Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiMineral indeks
Artikel Wikipedia

Mineral indeks

Mineral indeks digunakan dalam geologi untuk menentukan derajat metamorfisme yang dialami oleh batuan. Hal ini bergantung pada komposisi asal serta tekanan dan temperatur yang dialami oleh protolith. Reaksi kimia antar mineral dalam keadaan solid menghasilkan mineral - mineral jenis baru. Ketika mineral indeks ditemukan di batuan metamorf, hal itu mengindikasikan tekanan dan temperatur minimum yang protolith harus alami untuk dapat menyebabkan mineral tersebut terbentuk. Semakin tinggi tekanan dan temperatur yang membentuk batuan, semakin tinggi derajat batuan.

Wikipedia article
Diperbarui 11 November 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mineral indeks digunakan dalam geologi untuk menentukan derajat metamorfisme yang dialami oleh batuan. Hal ini bergantung pada komposisi asal serta tekanan dan temperatur yang dialami oleh protolith (batuan induk). Reaksi kimia antar mineral dalam keadaan solid menghasilkan mineral - mineral jenis baru. Ketika mineral indeks ditemukan di batuan metamorf, hal itu mengindikasikan tekanan dan temperatur minimum yang protolith harus alami untuk dapat menyebabkan mineral tersebut terbentuk. Semakin tinggi tekanan dan temperatur yang membentuk batuan, semakin tinggi derajat batuan.

Konsep ini ditemukan pada tahun 1912, ketika G.M. Barrow memetakan zona - zona metamorfisme di bagian selatan skotlandia. Setiap zona dinamakan berdasarkan mineral indeks yang muncul didalamnya. Contohnya, zona klorit dinamakan karena adanya klorit.

Zona - zona mineralogi

Batulumpur, sebuah batuan sedimen berbutir halus yangsering mengandung mineral - mineral kaya alumunium, memproduksi mineral - mineral berikut setelah termetamorfosis, dengan urutan dari derajat rendah hingga tinggi sebagai berikut:[1]

  • Zona klorit: kuarsa, klorit, muskovit dan albit.
  • Zona biotit: kuarsa, muskovit, biotit, klorit dan albit.
  • Zona garnet: kuarsa, muskovit, biotit, garnet, Na plagioklas.
  • Zona staurolit: kuarsa, muskovit, biotit, garnet, staurolit, plagioklas.
  • Zona kyanit: kuarsa, muskovit, biotit, garnet, kyanit, plagioklas, +/- staurolit.
  • Zonna silimanit: kuarsa, muskovit, biotit, garnet, silimanit, plagioklas

Referensi

  1. ↑ Blatt, Harvey and Robert J. Tracy, Petrology, Freeman, 1996, 2nd ed., p. 375 ISBN 0-7167-2438-3
  • Marshak, Stephen. Earth: Portrait of a Planet, Norton, 3rd ed. 2007 ISBN 978-0-393-93036-8


Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Zona - zona mineralogi
  2. Referensi

Artikel Terkait

Mineral

benda padat nonbiologis yang terjadi secara proses geologis

Indeks LQ45

Indeks LQ45 adalah indeks pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdiri dari 45 perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu, yaitu termasuk dalam

Indeks Harga Saham Gabungan

Indeks Harga Saham Gabungan (disingkat IHSG; bahasa Inggris: Indonesia Composite Index, ICI, atau IDX Composite) merupakan salah satu indeks pasar saham

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026