinya sebagai Indermasyah dari Saruaso, dan mengaku ayahnya bernama Sultan Ahmadsyah putra dari Sultan Khalifatullah Indramasyah.[3]

Kemungkinan Sultan Indermasyah naik tahta setelah meninggalnya Sultan Ahmadsyah pada tahun 1674,[4] dan dari catatan Belanda juga mencatat pada tahun tersebut datang utusan dari Johor untuk mencari bantuan bagi raja Minangkabau berperang melawan raja Jambi.[5]

Pada masa pemerintahan Sultan Indermasyah, pada tahun 1677 para perantau Minangkabau yang bermukim di Rembau, Sungai Ujong dan Naning, meminta kepada Yang Dipertuan Pagaruyung untuk dikirim raja bagi mereka dan waktu itu dikirim salah seorang kerabat raja yang bernama raja Ibrahim.[5]

Pada tahun 1716 Sultan Indermasyah mengutus saudaranya yang bernama Sultan Abdul Jalil untuk mewakili dirinya dalam menyelesaikan kesepakatan dagang dengan pihak VOC, pada awalnya pihak Belanda menolaknya, namun kemudian kembali datang surat dari Yang Dipertuan Pagaruyung, yang menegaskan status daripada Sultan Abdul Jalil tersebut.[6]

Keberadaan Sultan Indermasyah ini masih dapat diketahui berdasarkan korespondensinya dengan pihak Belanda merujuk surat yang diterima regent VOC pada tahun 1724, 1727, dan terakhir 1730.[7][8][9]

Penerus

Sejarawan Jane Drakard menulis bahwa Sultan Inderma Syah wafat pada tahun 1698.

Putranya, Ahmadsyah Gagar Alam dan cucunya, Sultan Indermasyah II menjadi penerus suksesi Raja Alam. Ahmadsyah Gagar Alam merupakan raja yang banyak berinteraksi sekaligus melakukan perlawanan pada Belanda dalam kurun 1712-1718.

Sultan Indermasyah II adalah putri Sultan Indermasyah sehingga dengan demikian ia merupakan kemenakan Ahmadsyah Gagar Alam. Ini memberi tafsir bahwa ada kebiasaan keluarga-keluarga di raja di Pagaruyung dan Saruaso berkawin sesama sendiri untuk mengekalkan kekuasaan.[10]

Rujukan

  1. ↑ SWK 1670 VOC 1272, ff. 1046r-v
  2. ↑ SWK 1678 VOC 1328 f, 781v-3r
  3. ↑ SWK 1703 VOC 1664, f. 117-18
  4. ↑ Dobbin, C.E. (1983). Islamic revivalism in a changing peasant economy: central Sumatra, 1784-1847. Curzon Press. ISBN 0-7007-0155-9.
  5. 1 2 Andaya, L.Y. (1971). The Kingdom of Johor, 1641-1728: a study of economic and political developments in the Straits of Malacca. s.n.
  6. ↑ Coolhaas, W.P. (1964). "Generale Missiven der V.O.C.". Journal of Southeast Asian History. 2 (7). doi:10.1017/S0217781100003318.
  7. ↑ SWK 1725 VOC 2013, ff. 107-14
  8. ↑ SWK 1728 VOC 2074, f. 117
  9. ↑ SWK 1731 VOC 2164, f. 345
  10. ↑ Jernal sejarah (dalam bahasa Inggris). Historical Society, University of Malaya. 1969.

Lihat juga

  • Daftar raja Pagaruyung
Didahului oleh:
Sultan Ahmadsyah
Yang Dipertuan Pagaruyung
1674 - 1730
Diteruskan oleh:
belum diketahui


Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Penerus
  3. Rujukan
  4. Lihat juga

Artikel Terkait

Pahlawan nasional Indonesia

Gelar penghargaan resmi tingkat tertinggi di Indonesia

Revolusi Nasional Indonesia

konflik bersenjata dan perjuangan diplomatik antara Indonesia dan Kerajaan Belanda

Soeprapto

Perwira TNI AD (1920 – 1965)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026