Hind bin Abu Halah adalah seorang sahabat sekaligus anak tiri Muhammad dari Khadijah. Ia merupakan salah satu periwayat hadis yang dikenal pandai menggambarkan tampilan fisik dan perilaku Muhammad sebagai nabi dalam Islam. Hind bin Abu Halah meninggal pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib akibat terkena penyakit menular yang menjadi wabah di Basrah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Hind bin Abu Halah (bahasa Arab: هند بن أبي هالةcode: ar is deprecated ) adalah seorang sahabat sekaligus anak tiri Muhammad dari Khadijah. Ia merupakan salah satu periwayat hadis yang dikenal pandai menggambarkan tampilan fisik dan perilaku Muhammad sebagai nabi dalam Islam. Hind bin Abu Halah meninggal pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib akibat terkena penyakit menular yang menjadi wabah di Basrah.
Hind bin Abu Halah merupakan putra dari Khadijah dan Abu Halah.[1] Ayahnya berasal dari Bani Usaid. Ia memiliki saudara bernama Halah dan Zainab.[2][3] Abu Halah meninggal ketika Hind berusia tiga tahun.[1] Setelah Khadijah menikah dengan Muhammad, maka Hind bin Abu Halah menjadi salah satu anak tiri bagi Muhammad.[2] Karena itu, Hind bin Abu Halah juga menjadi saudara tiri bagi Fatimah bin Muhammad.[4] Kunya yang diberikan kepada Hind bin Abu Halah ialah Abu Abdullah.[5]
Hind bin Abu Halah merupakan salah satu anggota keluarga Muhammad yang menjadi muslim.[6] Ia merupakan salah seorang sahabat Muhammad.[7] Hind bin Abu Halah turut serta dalam dakwah Islam dan mengikuti semua peperangan bersama Muhammad.[1]
Menurut periwayatan hadis oleh Hasan bin Ali, Hind bin Abu Halah dikenal sebagai periwayat hadis yang sangat pandai dalam menggambarkan tentang penampilan fisik Muhammad.[8] Perincian tampilan fisik Muhammad oleh Hind bin Abu Halah diakui sangat telliti oleh para penduduk Basrah yang hidup sezaman dengannya.[4] Hind bin Abu Halah sering meriwayatkan perincian tentang wajah Muhammad kepada kalangan tabiin.[7] Hind bin Abu Halah juga dikenal pandai dalam menjelaskan tentang perilaku Muhammad sebagai nabi dalam Islam.[9] Hasan bin Ali meriwayatkan darinya tentang gaya berbicara Muhammad.yang selalu berbicara secara hati-hati, secukupnya dan selalu menekankan kehidupan akhirat.[10] Hind bin Abu Halah juga menjadi salah satu guru bagi Husain bin Ali dalam sanad qiraat Sab’'.[11]
Hind bin Abu Halah meninggal pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib dalam Kekhalifahan Rasyidin.[4] Ia meninggal karena penyakit menular yang menyebar dan menjadi wabah serta menewaskan sebanyak 70 ribu orang di Basrah.[6]