Husnan Bey Fananie adalah seorang diplomat Indonesia kelahiran Jakarta yang menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan dari 13 Januari 2016 sampai Juli 2020. Ia menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo serta menamatkan pendidikan S1, S2, dan S3 berturut-turut di Universitas Punjab, Lahore, Pakistan; Universitas Leiden, Belanda dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada tahun 2016, ia menerbitkan buku antologi puisi berjudul Ranahku Kasihku. Ia menikah dengan Dian Sarastien Indah dan memiliki dua anak, Kifah Gibraltar Bey Fananie dan Rumi Cahaya Nurani Bey Fananie.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 13 November 1967 Jakarta |
| Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan | |
| 13 Januari 2016 – Juli 2020 – Hildi Hamid → | |
| Anggota DPR-RI | |
| 26 Juni 2012 – 30 September 2014 ← Amin Suparmin Masa parlemen: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2009-2014 Daerah pemilihan: Jawa Barat III Terpilih dalam: Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2009 | |
| Data pribadi | |
| Agama | Islam |
| Pendidikan | Universitas Punjab Universitas Leiden |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | diplomat, politikus |
| Partai politik | Partai Persatuan Pembangunan |
| Keluarga | |
| Kerabat | Zainudin Fananie (kakek) |
Husnan Bey Fananie (lahir 13 November 1967) adalah seorang diplomat Indonesia kelahiran Jakarta yang menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan dari 13 Januari 2016 sampai Juli 2020.[1][2][3] Ia menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo serta menamatkan pendidikan S1, S2, dan S3 berturut-turut di Universitas Punjab, Lahore, Pakistan; Universitas Leiden, Belanda dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada tahun 2016, ia menerbitkan buku antologi puisi berjudul Ranahku Kasihku. Ia menikah dengan Dian Sarastien Indah dan memiliki dua anak, Kifah Gibraltar Bey Fananie dan Rumi Cahaya Nurani Bey Fananie.[4]