Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Honda Astrea Grand

Honda Astrea Grand adalah sepeda motor 4-tak yang juga dikenal dengan nama Honda Grand dan Supercub100. Sepeda motor ini dikembangkan untuk menyempurnakan Honda Astrea Prima yang memiliki mesin 97cc (100) berkode C100, serta menggunakan rem tromol di depan dan belakang. Hal yang berubah dari Astrea Prima adalah yang pertama dari spul lampu menggunakan gulungan tembaga bervoltase 12 V, sehingga mengubah kapasitas aki menjadi 12 Volt, kemudian main jet dan pilot jet di ubah ke ukuran 36/72 sehingga lebih bertenaga namun masih irit, suspensi belakang teleskopik, cover body membulat, batok kepala terbuka ke arah depan, tidak seperti pendahulunya yang terbuka atas dan bawah, sayap melengkung dan bentuk lampu aerodinamis menciptakan kesan klasik antik yang tak lekang oleh waktu.

Wikipedia article
Diperbarui 2 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Honda Astrea Grand
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Honda Astrea Grand" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.

Honda Astrea Grand adalah sepeda motor 4-tak yang juga dikenal dengan nama Honda Grand dan Supercub100. Sepeda motor ini dikembangkan untuk menyempurnakan Honda Astrea Prima yang memiliki mesin 97cc (100) berkode C100, serta menggunakan rem tromol di depan dan belakang. Hal yang berubah dari Astrea Prima adalah yang pertama dari spul lampu menggunakan gulungan tembaga bervoltase 12 V, sehingga mengubah kapasitas aki menjadi 12 Volt, kemudian main jet dan pilot jet di ubah ke ukuran 36/72 sehingga lebih bertenaga namun masih irit, suspensi belakang teleskopik, cover body membulat, batok kepala terbuka ke arah depan, tidak seperti pendahulunya yang terbuka atas dan bawah, sayap melengkung dan bentuk lampu aerodinamis menciptakan kesan klasik antik yang tak lekang oleh waktu.

Sepeda motor ini terkenal karena efisiensi bahan bakar yang irit dan kualitasnya yg terbaik pada zamannya. Rivalnya seperti Suzuki Tornado dan Yamaha Alfa masih setia dengan mesin 2 Tak. Menurut pengguna motor ini[siapa?]mengatakan: “Walaupun dengan CC yg kecil tetapi mampu menempuh 95 km per liter dengan kecepatan standar (45 km/h)”.

Sepeda motor ini diproduksi dari tahun 1991 sampai dengan awal 1997 kemudian digantikan oleh Astrea Supra dengan struktur rangka yang berbeda namun spesifikasi mesin sama, yang membedakan adalah ukuran main jet dan pilot jet dengan ukuran 38/72. Penjualan Astrea grand mencapai rekor muri 5.000.000 unit pada tahun 1995. Pada masa produksinya, Astrea Prima masih di produksi untuk menyasar konsumen yang masih terpikat oleh desain era 80 an.

Setelah krisis ekonomi tahun 1998, PT Astra Honda Motor memproduksi Honda Astrea Legenda, dengan komposisi bahan dan mesin yang sedikit berbeda dari Astrea Grand. Perbedaanya meliputi dudukan spul lampu, lebar spul lampu, ukuran magnet, panjang langkah piston, ukuran blok mesin, diameter piston, bahan blok mesin dari aluminium, posisi dudukan kopling otomatis. Spesifikasi ini sebelumnya sudah diterapkan pada Honda Supra Fit yang merupakan versi terjangkau dari Honda Supra X dan masih menggunakan tromol. Selebihnya antara Astrea Legenda dan Astrea Grand memiliki perbedaan estetika saja seperti penggunaan mika bening pada lampu sein depan dan belakang, untuk cover body masih bisa menggunakan Astrea Grand 1994-1997. Kemudian pada akhir tahun 2002 diluncurkan Honda Astrea Legenda 2 yang mengubah desain headlamp membesar, batok kepala sedikit melengkung dan merupakan awal motor bebek menggunakan dua soket lampu utama, walaupun sebetulnya lampu utama yang ditambahkan masih berupa bohlam tancap yang sama fungsinya dengan lampu sein. Kemudian ukuran mika lampu sein juga membesar, sudutnya melebar seperti kelopak mata manusia. Selain itu ada ubahan desain font pada speedometer menjadi lebih mengecil namun menciptakan kesan modern seperti spidometer digital, padahal masih analog. Ubahan selanjutnya adalah elemen refleksi kristal pada alur desain mika sein depan dan belakang, menciptakan pencahayaan yang lebih terang dan luas, meskipun pada saat itu belum ada teknologi lampu LED. Astrea Legenda 2 ini hanya bertahan sampai tahun 2004 dikarenakan selera pasar yang sudah berubah. Trand penggunaan motor Astrea series ini kembali marak setelah konten kreator Gofar Hilman membeli motor Honda Astrea Grand dan merestorasi motor itu sampai selayaknya motor baru yang baru keluar dari dealer pada tahun 2014. Trend ini hampir menyamai para pecinta C70 series dan vespa. Banyak anak muda yang tertarik untuk restorasi baik dengan gaya oem look maupun modern look. Trend ini bertahan sampai awal tahun 2025. Banyak pengguna Astrea Legenda yang latah ingin mengubah tampilan motornya ke Honda Astrea Grand Bulus yang menjadi cikal bakal kesuksesan penjualan Honda Astrea di Indonesia. Keunikan Honda Astrea Grand Bulus adalah bentuk stoplamp yang rata tanpa dudukan lampu sabit tambahan di atasnya, yang mana lampu sabit ini baru diperkenalkan pada tahun 1994. Kemudian ciri khas lainnya adalah penggunaan sayap berwarna putih gading yang hanya tersedia di tahun 1991-1993 saja karena setelah itu lebih dominan sayap hitam. Banyak pilihan suku cadang, dari yang original AHM, Aspira, Federal sampai aftermarket untuk Honda Astrea Series, hal ini juga yang mempermudah akses restorasi bagi semua kalangan sehingga tidak merasa terbebani dengan perubahan teknologi dan zaman.

Honda Astrea Grand
Di sebelah kiri, Astrea Honda Grand dengan striping hijau dan body berwarna hitam
Astrea Grand (kiri) dengan striping hijau dan bodi berwarna hitam, bersama dengan Astrea Star (tengah) dan Yamaha Vega ZR (kanan)
Informasi
Produsen Astra Honda Motor Indonesia
Juga disebut Astrea Grand Bulus (1991-1993), Astrea Grand Sabit (1994-1996), Honda ex5, Demak EX90, Aveta Dayang DY90, Aveta DY115 (Malaysia), Supercub100, Honda Dream C100N (Thailand dan Vietnam)
Masa produksi 1991-1997
Model untuk tahun 1991-1993 (Astrea Grand Bulus), 1994-1996 (Astrea Grand Sabit), model tetap dilanjutkan pada produksi Honda Astrea Impressa (1997-2000) hingga Honda Astrea Legenda 1 & 2 (2001-2003), meskipun pada Astrea Legenda 2 terdapat sedikit perubahan pada bagian lampu depan
Perakitan Indonesia: Astra Honda Motor (Cikarang, Bekasi, Jawa Barat)
Perancang Astra Honda Motor
Bodi & rangka
Kelas Sepeda motor bebek, Moped
Bentuk kerangka
  • Rangka Monokok
Motor terkait Honda Astrea Grand
Penyalur daya
Mesin
  • 97,1 cc (59,2 cu in) silinder-tunggal, berpendingin udara, 2-katup, SOHC (1991-1993)
Bore × stroke 50.3mm × 49.5mm
Kecepatan tertinggi 64,2 mph (103,4 km/h)
Rem Tromol (depan), Tromol (belakang)
Sistem transmisi Rotari, 4-percepatan
Suspensi Depan: Teleskopik

Belakang: Lengan ayun

Dimensi
Jarak sumbu roda 1203 mm
Panjang 1845 mm
Kapasitas bahan bakar 2,3 Liter (Bensin beroktan 88)
Kronologi
Pendahulu Astrea Prima
Penerus Honda Astrea Supra, Honda Astrea Impressa, Honda Astrea Legenda 1 dan 2

Lihat pula

Varian Astrea lain yang serupa:

  • Astrea Legenda 1
  • Astrea Star
  • Honda Supra X
  • Astrea Impressa
  • Honda Revo

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik sepeda motor ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026