Ibis karau merupakan salah satu jenis burung air yang termasuk ke dalam anggota famili Threskiornithidae. Spesies ini berasal dari Asia Tenggara, dan dianggap sebagai salah satu jenis burung paling terancam di sana.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Ibis karau | |
|---|---|
| Dewasa yang sedang terbang di atas sawah dan hutan di Kamboja timur | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Pelecaniformes |
| Famili: | Threskiornithidae |
| Genus: | Pseudibis |
| Spesies: | P. davisoni |
| Nama binomial | |
| Pseudibis davisoni (Hume, 1875) | |
| Sebaran spesies | |
| Sinonim | |
| |
Ibis karau (Pseudibis davisoni) merupakan salah satu jenis burung air yang termasuk ke dalam anggota famili Threskiornithidae.[2] Spesies ini berasal dari Asia Tenggara, dan dianggap sebagai salah satu jenis burung paling terancam di sana.[3]
Ibis Karau memiliki beberapa ciri seperti paruh yang panjang dan cenderung melengkung ke bawah. Postur tubuhnya berbentuk lonjong dengan sayap yang lebar serta leher yang panjang, tetapi biasanya terlihat pendek karena bentuknya menekuk.[2]
Bulu pada spesies ini cenderung berwarna gelap yaitu berwarna coklat kehitaman serta memiliki bercak putih pada bagian bahu dan tengkuk yang berwarna putih kebiruan.[2]
Biasanya menempati area tertentu yang ideal dan dominan dengan air atau lumpur untuk mencari makan seperti tempat yang memiliki lumpur di tepi sungai atau area sungai yang mengering sehingga timbul batu kerikil dan tepi sungai yang memiliki pasir.[2]
Spesies ini ditemukan hidup di Asia Tenggara seperti Myanmar, China, Pakistan, Hong Kong, Bangladesh, India, Nepal, Vietnam, Laos, Thailand, Sri Lanka, Taiwan, dan Indonesia.[4] Di Indonesia, spesies ini menempati sepanjang area Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, yang terletak antara Kecamatan Long Iram hingga Long Bagun.[2]
Pada musim kemarau, Ibis Karau mencari makan di berbagai kawasan yang memiliki lahan basah secara intens karena di musim ini spesies tersebut memasuki fase reproduksi dan aktif berkembang biak sehingga memerlukan banyak makanan. Mereka mulai bersarang ketika memasuki pertengahan hingga akhir musim kemarau dengan cara menyendiri di bagian atas pohon.[5]
Di musim hujan, spesies ini lebih banyak terlihat di daratan yang memiliki kolam kecil atau tanah yang basah dan berlumpur untuk mencari makan.[5]
Ibis Karau memiliki beberapa cara untuk mencari makan seperti probing yaitu memasukkan paruh ke dalam area lumpur, tanah yang basah, atau air dan menggerakkannya untuk mencari mangsa yang bersembunyi; pecking yaitu mematukkan paruhnya pada mangsa dengan cepat yang berada di permukaan air atau air; flipping yaitu membalikkan benda-benda kecil seperti batu menggunakan paruhnya untuk mencari mangsa yang bersembunyi; groping yaitu cara mencari mangsa dengan meraba air atau lumpur menggunakan paruhnya yang dimasukkan ke dalam air atau lumpur dengan sedikit terbuka.[2]