Hossein Sheikholeslam adalah seorang politikus konservatif dan diplomat asal Iran yang menjadi penasehat menlu Javad Zarif. Ia juga merupakan anggota Parlemen Islam Iran Ketujuh dan sebelumnya dubes Iran untuk Suriah. Sheikholeslam adalah Asisten Jurubicara parlemen Ali Larijani untuk Urusan Internasional. Sheikholeslam adalah salah satu pelajar/militan yang mengambil sandera Amerika pada krisis sandera Iran.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hossein Sheikholeslam | |
|---|---|
Hossein Sheikholeslam pada 2020 | |
| Anggota Parlemen Iran | |
| Masa jabatan 28 Mei 2004 – 28 Mei 2008 | |
| Daerah pemilihan | Tehran, Rey, Shemiranat dan Eslamshahr |
| Mayoritas | 524.568 (26.60%) |
| Duta Besar Iran untuk Suriah | |
| Masa jabatan Juli 1998 – 31 Oktober 2003 | |
| Presiden | Mohammad Khatami |
Pendahulu Mohammad Hassan Akhtari Pengganti Mohammad Reza Bagheri | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 29 November 1952 Isfahan, Negara Kekaisaran Iran |
| Meninggal | 5 Maret 2020(2020-03-05) (umur 67) Tehran, Iran |
| Sebab kematian | COVID-19 |
| Kebangsaan | Iran |
| Partai politik | Islamic Society of Engineers |
| Afiliasi politik lainnya | Voice of Nation (2012, 2016) Principlists Pervasive Coalition (2008) Alliance of Builders of Islamic Iran (2004) Muslim Student Followers of the Imam's Line (1979–1981) |
| Almamater | Universitas Shahid Beheshti Universitas California, Berkeley |
|
| |
Hossein Sheikholeslam (bahasa Persia: حسین شیخالاسلامcode: fa is deprecated ; 29 November 1952 – 5 Maret 2020) adalah seorang politikus konservatif dan diplomat asal Iran yang menjadi penasehat menlu Javad Zarif.[1][2] Ia juga merupakan anggota Parlemen Islam Iran Ketujuh[3] dan sebelumnya dubes Iran untuk Suriah.[4]
Sheikholeslam adalah Asisten Jurubicara parlemen Ali Larijani untuk Urusan Internasional.
Sheikholeslam adalah salah satu pelajar/militan yang mengambil sandera Amerika pada krisis sandera Iran.[5]
Sheikholeslam wafat akibat penyakit koronavirus 2019 pada 5 Maret 2020.[6][7]
Pada tahun 2014, Sheikholeslam menyatakan bahwa "masalah penghancuran Israel itu penting, apa pun metodenya," dan menekankan bahwa Iran akan "menerapkan strategi Imam Ruhollah Khomeini dan Pemimpin [Ali Khamenei] mengenai masalah penghancuran Zionis." Sheikholeslam memperingatkan bahwa "kawasan ini tidak akan tenang selama Israel masih ada di dalamnya."[8]