Hilda Winar adalah sastrawati berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal secara luas melalui karya-karyanya berupa puisi, fiksi mini, dan pantun yang dipublikasikan di berbagai surat kabar, dan terhimpun di sejumlah antologi. Walaupun kecintaannya lebih kepada bahasa daerah, tapi Hilda Winar justeru menerbitkan buku puisi dalam bahasa Indonesia-Inggris (Panyalai) agar bangsa lain dapat membaca dan mengerti. Bebebapa puisinya juga diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia dan terbit di Rusia, antara lain В ПОИСКАХ МЕЧТЫ, Victor A. Pogadaev, Klutch, Moscow 2016 atau Mencari Mimpi, Victor Pogadaev, HW Project, Jakarta 2016. Hilda juga menulis buku antologi puisi tunggal: Dari Titik Nol ke Kilometer Berikutnya, 2014, Panyalai, (2015) dan terangkum dalam Kumpulan Pantun Senandung Tanah Merah,, Antologi Puisi Klungkung, Ranah Tua, Tanah Cinta,, Mencari Mimpi ,, Sajak di Leher Bukit, Puisi Kontemporer Perempuan Indonesia,. Saat ini dia memimpin HW Project yang bergerak di bidang penerbitan dan pengorganisaian acara sastra dan teater, di antaranya A Sono lumiere,, Ngabungbang di Gunung Padang, (Cianjur 2012(, Bulan Separuh Bayang,, Samagaha,, Tabur Sastra, 10 Penyair Perempuan, (Jakarta, 2016(, Menjahit Marat Sade,, Jakarta 2016. Mengambil posisi sosial yang aktif. Pernah menjadi sukarelawan selama sekitar satu bulan di salah satu rumah sakit di Acheh setelah tsunami dahsyat tahun 2004. Di era orde baru, dia mengambil bagian dalam protes melawan rezim Soeharto pada tahun 1998. Namun, baru di zaman presiden Jokowi dia menjadi tahanan politik dengan tuduhan makar dengan vonis 10 bulan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2022) |
| Hilda Winar | |
|---|---|
| Lahir | (1965-02-20)20 Februari 1965 Padang, Sumatera Barat |
| Pekerjaan | Sastrawan |
| Tahun aktif | 1990 - sekarang |
Hilda Winar (lahir 20 Februari 1965) adalah sastrawati berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal secara luas melalui karya-karyanya berupa puisi, fiksi mini, dan pantun yang dipublikasikan di berbagai surat kabar, dan terhimpun di sejumlah antologi. Walaupun kecintaannya lebih kepada bahasa daerah, tapi Hilda Winar justeru menerbitkan buku puisi dalam bahasa Indonesia-Inggris (Panyalai) agar bangsa lain dapat membaca dan mengerti. Bebebapa puisinya juga diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia dan terbit di Rusia, antara lain В ПОИСКАХ МЕЧТЫ, Victor A. Pogadaev, Klutch, Moscow 2016 atau Mencari Mimpi, Victor Pogadaev, HW Project, Jakarta 2016. Hilda juga menulis buku antologi puisi tunggal: Dari Titik Nol ke Kilometer Berikutnya, 2014, Panyalai, (2015) dan terangkum dalam Kumpulan Pantun Senandung Tanah Merah, (Singapura, 2016), Antologi Puisi Klungkung, Ranah Tua, Tanah Cinta, (Klungkung 2016), Mencari Mimpi (В ПОИСКАХ МЕЧТЫ), (Moscow 2016), Sajak di Leher Bukit, Puisi Kontemporer Perempuan Indonesia, (Jakarta-Moskow, 2018). Saat ini dia memimpin HW Project yang bergerak di bidang penerbitan dan pengorganisaian acara sastra dan teater, di antaranya A Sono lumiere, (Pusat Kebudayaan Perancis, Bandung 2012), Ngabungbang di Gunung Padang, (Cianjur 2012(, Bulan Separuh Bayang, (Jakarta 2013), Samagaha, (Jakarta 2014), Tabur Sastra, 10 Penyair Perempuan, (Jakarta, 2016(, Menjahit Marat Sade, (Bentara Budaya Kompas), Jakarta 2016.[1][2][3][4] Mengambil posisi sosial yang aktif. Pernah menjadi sukarelawan selama sekitar satu bulan di salah satu rumah sakit di Acheh setelah tsunami dahsyat tahun 2004. Di era orde baru, dia mengambil bagian dalam protes melawan rezim Soeharto pada tahun 1998. Namun, baru di zaman presiden Jokowi dia menjadi tahanan politik (2019) dengan tuduhan makar dengan vonis 10 bulan.