Hippolyte Taine adalah seorang filsuf dan sejarawan terkemuka di akhir abad 29 di Prancis,, guru besar filsafat di Nevers, di Sekolah École des Beaux-Arts. Bahan-bahan kuliahnya dikumpulkannya dan dibukukan dengan judul Philosophie de l'art. Filsafat dari Taine memang banyak membahas tentang seni, yang menurutnya sangat ditentukan oleh ras atau bangsa, lingkungan (lillie) dan momen. Pemikiran cemerlangnya dituangkan dalam karya Historie de la littérature anglaise yang dilengkapi dengan pendahuluan yang menunjukkan kecakapannya. Sebagai ahli dalam berpikir, ia bercorak positivis dan terpengaruh oleh August Comte dan Stuart Mill. Selain itu tampak ia juga dipengaruhi oleh Baruch Spinoza dan Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Bersama Renan, ia menjadi pemimpin terkemuka generasi tahun 1860. Teorinya bersifat determenistik yang saat ini sudah jarang dipakai. Taine mulai mengajar di École pada tahun 1864 sebagai profesor seni, ia banyak digemari oleh mahasiswanya. Ia mengkritik paradigma berpikir orang Prancis yang kala itu cukup emosional, beraura menghakimi, dan hanya berpikir dengan analisis rasional. Ia memang mewacanakan pandangan tentang seni sebagai salah satu sudut pandang dalam bersikap. Disertasinya membahas tentang puisi, berjudul La Fontaina ketika ia berumur 21 tahun.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hippolyte Taine (lahir di Vouziers, Ardennes 21 April 1821; meninggal di Paris 5 Maret 1893) adalah seorang filsuf dan sejarawan terkemuka di akhir abad 29 di Prancis,, guru besar filsafat di Nevers, di Sekolah École des Beaux-Arts.[1][2] Bahan-bahan kuliahnya dikumpulkannya dan dibukukan dengan judul Philosophie de l'art. Filsafat dari Taine memang banyak membahas tentang seni, yang menurutnya sangat ditentukan oleh ras atau bangsa, lingkungan (lillie) dan momen.[1] Pemikiran cemerlangnya dituangkan dalam karya Historie de la littérature anglaise yang dilengkapi dengan pendahuluan yang menunjukkan kecakapannya.[1] Sebagai ahli dalam berpikir, ia bercorak positivis dan terpengaruh oleh August Comte dan Stuart Mill.[1] Selain itu tampak ia juga dipengaruhi oleh Baruch Spinoza dan Georg Wilhelm Friedrich Hegel.[1] Bersama Renan, ia menjadi pemimpin terkemuka generasi tahun 1860.[1] Teorinya bersifat determenistik yang saat ini sudah jarang dipakai.[1] Taine mulai mengajar di École pada tahun 1864 sebagai profesor seni, ia banyak digemari oleh mahasiswanya.[2] Ia mengkritik paradigma berpikir orang Prancis yang kala itu cukup emosional, beraura menghakimi, dan hanya berpikir dengan analisis rasional.[2] Ia memang mewacanakan pandangan tentang seni sebagai salah satu sudut pandang dalam bersikap. Disertasinya membahas tentang puisi, berjudul La Fontaina (tahun 1853) ketika ia berumur 21 tahun.[2]
Beberapa karyanya yang lain di antaranya,[2]