Hydrangea quercifolia, dikenal sebagai bunga bokor berdaun ek, merupakan spesies tanaman berbunga dari keluarga Hydrangeaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah tenggara Amerika Serikat, tumbuh alami di hutan-hutan mulai dari Carolina Utara bagian barat hingga Tennessee, dan ke arah selatan mencapai Florida serta Louisiana. Semak gugur ini memiliki malai bunga putih yang mencolok dan banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias, dengan beragam kultivar yang tersedia di pasaran. Nama spesiesnya berasal dari gabungan kata bahasa Latin quercus (ek) dan folium (daun), yang merujuk pada bentuk daunnya yang menyerupai daun ek, meskipun secara kekerabatan tidak memiliki hubungan dekat dengan genus Quercus.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Hydrangea quercifolia | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Asteridae |
| Ordo: | Cornales |
| Famili: | Hydrangeaceae |
| Genus: | Hydrangea |
| Spesies: | H. quercifolia |
| Nama binomial | |
| Hydrangea quercifolia | |
Hydrangea quercifolia, dikenal sebagai bunga bokor berdaun ek, merupakan spesies tanaman berbunga dari keluarga Hydrangeaceae. Tanaman ini berasal dari wilayah tenggara Amerika Serikat, tumbuh alami di hutan-hutan mulai dari Carolina Utara bagian barat hingga Tennessee, dan ke arah selatan mencapai Florida serta Louisiana. Semak gugur ini memiliki malai bunga putih yang mencolok dan banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias, dengan beragam kultivar yang tersedia di pasaran. Nama spesiesnya berasal dari gabungan kata bahasa Latin quercus (ek) dan folium (daun), yang merujuk pada bentuk daunnya yang menyerupai daun ek, meskipun secara kekerabatan tidak memiliki hubungan dekat dengan genus Quercus.[2][3]
Hydrangea quercifolia merupakan semak gugur bertekstur kasar yang umumnya mencapai tinggi 3–12 kaki (0,91–3,66 m) dengan tajuk yang terbuka. Tanaman ini mampu menghasilkan tunas baru dari stolon bawah tanah, sehingga sering berkembang membentuk koloni. Batang mudanya memiliki kulit coklat muda dengan tekstur lembut menyerupai kain flanel, sementara batang yang lebih tua memperlihatkan kulit berwarna kayu manis hingga tan-oranye yang menarik, yang mengelupas dalam serpihan tipis.[3]
Malai bunganya tumbuh tegak di ujung cabang, berukuran 6–12 inci (15,2–30,5 cm) panjang dan 3–5 inci (7,6–12,7 cm) lebar. Warnanya bermula dari putih krem, kemudian berubah menjadi merah muda, dan akhirnya kecoklatan seperti kertas kering pada musim gugur dan musim dingin. Tidak seperti Hydrangea macrophylla, warna bunganya tidak terpengaruh oleh pH tanah, tetapi berubah secara bertahap sepanjang musim tanam, yaitu dari hijau pucat saat muncul, lalu menjadi putih cerah sebelum menua menjadi merah muda atau coklat, bergantung pada kultivar. Bersama Hydrangea paniculata, spesies ini merupakan satu-satunya dalam genus Hydrangea yang memiliki gugusan bunga berbentuk kerucut (malai), sementara spesies lain membentuk kelompok bunga bulat atau datar berupa bunga payung.[4][5]
Benih H. quercifolia berukuran sangat kecil, sekitar 0,6 mm panjangnya, dengan berat seribu biji sekitar 0,0356 g. Warna biji berkisar dari coklat muda hingga coklat tua, dengan guratan memanjang, dan bentuknya elipsoid hingga bulat telur. Benihnya memiliki perilaku penyimpanan ortodoks, memungkinkan disimpan lama pada kondisi sejuk. Selama tidak mengering setelah disemai, benih biasanya berkecambah dalam 7–14 hari.[6][7]
Hydrangea quercifolia berasal dari wilayah tenggara Amerika Serikat yang meliputi Alabama, Florida, Georgia bagian barat, Louisiana bagian timur, Mississippi, Carolina Utara, Carolina Selatan, dan Tennessee, tetapi kini telah dinaturalisasi di sejumlah daerah lain di AS dan banyak dibudidayakan di berbagai negara. Di habitat alaminya, spesies ini tumbuh pada beragam lingkungan, tetapi hampir selalu ditemukan di lereng yang teduh dan memiliki drainase baik. Tanaman ini kerap menghuni tepi sungai, tebing, hingga singkapan berbatu. Kemampuannya untuk berkembang di tanah berkapur maupun pada tanah aluvial yang dalam menunjukkan bahwa spesies ini memiliki toleransi yang luas terhadap jenis substrat, selama kondisi tanah tidak tergenang.[8][4]