Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hiperinflasi Tiongkok

Hiperinflasi Tiongkok adalah inflasi ekstrim yang timbul di Tiongkok pada akhir 1930an, yang meluas sampai Taiwan setelah Jepang menyerah pada 1945, dan berakhir pada awal 1950an.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hiperinflasi Tiongkok
Hiperinflasi Tiongkok
Bagian dari Perang Saudara Tiongkok dan Perang Tiongkok-Jepang Kedua
Persiapan pembayaran upah di Tiongkok pada 1940an
TanggalAkhir 1930an sampai awal 1950an
LokasiTiongkok daratan
(meluas sampai Taiwan pada 1945)
Penyebab
  • Monopolis negara terhadap suplai uang sejak reformasi mata uang 1935
  • Pengeluaran defisit
  • Pengelolaan keuangan yang buruk dan korupsi
  • Kegagalan militer Nasionalis

Hiperinflasi Tiongkok adalah inflasi ekstrim yang timbul di Tiongkok pada akhir 1930an,[1] yang meluas sampai Taiwan setelah Jepang menyerah pada 1945, dan berakhir pada awal 1950an.[2]

Setelah arus keluar spekulatif signifikan terhadap perak fisik Tiongkok ke Amerika Serikat karena UU Penjualan Perak 1934 oleh pemerintah Roosevelt mengakibatkan pendapatan perak tak mencukupi dibandingkan dengan uang kertas yang dikeluarkan, dalam reformasi mata uang 1935, pemerintah Nasionalis Tiongkok meninggalkan standar perak tradisional dan memperkenalkan uang kertasnya sendiri, Mata Uang Nasional Tiongkok.[1] Namun, mata uang tersebut dikeluarkan tanpa kredit yang seharusnya atau cadangan yang cukup. Tindakan pemerintahan Nasionalis terhadap pengeluaran defisit berujung pada ekspansi moneter yang tak terkendali, menghasilkan depresiasi mata uang yang cepat. Keadaan tersebut diperparah oleh beban keuangan Perang Tiongkok-Jepang Kedua dan kemudian Perang Saudara Tiongkok.[3] Untuk mengendalikan kenaikan harga, pemerintah berupaya memperkenalkan mata yang baru, bernama yuan emas Tiongkok (GY) pada 1948,[4] bersama dengan pengendalian harga dan upah, yang menyebabkan ketidaksesuaian karena korupsi yang merebak dan kegagalan administratif.

Hiperinflasi mengikis dukungan populer terhadap Nasionalis di belahan Tiongkok, berkontribusi pada keruntuhan Republik Tiongkok di Tiongkok daratan.[5] Sebaliknya, kemampuan Komunis untuk mengendalikannya, membantu kenaikan kekuasaan mereka atas Tiongkok daratan.[6] Di Taiwan, Nasionalis kemudian merestorasi stabilitas keuangan memakai emas Tiongkok yang dibawa oleh mereka ke pulau tersebut pada masa penarikan dari daratan utama[7] dan dukungan keuangan Amerika.[8]

Referensi

Kutipan

  1. 1 2 Habegger, Jay (1988-09-01). "Origins of the Chinese Hyperinflation". Foundation for Economic Education. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-06-13. Diakses tanggal 2024-11-15.
  2. ↑
  3. ↑ Babcock, J. M.; Makinen, G. E. (1975). "The Chinese Hyperinflation Reexamined". Journal of Political Economy. 83 (6): 1259–1267. doi:10.1086/260394. ISSN 0022-3808. JSTOR 1830861. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-05-05. Diakses tanggal 2024-11-15.
  4. ↑ Ebeling, Richard M. (2020-07-05). "The Great Chinese Inflation: Inflation Undermined Popular Support Against Communism". Foundation for Economic Education. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-05-28. Diakses tanggal 2024-11-15.
  5. ↑ Reed, Lawrence W. (2022-05-11). "What China's Hyperinflation in the 1940s Can Teach Americans". Foundation for Economic Education.
  6. ↑
  7. ↑
  8. ↑

Sumber

  • Chang, Kia-Ngau (1958). The Inflationary Spiral: The Experience in China 1939–1950. Cambridge, MA: Technology Press of Massachusetts Institute of Technology. ISBN 9780262532181.
  • Chou, Shun-Hsin (1963). The Chinese Inflation, 1937-1949. New York, NY: Columbia University Press. ISBN 9780231892490.
  • Coble, Parks (2003). Chinese Capitalists in Japan's New Order: The Occupied Lower Yangzi, 1937-1945 (dalam bahasa Inggris). Berkeley, CA: University of California Press. ISBN 978-0-520-92829-9.
  • Coble, Parks M. (2023). The Collapse of Nationalist China: How Chiang Kai-shek Lost China's Civil War. Cambridge, UK: Cambridge University Press. ISBN 978-1-009-29761-5.
  • Stuart, John Leighton (1954). Fifty Years in China: The Memoirs of John Leighton Stuart, Missionary and Ambassador. New York, NY: Random House, Inc.

Bacaan tambahan

  • "One Hundred Yuan for A Grain: Grave Impact of Galloping Inflation (1946 - 1949)". Bank of China. 2008-09-26. Diakses tanggal 2024-11-17.
  • Tanous, Matthew (2020-09-07). "Hyperinflation in Civil War China". Mises Institute. Diakses tanggal 2024-11-17.
  • Montier, James (2013-02-15). Hyperinflations, Hysteria, and False Memories (PDF) (Report). GMO LLC. Diakses tanggal 2024-11-17.

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Kutipan
  3. Sumber
  4. Bacaan tambahan

Artikel Terkait

Hiperinflasi di Indonesia

Hiperinflasi Indonesia 1963-1966 adalah sebuah hiperinflasi yang terjadi di Indonesia pada akhir masa Orde Lama, tepatnya pada era Demokrasi Terpimpin

Hiperinflasi Tiongkok 1947-1949

Peristiwa bersejarah

Hiperinflasi di Zimbabwe

Hiperinflasi di Zimbabwe adalah sebuah masa di mana mata uang tidak stabil yang dimulai pada akhir 1990an tak lama setelah pencabutan kepemilikan lahan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026