Biotit adalah mineral filosilikat umum yang ada di dalam grup mika, dengan perkiraan rumus kimia K(Mg,Fe) 3AlSi 3O 10(OH) 2K(Mg,Fe)3AlSi3O10(OH)2. Lebih umum, mika mengacu pada seri mika gelap, terutama serangkaian larutan-pelarut antara iron-endmember annit, dan magnesium-endmember plogopit; ditambah lagi alumina-endmember siderofilit. Biotit diberi nama oleh J.F.L. Hausmann pada tahun 1847 untuk menghormati fisikawan Prancis Jean-Baptiste Biot, yang, pada tahun 1816, meneliti sifat optik dari mika, dan menemukan banyak sifat - sifat optiknya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Biotit | |
|---|---|
Agregat tipis datar biotit (Image width: 2.5 mm) | |
| Umum | |
| Kategori | Mineral |
| Rumus kimia | K(Mg,Fe)3(AlSi3O10)(F,OH)2 |
| Identifikasi | |
| Skala Mohs (kekerasan) | 2.5–3.0 |
| Dispersi | r < v (kaya Fe); r > v lemah (kaya Mg) |
Artikel ini perlu diterjemahkan ke bahasa Indonesia. |
Biotit adalah mineral filosilikat umum yang ada di dalam grup mika, dengan perkiraan rumus kimia K(Mg,Fe)
3AlSi
3O
10(OH)
2K(Mg,Fe)3AlSi3O10(OH)2. Lebih umum, mika mengacu pada seri mika gelap, terutama serangkaian larutan-pelarut antara iron-endmember annit, dan magnesium-endmember plogopit; ditambah lagi alumina-endmember siderofilit. Biotit diberi nama oleh J.F.L. Hausmann pada tahun 1847 untuk menghormati fisikawan Prancis Jean-Baptiste Biot, yang, pada tahun 1816, meneliti sifat optik dari mika, dan menemukan banyak sifat - sifat optiknya.[1]