"I Feel It Coming" adalah lagu oleh penyanyi dan penulis lagu Kanada the Weeknd dari album studio ketiganya, Starboy (2016), yang menampilkan duo Perancis Daft Punk. Ketiganya menulis dan memproduksi lagu ini bersama Doc McKinney dan Cirkut, dengan tambahan penulisan dari Eric Chedeville. XO dan Republic Records merilis lagu ini untuk unduhan digital pada 17 November 2016, sebagai single ketiga album. Digambarkan sebagai lagu disko-pop dan funk, instrumental "I Feel It Coming" mencakup gitar ritme yang tajam dan synth yang bergemuruh. Secara lirik, lagu ini menggambarkan the Weeknd mencoba meyakinkan seorang wanita untuk tidak takut jatuh cinta lagi.
"I Feel It Coming" adalah lagu oleh penyanyi dan penulis lagu Kanada the Weeknd dari album studio ketiganya, Starboy (2016), yang menampilkan duo Perancis Daft Punk. Ketiganya menulis dan memproduksi lagu ini bersama Doc McKinney dan Cirkut, dengan tambahan penulisan dari Eric Chedeville. XO dan Republic Records merilis lagu ini untuk unduhan digital pada 17 November 2016, sebagai single ketiga album. Digambarkan sebagai lagu disko-pop dan funk, instrumental "I Feel It Coming" mencakup gitar ritme yang tajam dan synth yang bergemuruh. Secara lirik, lagu ini menggambarkan the Weeknd mencoba meyakinkan seorang wanita untuk tidak takut jatuh cinta lagi.
Kritikus musik membandingkan vokal the Weeknd dengan Michael Jackson. Lagu ini termasuk dalam beberapa peringkat akhir tahun untuk lagu terbaik tahun 2016, dan memenangkan 2018 BMI R&B/Hip Hop Song of the Year. Lagu ini mencpaai puncak tangga lagu di Perancis, dan menduduki peringkat lima besar di dua belas negara. Di Amerika Serikat, lagu ini mencapai peringkat ke-4 di Billboard Hot 100, bertahan selama 26 minggu di tangga lagu tersebut, dan menerima sertifikasi 8× platinum oleh Recording Industry Association of America (RIAA).
Warren Fu menyutradarai video musik untuk "I Feel It Coming" dalam satu hari di sebuah studio rekaman di Los Angeles. Video tersebut menampilkan sepasang kekasih, yang diperankan oleh the Weeknd dan Kiko Mizuhara, menari bersama di sebuah planet gurun hingga mereka berubah menjadi batu. The Weeknd telah menampilkan lagu ini dalam tiga tur konsernya: Starboy: Legend of the Fall Tour (2017), Asia Tour (2018), dan After Hours til Dawn Tour (2022–2024).
Latar belakang dan perilisan
Setelah perilisam album studio keduanya, Beauty Behind the Madness (2015), the Weeknd mulai merekam musik baru pada Mei 2016.[1] Dalam wawancara dengan Billboard pada 15 Juli, wakil preisden eksekutif Republic Records mengungkapkan bahwa the Weeknd dan duo elektronik Perancis Daft Punk dijadwalkan untuk melakukan sesi rekaman dua hari kemudian.[2]
Pada 21 September, the Weeknd mengumumkan album studio ketiganya, Starboy,[3] dan merilis judul lagu album yang menampilkan Daft Punk beberapa jam kemudian.[4] Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal pada 4 November, the Weeknd mengungkapkan bahwa bersama dengan lagu judul, sebuah lagu lain antara ia dan duo tersebut dibuat untuk album tersebut.[5]
Pada 16 November, the Weeknd mengumumkan single ketiga dan keempat Starboy, "I Feel It Coming" dan "Party Monster", yang dirilis pada hari berikutnya melalui ITunes secara bersamaan.[6][7]Universal Music Group mengirimkannya ke radio Italia pada 9 Desember.[8] Di Amerika Serikat, XO dan Republic mengirimkan lagu tersebut ke radio rhythmic contemporary pada 6 Desember,[9] dan radio hit kontemporer pada 3 Januari 2017.[10]
Musik dan rekaman
Musik dan lirik
"I Feel It Coming" adalah lagu disco-pop[11][12][13] dan funk[14][15] yang berdurasi empat menit dan 29 detik.[16] Produksi lagu ini sederhana, menampilkan garis bass yang digambarkan oleh GQ sebagai "funky", dengan gitar ritme yang tajam[17] dan synth yang beriklauan.[18]Complex mencatat bahwa judul lagu tersebut dapat merujuk pada orgasme.[19]
Isi lirik lagu ini tentang the Weeknd yang mekainkan kekasihnya untuk tidak takut jatuh cinta lagi.[20] Berbeda dari "pendekatan hedonistik the Weeknd yang biasa terhadap percintaan",[21] the Weeknd mencoba membujuk seorang wanita untuk mencoba bersamanya, terlepas dari hubungan masa lalunya:[22] "Anda takut akan cinta dan apa yang telah dilakukan pada anda / Anda tidak perlu lari, Saya tahu apa yang telah anda alami".[23]
Rekaman
The Weeknd (kiri) menyelesaikan lagu tersebut dengan Daft Punk (kanan) dalam empat hari.
The Weeknd pertama kali bertemu dengan salah satu anggota Daft Punk, Guy-Manuel de Homem-Christo, di sebuah pesta di Los Angeles. Ia kemudian mengenang keinginannya untuk bekerja sama dengan mereka:
Saya hanya ingin masuk studio bersama mereka — Saya bahkan tidak peduli apakah kami membuat musik, Saya hanya ingin berteman. Saya bertemu Guy-Man pertama kali, saat berpesta di L.A., dan sebenarnya Saya lebih banyak berpesta dengannya dari pada bekerja. Ia akan memberi tahu saya, dengan musik keras diputar sambil minum, betapa ia menyukai karya saya.[24]
Di sebuah studio rekaman di Paris, Daft Punk mempersembahkan draf instrumental lagu tersebut kepadanya. Setelah berimprovisasi di atasnya, the Weeknd menulis lagu tersebut dalam satu jam, dan mulai merekam. Untuk suara vokal the Weeknd "otentik dan retro",[25] Daft Punk menggunakan mikrofon dan rangkaian sinyal vintage.[26] Pengerjaan lagu tersebut dihentikan sementara setelah the Weeknd mendengar ketukan drum untuk lagu judul Starboy;[25] kedua lagu tersebut selesai dalam empat hari.[24] "I Feel It Coming" awalnya direkam di Los Angeles dengan musisi live; lagu tersebut kemudian dikirim ke produser Doc McKinney dan Cirkut, di mana mereka menyelesaikan produksi di Conway Recording Studios.[26]
Penerimaan kritikus
Para kritikus membandingkan vokal the Weeknd dengan vokal penyanyu Amerika Serikat Michael Jackson.
Ulasan
Saat dirilis, kriitkus musik menyamakan vokal the Weeknd dalam "I Feel It Coming" dengan vokal Michael Jackson, dengan Sam Wolfson dari The Guardian menyatakan bahwa itu terdengar seperti Jackson bernyanyi diringi ketukan Shalamar.[27] Adriane Pontecorvo dari PopMatters menulis bahwa nada tinggi the Weeknd membuatnya terdengar lebih mirip Jackson daripada.[18] Delenda Joseph dari Uproxx berpendapat bahwa lagu tersebut bisa saja bertuliskan "menampilkan Michael Jackson" karena kemiripan antara suara keduanaya.[28]The Los Angeles Times menyamakan produksi lagu tersebut dengan lagu Jackson tahun 1982 "Human Nature".[29] Menulis untuk Vice, Angus Harrison mengaitkan kesuksesan lagu tersebut dengan keserhanaannya menyebut produksinya "bersahaja dan terdengar sederhana".[11]
Ulasan lain menctaat konten lagu yang lebih positif dari lagu the Weeknd lainnya. Jesse Cataldo dari Slant menyatakan bahwa the Weeknd melepaskan sikapnya yang biasa "cintai mereka lalu tinggalkan mereka" untuk mencoba "upaya penyembuhan seksual."[30] Jon Caramanica dari The New York Times menyebutnya "lembut dan melamun", menambahkan bahwa itu berfungsi sebagai tanggapan positif terhadp lagu Starboy yang lebih dingin.[31] Mosi Reeves mencatat bahwa "I Feel It Coming" secara musikal kontras dengan produksi techno gelap dari lagu judul, mendoorng the Weeknd untuk meninggalkan citra "makhluk malam yang tidak menyesal".[12]
Peringkat
Beberapa media berita memasukkan "I Feel It Coming" ke dalam daftar lagu terbaik tahun 2016; Spin menempatkannya pada nomor 99, Entertainment Weekly menempatkannya pada nomor 51,[13] dan Complex menempatkan lagu tersebut pada nomor sepuluh dalam daftar akhir tahun mereka.[32]Billboard menempatkannya pada nomor 9 dalam daftar 100 lagu terbaik tahun 2017, dengan menulis bahwa lagu tersebut menawarkan harapan keada orang-orang yang menginginkan lebih dari sebuah hubungan.[33]Consequence menempatkan lagu tersebut sebagai lagu terbaik keenam the Weeknd, dengan mencatat bahwa lagu tersebut tidak mengambil pendekatan yang biasanya dilakukan the Weeknd yang terlalu mementingkan diri sendiri dalam hal percintaan, melainkan mengemukakan argumen untuk menjadi lebih dari sekadar kekasih.[21]
Kinerja komersil
"I Feel It Coming" menduduki puncak di lima besar tangga lagu nasional, termasuk nomor dua di Israel[34] dan Portugal,[35] nomor tiga di Belgia (Flanders dan Wallonia)[36][37] dan Polandia,[38] nomor empat di Argentina,[39] Hungaria,[40] dan Belanda,[41] serta nomor lima di Republik Ceko,[42] Norwegia,[43] Slowakia,[44] dan Swedia.[45] Lagu ini menduduki puncak tangga lagu di Perancis, menjadi nomor satu kedua the Weeknd dan nomor satu ketiga Daft Punk, serta keduanya merupakan lagu terlama yang bertahan di French Singles Chart hingga lagu the Weeknd tahun 2019 "Blinding Lights",[46] dan mencapai puncak di sepuluh besar di Australia (7),[47] Selandia Baru (7),[48] Britania Raya (9),[49] dan Kanada (10).[50] Lagu ini mendapat sertifikasi multi-platinum di sertifikasi di Australia (8× Platinum),[51] Selandia Baru (5× Platinum),[52] Kanada (5× Platinum),[53] Britania Raya (3× Platinum),[54] dan berlian di Perancis, menjadi sertifikasi berlian kedua miliknya.[55]
Di Amerika Serikat, "I Feel It Coming" melonjak 26 peringkat ke nomor 22 di Billboard Hot 100 setelah perilisan Starboy, dengan peningkatan menjadi 11.2 juta streaming di negara tersebut.[56] Setelah penampilan the Weeknd dan Daft Punk di Grammy Awards 2017, lagu ini naik tujuh peringkat ke nomor sembilan di tangga lagu tertanggal 4 Maret 2017.[57] Dengan perilisan video musik lagu tersebut, dengan diskon iTunes, lagu ini melonjak tujuh peringkat ke nomor lima di tangga lagu tertanggal 1 April 2017,[58] menduduki puncak di posisi keempat dua minggu kemudian, dan secara keseluruhan menghabiskan 26 minggu di tangga lagu.[59][60]Recording Industry Association of America (RIAA) memberikan seritifkasi 8× platinum untuk single ini, yang berarti delapan juta unit berdasarkan penjualan dan streaming on-demand yang setara dengan lagu tersebut.[61]
Video musik
Pengembangan
Model Jepang keturunan Amerika Serikat Kiko Mizuhara (difoto pada tahun 2015) muncul dalam video tersebut.
Warren Fu menyutradarai video musik lagu tersebut, yang difilmkan di sebuah studio di Los Angeles dalam satu hari pada Natal 2016. Dalam wawancara dengan Billboard, Fu menyatakan bahwa ide awalnya untuk video tersebut adalah "kisah cinta di tanah terkutuk." Mengambil inspirasi dari cetakan plester korban Letusan Gunung Vesuvius 79, ia meminta the Weeknd untuk meniru gaya seseorang yang mengulurkan tangan saat syuting.[62] Fu menggunakan palet warna merah muda dan biru, ingin memperkuat estetika vintage, menyamakannya dengan serial televisi tahun 1980-an Knight Rider. Untuk "nuansa mendunia, non-nasional", ia mendorong agar model Jepang keturunan Amerika Serikat Kiko Mizuhara menjadi pemeran utama wanita dalam video tersebut.[62]
Video tersebut ditayangkan perdana pada 10 Maret 2017, di saluran Vevo the Weeknd.[62] Video ini menampilkan the Weeknd dan Mizuhara sebaagi pasangan romantis, dengan Daft Punk muncul di akhir video.[62] Menulis untuk iHeartRadio, Trey Taylor mencatat bahwa beberapa adegan dalam video tersebut memiliki kemiripan dengan video musik untuk lagu Michael Jackson, khususnya untuk single tahun 1982, "Billie Jean". Taylor lebih lanjut mencatat bahwa video ini terinspirasi dari film 2001: A Space Odyssey (1968) dan Terminator 2: Judgment Day (1991).[63]
Sinopsis
Video tersebut menampilkan the Weeknd menari di planet yang sepi, sambil menunggu seorang wanita yang terkubur dalam batu untuk kembali hidup. Saat ia menari, ia tiba-tiba muncul dalam bentuk bercahaya,[62] dan menyaksikan matahari terbenam dan bintang jatuh bersama,[64] hingga ia kembali ke wujud batunya setelah gerhana. Yang membuat the Weeknd ngeri, ia hancur. Setelah melihat ular hitam muncu dari reruntuhan, the Weeknd mencoba meraihnya, sebelum dirinya sendiri berubah menjadi batu. Setelah ia terkikis dan tertutup salju, Daft Punk muncul, beperan sebagai penjelajah berjubah yang menemukan sisa-sisa tubuh the Weeknd.[65]
Penampilan langsung
The Weeknd menampilkan "I Feel It Coming" untuk pertama kalinya pada 24 November 2016, sebagai medley dengan "Starboy" di The Tonight Show Starring Jimmy Fallon.[66] Lagu ini ditampilkan pada malam berikutnya di iHeartRadio Canada Jingle Ball.[67] Pada 12 Februari 2017, ia menampilkan lagu ini bersama Daft Punk di Grammy Awards 2017. Untuk penampilan tersebut, Daft Punk memasuki panggung yang digambarkan oleh Elias Leight dari Rolling Stone sebagai "tertutupi dengan formasi es palsu", dengan the Weeknd menggunakan isyarat tangan, meminimalkan gerakannya.[68] Lagu ini termasuk dalam daftar lagu untuk tiga tur konser the Weeknd: Starboy: Legend of the Fall Tour (2017),[69]Asia Tour (2018)[a] dan After Hours til Dawn Tour (2022–2023).[74]
Pada 4 November 2017, the Weeknd menampilkan lagu tersebut di NRJ Music Awards.[75] Lagu tersebut termasuk dalam daftar lagu untuk penampilan utamanya di Coachella Valley Music and Arts Festival pada tahun 2018 dan 2022.[76][77] Ia menampilkan lagu tersebut selama penampilannya di berbagai festival sepanang tahun 2018, seperti Mawazine Music Festival,[78] Life Is Beautiful Music & Art Festival,[79] dan Global Citizen Festival.[80] Pada 7 Februari 2021, lagu tersebut termasuk dalam daftar lagu the Weeknd di penampilan setengah waktu Super Bowl LV.[81]
12Fu, Eddie (16 Februari 2023). "The Weeknd's 10 Best Songs". Consequence]]. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Maret 2023. Diakses tanggal 27 Januari 2024.
↑Carmichael, Emma (13 Desember 2016). "The 101 Best Songs of 2016". Spin. Diarsipkan dari asli tanggal 5 November 2021. Diakses tanggal 17 Maret 2024.
↑"TÓNLISTINN – LÖG – 2017" (dalam bahasa Icelandic). Plötutíðindi. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Januari 2021. Diakses tanggal July 16, 2021. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)