Imaduddin Utsman al-Bantani |
|---|
 Imaduddin pada tahun 2025 |
|
|
|
| Lahir | 15 Agustus 1976 (umur 49)
|
|---|
Imaduddin Utsman al-Bantani (lahir 15 Agustus 1976) adalah seorang ulama, pendidik, dan penulis asal Indonesia yang dikenal karena penelitiannya tentang nasab Ba'alawi yang menyebabkan mendapatkan pencekalan ceramah di Banyuwangi. Saat ini, ia merupakan Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Banten. .
Kehidupan awal dan pendidikan
Imaduddin lahir di Kampung Cempaka, Kresek, Kabupaten Tangerang pada tanggal 15 Agustus 1976.[1] Ayahnya, Sarman merupakan keturunan dari Pangeran Wijayakrama. Sementara ibunya, Syu’arah merupakan keturunan dari Raden Aria Wangsakara.[2] Nama Utsman" diambil dari nama kakek dari pihak ibunya, sedangkan "al-Bantani" merujuk pada asal daerahnya, Banten.[1]
Ia bersekolah di SDN Kresek III dan melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Kresek. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Ashhabul Maimanah. Pendidikan sarjana ia lakukan di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin dengan meraih gelar sarjana agama. Imaduddin melanjutkan studi magister ke Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) dan meraih gelar Magister Agama.[3]
Karier
Imaduddin memulai karier di Nahdlatul Ulama sejak 2006 menjabat sebagai Ketua Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Kresek hingga 2011. Pada 2018, ia diangkat sebagai Wakil Katib Pengurus Wilayah NU (PWNU) Provinsi Banten. Sejak tahun 2020 hingga 2024, ia menjabat sebagai Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Banten, sebuah badan yang mengelola pondok pesantren di bawah naungan NU. Ia juga menjadi penasihat Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Provinsi Banten dan Rijalul Ansor Kabupaten Tangerang. Pada tahun 2022, ia menjabat sebagai sebagai anggota Lembaga Bahtsul Masail untuk periode 2022 hingga 2024. LBM adalah badan yang bertugas membahas isu-isu keagamaan dan merumuskan fatwa atau panduan hukum Islam untuk anggota NU.[4]
Perdebatan terkait nasab Ba 'Alwi
Ba 'Alwi mengaku memiliki nasab yang tersambung kepada Muhammad melalui jalur keturunannya yang bernama Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa an Naqib (w. 400 Hijriah). Imaduddin membantah keabsahan nasab tersebut dikarenakan keberadaan Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa an Naqib tidak terkonfirmasi dalam kitab kitab nasab primer yang mu'tabar dari abad ke 5 hingga ke 9 hijriah ,di mana ulama-ulama ahli nasab pada masa tersebut secara konsisten tidak mencatat nama Alawi dan Ubaidillah sebagai keturunan dari Ahmad bin Isa. Mereka baru tercatat sebagai keturunan Muhammad setelah 651 tahun dari wafatnya Ahmad bin Isa tanpa sanad yang tersambung (mutassil).[5][6][7] Pembantahan ini dimulai dengan penerbitan Menakar Kesahihan Nasab Habib di Indonesia yang menarik kecaman dari Rabithah Alawiyah, organisasi keturunan Ba 'Alwi.[8] Atas dasar ini, pada tahun 2024, ia mendapatkan pencekalan ceramah di Kabupaten Banyuwangi.[9]
Publikasi
- 2021: Dari Banten Kusebut Namamu - dipublikasikan oleh Deepublish di Indonesia.[10]
- 2021: Raden Aria Wangsakara : sejarah pendiri Tangerang - dipublikasikan oleh Nahdlatul Ulum Banten di Indonesia.[11]
- 2021: الفكرة النهضية في اصول وفروع اهل السنة والجماعة -Pemikiran ke-Nu-an tentang pokok pokok ahli sunnah waljamaah dan cabang cabangnya- dipublikasikan oleh Nahdlatul Ulum Banten di Indonesia.[12]
- 2021: Buku Induk Fikih Islam Nusantara - dipublikasikan oleh Deepublish di Indonesia [13]
- 2022: المناهج الصفية في شرح الألفية -Metode metode pilihan dalam menerangkan kitab alfiyyah- dipublikasikan oleh Nahdlatul Ulum Banten di Indonesia [14]
- 2023: Habaib keturunan nabi, benarkah? - dipublikasikan oleh CV. Oncor Semesta Ilmu di Indonesia [15]
- 2024: Ulama Nusantara menggugat nasab palsu: jawaban K.H. Imaduddin Utsman al-Bantani terhadap buku Hanif Alatas, dkk - dipublikasikan oleh Lakeisha di Indonesia.[16]
- 2026: Menakar Kesahihan Nasab Habib di Indonesia - dipublikasikan oleh Filosofis Indonesia Press di Indonesia . [17]
- 2026: Terputusnya nasab Habib kepada Nabi Muhammad SAW - dipublikasikan oleh CV Arta Media Nusantara . [18]
- 2026: Membongkar Skandal Ilmiyah Sejarah dan Genealogi Ba'alwi - dipublikasikan oleh CV Historie Media . [19]
- 2026: Mengapa Penting Mengetahui Habib Ba 'Alwi bukan keturunan Nabi Muhammad SAW - dipublikasikan oleh CV penerbit lakeisha . [20]
Referensi
- 1 2 Rifan, Aditya (25 Oktober 2024). "Siapa KH Imaduddin Utsman Al-Bantani? Ulama Jadi Sorotan Gegara Kontra Nasab Ba'alwi". Suara. Diakses tanggal 2025-04-19.
- ↑ at-Tanari, Taufik Hidayat. "Riwayat Nasab KH Imaduddin Utsman al-Bantani, Ternyata Tembus ke Baginda Rasulullah Saw, Cek Disini - Distrik News". Riwayat Nasab KH Imaduddin Utsman al-Bantani, Ternyata Tembus ke Baginda Rasulullah Saw, Cek Disini - Distrik News. Diakses tanggal 2025-04-19.
- ↑ Ridwan (2023-05-17). "Nasab dan Sanad Ilmu KH Imaduddin Usman". Ibadah.co.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-19.
- ↑ "Profil dan Biodata KH Imaduddin Utsman al-Bantani". SINDOnews Internasional. 24 Oktober 2024. Diakses tanggal 2025-10-24.
- ↑ H, Ibrahim (24 November 2023). "Mengurai Nasab Ba Alawi, Keturunan Rasulullah Palsu di Indonesia - Bagian 1 - Harian Massa Id - Halaman 3". Harian Massa. Diakses tanggal 2025-10-24.
- ↑ Firmansyah, Teguh (9 September 2024). "Tiga Kontroversi Kiai Imaduddin Pertanyakan Nasab Habib Keturunan Nabi |Republika Online". Republika Online. Diakses tanggal 2025-10-24.
- ↑ H, Ibrahim. "Mengurai Nasab Ba Alawi, Keturunan Rasulullah Palsu di Indonesia - Bagian 2 (Selesai) - Harian Massa Id". Mengurai Nasab Ba Alawi, Keturunan Rasulullah Palsu di Indonesia - Bagian 2 (Selesai) - Harian Massa Id. Diakses tanggal 2025-11-15.
- ↑ Gani, Jamhari Ali (26 Juli 2025). "Berawal dari Para Pembatal Nasab Habaib, Debat Karya Tulis Hingga Bentrokan PWI-LS dan FPI di Pemalang". Rublik Depok. Diakses tanggal 2025-11-13.
- ↑ Setyawan, Dicky (25 Oktober 2024). "Siapa KH Imaduddin & Kenapa Ditolak Ceramah di Banyuwangi?". tirto.id. Diakses tanggal 2025-11-13.
- ↑ Haer (2022-02-01). "Sebuah Novel untuk Para Perindu Banten". Vinus.id. Diakses tanggal 2025-11-13.
- ↑ Utsman al Bantani, Imaduddin (2021). Raden Aria Wangsakara : sejarah pendiri Tangerang. Banten: Nahdlatul Ulum. ISBN 978-623-97751-0-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Utsman al Bantani, Imaduddin (2021). Al-fikrah al-nahdliyyah fii ushuul wa furuu' ahli sunnah wa al-jama'ah. Banten: Nahdlatul Ulum. ISBN 978-623-97751-1-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Utsman al Bantani, Imaduddin (2021). Buku Induk Fikih Islam Nusantara. Deepublish. ISBN 978-623-02-3276-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Utsman al Bantani, Imaduddin (2022). Al-manahij al-shofiyyah fii syarhi al-alfiyyah. Banten: Nahdlatul Ulum. ISBN [[Special:BookSources/978-623-97751-2-4
PDF|978-623-97751-2-4
PDF]]. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Utsman al bantani, Imaduddin (2023). Habaib keturunan nabi, benarkah?. CV Oncor Semesta Ilmu. ISBN 978-602-7542-73-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Bantani, Imaduddin Utsman Al- (2024). Ulama Nusantara menggugat nasab palsu: jawaban K.H. Imaduddin Utsman al-Bantani terhadap buku Hanif Alatas, dkk. Penerbit Lakeisha. ISBN 978-623-119-469-5.
- ↑ Utsman, Imaduddin (2026). Menakar Kesahihan Nasab Habib di Indonesia. ISBN 978-634-7630-17-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Utsman, Imaduddin (2026). Terputusnya nasab habib kepada Nabi Muhammad SAW. CV Arta Media Nusantara. ISBN 978- 634-7539-73-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Utsman, Imaduddin (2026). Membongkar Skandal Ilmiyah Sejarah dan Genealogi Ba’alwi. ISBN 978-634-7637-69-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Utsman, Imaduddin (2026). MENGAPA PENTING MENGETAHUI HABIB BAALWI BUKAN KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW. ISBN 978-634-269-006-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)