Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hiperplasia prostat jinak

Hiperplasia prostat jinak atau pembesaran prostat jinak adalah suatu kondisi ketika kelenjar prostat mengalami pembengkakan yang bukan kanker. Gejala-gejalanya dapat berupa sering ingin buang air kecil, kesulitan untuk mulai buang air kecil, aliran urin yang tersendat, ketidakmampuan untuk buang air kecil, dan hilangnya kendali atas kandung kemih.

Wikipedia article
Diperbarui 9 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hiperplasia prostat jinak
Hiperplasia prostat jinak
Diagram prostat yang normal (kiri) dan hiperplasia prostat jinak (kanan)
SpesialisasiUrologi
Awitan umumUmur lebih dari 40[1]
PenyebabTidak jelas[1]
Faktor risikoSejarah kemunculan kondisi pada keluarga, kegemukan, diabetes tipe 2, jarang olahraga, disfungsi ereksi[1]
PengobatanMengubah gaya hidup, obat-obatan, sejumlah prosedur, operasi[1][2]
Frekuensi105 juta di seluruh dunia (2015)[3]

Hiperplasia prostat jinak atau pembesaran prostat jinak (bahasa Inggris: benign prostatic hyperplasiacode: en is deprecated , disingkat BPH) adalah suatu kondisi ketika kelenjar prostat mengalami pembengkakan yang bukan kanker.[1] Gejala-gejalanya dapat berupa sering ingin buang air kecil (khususnya pada malam hari), kesulitan untuk mulai buang air kecil, aliran urin yang tersendat, ketidakmampuan untuk buang air kecil, dan hilangnya kendali atas kandung kemih.[1]

Penyebab kondis ini tidak diketahui.[1] Faktor risiko meliputi sejarah kemunculan kondisi pada keluarga, kegemukan, diabetes tipe 2, jarang olahraga, dan disfungsi ereksi.[1] Obat-obatan seperti pseudoefedrin, antikolinergik, dan penghambat kanal kalsium dapat memperburuk gejalanya.[2] Mekanisme yang memicu kondisi ini adalah prostat yang menekan uretra, sehingga sulit untuk mengeluarkan urin dari kandung kemih.[1]

Cara mengobatinya adalah dengan mengubah gaya hidup, obat-obatan, sejumlah prosedur, dan operasi.[1][2]

Terdapat sekitar 105 juta orang di seluruh dunia yang terkena hiperplasia prostat jinak.[3] Kondisi ini biasanya mulai muncul pada usia 40.[1] Setengah laki-laki berumur 50 atau lebih terserang kondisi ini.[2] Setelah umur 80, terdapat sekitar 90% laki-laki yang mengidap hiperplasia prostat jinak.[1] Walaupun kadar prostat spesifik antigen dapat naik pada laki-laki yang mengidap kondisi ini, risiko kanker prostat tidak akan bertambah.[4]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "Prostate Enlargement (Benign Prostatic Hyperplasia)". NIDDK. September 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Oktober 2017. Diakses tanggal 19 Oktober 2017.
  2. 1 2 3 4 Kim, EH; Larson, JA; Andriole, GL (2016). "Management of Benign Prostatic Hyperplasia". Annual Review of Medicine (Review). 67: 137–51. doi:10.1146/annurev-med-063014-123902. PMID 26331999.
  3. 1 2 GBD 2015 Disease and Injury Incidence and Prevalence, Collaborators. (8 October 2016). "Global, regional, and national incidence, prevalence, and years lived with disability for 310 diseases and injuries, 1990–2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet. 388 (10053): 1545–1602. doi:10.1016/S0140-6736(16)31678-6. PMC 5055577. PMID 27733282. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  4. ↑ Chang, RT; Kirby, R; Challacombe, BJ (Apr 2012). "Is there a link between BPH and prostate cancer?". Practitioner. 256: 13–6, 2. PMID 22792684.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Latvia
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki

Artikel Terkait

Tumor jinak

Penyakit proliferasi sel yang menyebabkan pertumbuhan abnormal pada tubuh yang tidak memiliki kemampuan untuk bermetastasis

Penghalang alfa

sejumlah kecil penyakit seperti hipertensi, sindrom Raynaud, hiperplasia prostat jinak (BPH), dan disfungsi ereksi. Secara umum, pengobatan ini berfungsi

Dutasterid

senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026