Husein Bawafie adalah seniman dan sekaligus salah satu tokoh pembaharu musik Melayu atau dangdut Indonesia. Dari karya-karyanya, ia mengubah watak lagu-lagu Melayu Jakarta menjadi musik Melayu yang lebih dinamis dan struktur lirik dan lagu yang lebih bebas. Ia merupakan pemimpin Orkes Melayu Chandralela, yang memunculkan Ellya Khadam dan Elvy Sukaesih.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Husein Bawafie adalah seniman dan sekaligus salah satu tokoh pembaharu musik Melayu atau dangdut Indonesia. Dari karya-karyanya, ia mengubah watak lagu-lagu Melayu Jakarta menjadi musik Melayu yang lebih dinamis dan struktur lirik dan lagu yang lebih bebas (tidak lagi berpantun atau puisi lama lainnya). Ia merupakan pemimpin Orkes Melayu Chandralela, yang memunculkan Ellya Khadam dan Elvy Sukaesih.
Dari tangannya telah tercipta lebih dari 200 lagu, salah satunya adalah Seroja dan Ikan Dalam (Beliau lahir tahun 1919 dan meninggal dunia tahun 2000) disampaikan oleh Eldiyanto Zainuddin Amin
Biografi
Kehidupan Awal
Hussein Bawafie dilahirkan dan dibesarkan di tengah lingkungan keluarga Betawi yang kental di Gang Lontar, sebuah wilayah yang sejak lama dipenuhi oleh komunitas Arab Betawi di Tanah Abang, Jakarta.[1]
Pendidikan awalnya dia tempuh di sekolah Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Sekolah yang dirintis oleh tokoh Gerakan Pembaharuan Islam, Syaikh Ahmad Surkati, ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga awal dari perjalanan menuju pemahaman yang mendalam tentang Islam dan kebudayaan Betawi. Dengan landasan pendidikan yang kokoh, Hussein Bawafie membawa semangat perubahan dalam setiap alunan musiknya, menciptakan warisan yang abadi dalam sejarah musik Indonesia.
Di balik tembok Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Gang Solang, Jakarta, terdapat jejak-jejak gemilang para seniman Melayu yang menorehkan kisahnya di atas lembaran sejarah. Hussein Bawafie, bersama dengan sesama seniman seperti M. Mashabi, Munif Bahasuan, dan Lutfi Mashabi, menjalani masa-masa pendidikan yang berharga di almamater yang sama. Mereka bukan hanya belajar, tetapi juga tumbuh dan berkembang di lingkungan yang penuh dengan semangat dan keberagaman.