Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hou Yi

Hou Yi seorang pemanah legendaris dalam mitologi Tiongkok. Ia juga dikenal dengan nama Shen Yi serta sering disebut secara singkat sebagai Yi (羿). Dalam berbagai kisah, ia kerap diberi gelar “Pemanah Agung” atau “Penguasa Pemanah”.

Wikipedia article
Diperbarui 14 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hou Yi
"Houyi" beralih ke halaman ini. Untuk topik lain, lihat Houyi (disambiguasi).
Hou Yi

Houyi, seperti yang digambarkan dalam Xiao Yuncong's Illustrated 'Inquiry of the Heavens' (蕭雲從天問圖code: zh is deprecated ), diterbitkan tahun 1645
Hanzi: 后羿code: zh is deprecated
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Hòu Yì
- Wade-Giles: Hou4-i4
Min Nan
- Romanisasi POJ: Hō͘-gē
Yue (Kantonis)
- Jyutping: hau6 ngai6

Hou Yi (Hanzi: 后羿) seorang pemanah legendaris dalam mitologi Tiongkok. Ia juga dikenal dengan nama Shen Yi serta sering disebut secara singkat sebagai Yi (羿). Dalam berbagai kisah, ia kerap diberi gelar “Pemanah Agung” atau “Penguasa Pemanah”.

Dalam beberapa versi legenda, Hou Yi digambarkan sebagai dewa panahan atau seorang xian (makhluk abadi)[1] yang turun dari langit untuk menolong umat manusia. Namun, dalam versi lain, ia digambarkan sebagai sosok setengah ilahi atau bahkan sepenuhnya manusia biasa. Istrinya, Chang’e, dikenal sebagai salah satu dewi yang berkaitan dengan bulan dalam mitologi Tiongkok.[2]

Latar belakang

Dalam mitologi Tiongkok, dikisahkan bahwa pada mulanya terdapat sepuluh matahari. Dalam beberapa versi, matahari-matahari ini disebut sebagai putra atau cucu Kaisar Giok. Awalnya, kesepuluh matahari melintasi langit secara bergantian satu per satu. Namun, pada suatu hari mereka memutuskan untuk muncul bersamaan agar dapat bermain bersama, sehingga membakar bumi dengan panas yang berlebihan.

Hou Yi kemudian ditugaskan oleh Kaisar Yao—dalam beberapa versi disebut Kaisar Giok—untuk mengendalikan matahari-matahari tersebut. Mula-mula Hou Yi berusaha menasihati mereka. Ketika upaya itu gagal, ia berpura-pura membidikkan busurnya untuk menakut-nakuti mereka. Namun, karena matahari tetap tidak mengindahkan peringatannya, Hou Yi mulai menembakkan panahnya satu per satu. Setiap matahari yang jatuh berubah menjadi burung gagak berkaki tiga. Akhirnya, hanya tersisa satu matahari. Kaisar Yao bersama ibu sang matahari, Xihe, memohon agar matahari terakhir itu diselamatkan demi kelangsungan hidup manusia.[3]

Dalam versi lain, panah terakhir Hou Yi diceritakan dicuri, baik oleh seorang anak pemberani maupun oleh Kaisar Yao sendiri, yang menyadari bahwa dunia tetap membutuhkan satu matahari.[4][5]

Referensi

  • Hou Yi. (n.d.). Mythopedia. Retrieved April 14, 2023, from Hou Yi
  1. ↑ Ni, Xueting C. (2023). Chinese Myths: From Cosmology and Folklore to Gods and Immortals. London: Amber Books. hlm. 132. ISBN 978-1-83886-263-3.
  2. ↑ "Hou Yi". Encyclopedia Britannica.
  3. ↑ Walls, Jan (1984). Classical Chinese Myths. Joint Publishing Co. hlm. 68–69.
  4. ↑ Bartlett, Sarah (2009). The Mythology Bible: The Definitive Guide to Legendary Tales. Sterling. ISBN 9781402770029.
  5. ↑ "Hou Yi Shooting the Sun". November 2009.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Referensi

Artikel Terkait

Chang'e

indo

Hou Yu-ih

Hou You-yi (Hanzi: 侯友宜; Pinyin: Hóu Yǒuyí; lahir 7 Juni 1957), juga diromanisasikan menjadi Hou Yu-ih, adalah seorang politikus asal Taiwan. Ia menjabat

Mitologi Tiongkok

Karena jasanya Hou Yi dianugerahi ramuan panjang umur yang akhirnya diminum oleh Chang'e. Versi lain mengatakan seorang abdi Hou Yi iri akan pencapaian

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026