Ibrahim Sedar adalah seorang birokrat Indonesia kelahiran Barabai, Kalimantan pada tanggal 9 Nopember 1906. Ia adalah anggota partai Persatuan Indonesia Raya (PIR) Sejak tahun 1926, ia bekerja sebagai pegawai negeri pada Jawatan Pemerintahan Dalam Negeri dengan kedudukan selaku Kiai Besar Kalimantan Barat. Kemudian Ia menjadi Kiai Besar yang berada di bawah naungan Residen Banjarmasin. Pada masa Republik Indonesia Serikat, ia menjabat sebagai anggota DPR-RIS mewakili Kotawaringin.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kiai Ibrahim Sedar | |
|---|---|
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat | |
| Masa jabatan 16 Agustus 1950 – 26 Maret 1956 | |
| Presiden | Sukarno |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat | |
| Masa jabatan 22 Maret 1950 – 16 Agustus 1950 | |
| Presiden | Sukarno |
| Daerah pemilihan | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 9 November 1906 Barabai, Kalimantan, |
| Meninggal | Tidak diketahui |
| Partai politik | Persatuan Indonesia Raya |
| Profesi | Ulama, politisi |
Ibrahim Sedar adalah seorang birokrat Indonesia kelahiran Barabai, Kalimantan pada tanggal 9 Nopember 1906. Ia adalah anggota partai Persatuan Indonesia Raya (PIR) Sejak tahun 1926, ia bekerja sebagai pegawai negeri pada Jawatan Pemerintahan Dalam Negeri dengan kedudukan selaku Kiai Besar Kalimantan Barat. Kemudian Ia menjadi Kiai Besar yang berada di bawah naungan Residen Banjarmasin. Pada masa Republik Indonesia Serikat, ia menjabat sebagai anggota DPR-RIS mewakili Kotawaringin.[1]