Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hijau (album Iwan Fals)

Hijau menjadi judul album Iwan Fals yang diedarkan di bawah bendera Pro Sound pada tahun 1992. Pada album ini, Iwan Fals kembali mencoba formula baru dalam membuat album, eksperimen tidak selesai pada album sebelumnya yaitu Cikal, kali ini dalam proses pembuatan albumnya memakai sistem rekam secara langsung (Live Recording) di studio Musica Studio's pada Juni 1992. Warna musiknya kental dengan nuansa perkusi dan bebunyian tradisional seperti kendang, bel sapi dan rebana.

Wikipedia article
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Untuk kegunaan lain, lihat Hijau (disambiguasi).
Hijau
Album studio karya Iwan Fals
Dirilis2 Desember 1992
DirekamJuni 1992
GenreGlam rock, Pop rock, Art rock, Folk rock, Tradisional, Progressive rock
Durasi58:35
BahasaBahasa Indonesia
LabelPro Sound
Musica Studios
Kronologi Iwan Fals
Belum Ada Judul
(1992)Belum Ada Judul1992
Hijau
(1992)
Dalbo
(1993)Dalbo1993

Hijau menjadi judul album Iwan Fals yang diedarkan di bawah bendera Pro Sound pada tahun 1992. Pada album ini, Iwan Fals kembali mencoba formula baru dalam membuat album, eksperimen tidak selesai pada album sebelumnya yaitu Cikal, kali ini dalam proses pembuatan albumnya memakai sistem rekam secara langsung (Live Recording) di studio Musica Studio's pada Juni 1992. Warna musiknya kental dengan nuansa perkusi dan bebunyian tradisional seperti kendang, bel sapi dan rebana.

Latar Belakang

Pada album ini Iwan Fals bekerjasama dengan beberapa musisi seperti Heirrie Buchaery, Jerry Soedianto, Cok Rampal, Bagoes AA, Iwang Noorsaid, Arie Ayunir dan Jalu mencoba membuat konsep musik yang berbeda dari biasanya dan kental dengan nuansa perkusi. Bagi sebagian orang yang mendengar musik dalam album ini mungkin mengatakan tidak biasa, tetapi inilah seni yang tidak bisa diukur dari sudut pandang manapun.

Isi

Secara umum konsep penulisan lirik tidak jauh berbeda dengan album - album Iwan Fals lainnya, masih berkisah tentang diri, sosial, keresahan dan lingkungan, hanya musik pembungkusnya saja sedikit berbeda. Untuk judul lagu juga berbeda dari album albumnya yang terdahulu, menggunakan judul Lagu Satu, Lagu Dua dst', dan hanya lagu terakhir saja yang berjudul Hijau dan dipakai juga sebagai judul album. Alasan Iwan Fals sederhana saja, biar sedikit berbeda dari yang lain. Durasi waktu untuk tiap lagu di album ini juga cukup menarik untuk dibahas, tidak seperti kebanyakan lagunya yang lain, di album ini patokan empat atau lima menit untuk standar durasi patokan perlagu tidak berlaku. Seperti pada Lagu Dua yang mencapai durasi 12 menit 24 detik, ini menurut admin adalah lagu terpanjang milik beliau, topiknya sendiri fokus menyoroti tentang keruwetan masalah Jakarta, mulai dari lingkungan hingga sosial, ada nuansa frustrasi dari untaian nada yang dilontarkan disana. Lagu terpanjang kedua ada pada track ke tujuh, disana ada lagu Hijau yang juga dipakai sebagai judul album dengan durasi 11 menit 24 detik, liriknya sendiri sangat pendek dan dibacakan berulang ulang seperti rapalan mantra, ini merupakan keresahan Iwan Fals terhadap kondisi alam yang secara khusus membahas tentang pemanasan global, lapisan ozon yang menipis, dan tentang pencemaran lingkungan, admin masih menangkap aura frustrasi dan juga luapan kemarahan dilagu ini.

Setelah dua lagu tersebut, lagu terpanjang ketiga ada Lagu Enam dengan durasi 8 menit 24 detik yang bercerita tentang mainan anak anak, ini juga merupakan satire tentang trend zaman tersebut di mana mainan anak anak hasil dari pabrik yang dijual ternyata berharga sangat mahal dan tidak terjangkau, peran mainan yang dahulu dibuat sebagai pengasah kreativitas anak tidak berlaku lagi, anak anak menjadi seorang pribadi yang cengeng dan manja. Lagu ini masih sangat faktual hingga sekarang bahkan semakin parah pada zaman sekarang dengan adanya mainan modern bernama android. Dari lagu inilah sumber inspirasi diambil dan digarap menjadi cover album yang sangat artistik oleh Dik Doank. Lagu keempat ada Lagu Lima dengan durasi 8 menit 47 detik yang bercerita tentang Anjing Hitam, sepertinya ini juga merupakan satire dalam arti bukan anjing yang sebenarnya.

Tiga lagu sisanya dalam album ini memiliki durasi standar namun masih memiliki tema berat dan masih sangat faktual hingga saat ini yaitu Lagu Satu berdurasi 6 menit 56 detik yang bercerita tentang semangat hidup meski selalu dihantam masalah seperti layaknya karang dihantam gelombang. Lagu selanjutnya ada Lagu Tiga dengan tema persoalan dalam kehidupan, masih senada dengan Lagu Satu yang memberi petuah kepada kita untuk mulai bekerja karena berbagai persoalan menantang perlu untuk segera diselesaikan. Lagu terakhir yang memiliki durasi terpendek dalam album ini adalah Lagu Empat dengan durasi 4 menit 31 detik, bertema sangat menggigit yaitu tentang kemenangan dalam hidup. Ternyata banyak yang ingin menang dengan mengabaikan kebenaran yang ada. Petuah bijaknya di sini ada pada potongan lirik "aku tidak ingin menang, aku hanya ingin benar". Sungguh luar biasa, lagu ini bisa mengingatkan kita semua, betapa kita terkadang sering menutup mata menghalalkan segala cara demi kehidupan pribadi, apalagi diera modern saat ini yang semakin mengutamakan individualisme pribadi saja.[1]

Sampul Album

Desain cover artworknya sendiri sangat artistik dan unik, dikerjakan oleh Dik Doank, dengan mengambil inspirasi dari Lagu Enam yang bertema mainan anak anak. Dik Doank sangat jeli dengan memilih objek bergambar anak anak sedang bermain mainan tradisi lompat lompatan engklek, sebuah mainan tradisi khas Nusantara untuk kemudian dieksekusi menjadi cover pada album ini. Saat ini banyak mainan tradisi yang telah langka dimainkan anak anak zaman sekarang dan terancam punah bersama mainan tradisi lainnya, dan telah digantikan mainan buatan pabrik yang lebih melenakan. Warna pada covernya yang bernuansa hijau tumbuh tumbuhan juga menyiratkan pesan bahwa album ini memiliki misi untuk mengajak semua umat manusia untuk menjaga bumi agar tetap hijau selamanya dan layak ditinggali oleh generasi penerus selanjutnya.[2]

Musisi

  • Iwan Fals : Penyanyi utama, gitar listrik, gitar bolong
  • Heirrie Buchaery : Gitar bolong, bass gitar, suara latar, penyanyi, gongseng, patri, tamborin, bel sapi
  • Jerry Sudianto : Penyanyi, gitar listrik,suara latar, gitar bolong +12 senar
  • Cok Rampal : Penyanyi, gitar bolong, mandolin, suara latar
  • Bagoes A.A. : Strings, shynthelead, shynthebrass, suara latar, penyanyi, organs, vibra phones, piano
  • Iwang Noorsaid : Keyboards, shyntheziser, piano shynte, suara latar, penyanyi, lead shyntheziser, rebana
  • Arie Ayunir : Rebana, tom tom, cymbals, drum, bell, suara latar, tamborin, gongseng, klontongan sapi, penyanyi, china bell, kendang
  • Jalu : Penyanyi, rebana, kendang, tom tom, cymbals, tamborin, suara latar, budhist pot, wood block

Trivia

  • Album ini awalnya akan diberi judul "Biru" Sebenarnya pada awalnya album ini akan di beri judul "BIRU" dan ada lagu berjudul "BIRU", karena menurut Iwan Fals "bumi itu terlihat warna biru bila di lihat dari jauh". Dan di ganti jadi Hijau karena menurut Iwan Fals lagi "kita ada di bumi melihat di sekelilingnya hijau semua". Di samping itu juga dari pihak Label prosound tidak berani memasukan lagu Biru ke album tersebut dengan alasan keamanan pada masa itu ketika Orba berkuasa. Karena di dalam lagu biru ada lirik "Biruku" bukan kuning,bukan hijau,bukan merah sedangkan 3 warna itu adalah 3 warna parpol yang sedang berkuasa pada masa orba.
  • Proses pembuatan yang kisruh lantaran diperebutkan oleh beberapa label rekaman Meskipun sempat 'kisruh' pada proses pembuatan album ini, bahkan konon Iwan sempat hampir membakar master album ini lantaran ada dua label (Harpa Records & Pro Sound) yang rebutan merilis album ini, akhirnya album ini dirilis juga oleh Pro Sound.
  • Album termahal pada masanya Setelah ricuh lantaran diperebutkan oleh dua label, akhirnya master album ini dimiliki oleh label Pro Sound dengan biaya 360 Juta Rupiah, sebuah biaya yang fantastis untuk sebuah album.
  • Iwan Fals berulah pada album Hijau Karena beberapa persyaratannya tidak dipenuhi produser, Iwan Fals pernah mengancam untuk membakar Album Hijau. Bukan itu saja, ketika Dik Doank akan memotret dirinya untuk kepentingan cover Album, Ia malah melingkarkan jarinya ke mata, seolah Ia ingin meneropong kamera. Hal tersebut membuat Dik Doank geleng – geleng kepala. “Mau di foto kok malah ngeledek ” ujar Dik Doank sambil tertawa.

Daftar Lagu

Seluruh lagu dan lirik ditulis oleh Iwan Fals, kecuali "Lagu Empat" dan "Lagu Enam" ditulis liriknya oleh Fajar Budiman.

No.JudulDurasi
1."Lagu Satu"6:54
2."Lagu Dua"12:24
3."Lagu Tiga"5:47
4."Lagu Empat"4:28
5."Lagu Lima"8:54
6."Lagu Enam"8:44
7."Hijau"11:24
Durasi total:58:35

Referensi

  1. ↑ Sukanimusik (2015-10-18). "SukaniMusik.blogspot.com: Hijau - Iwan Fals (Pro Sound 1992)". SukaniMusik.blogspot.com. Diakses tanggal 2025-06-12.
  2. ↑ Sukanimusik (2015-10-18). "SukaniMusik.blogspot.com: Hijau - Iwan Fals (Pro Sound 1992)". SukaniMusik.blogspot.com. Diakses tanggal 2025-06-12.
  • l
  • b
  • s
Iwan Fals
Album studio
  • Canda Dalam Nada
  • Canda Dalam Ronda
  • Perjalanan
  • 3 Bulan
  • Sarjana Muda
  • Opini
  • Sumbang
  • Barang Antik
  • Sugali
  • KPJ
  • Sore Tugu Pancoran
  • Aku Sayang Kamu
  • Ethiopia
  • Lancar
  • Wakil Rakyat
  • 1910
  • Mata Dewa
  • Antara Aku, Kau Dan Bekas Pacarmu
  • Cikal
  • Belum Ada Judul
  • Hijau
  • Dalbo
  • Anak Wayang
  • Orang Gila
  • Suara Hati
  • In Collaboration with
  • Manusia Setengah Dewa
  • Iwan Fals in Love
  • 50:50
  • Untukmu Terkasih
  • Keseimbangan
  • Tergila-gila
  • Raya
  • Rosana
  • Pun Aku
  • 2324
  • Tujuh Belas
  • Genjrengan Iwan & Irfan (Aviary Live Session)
Bersama Swami
  • Swami I
  • Swami II
Bersama Kantata Takwa
  • Kantata Takwa
  • Kantata Samsara
  • Kantata Revolvere
Album kompilasi
  • Best of the Best Iwan Fals
  • Tragedi
  • Banjo & Harmonika
  • Celoteh-celoteh
  • Celoteh-celoteh 2
  • Country
  • Tembang Cinta
  • Akustik
  • Akustik Ke 2
  • Akustik Ke 3
  • Salam Reformasi
  • Salam Reformasi 2
  • Prihatin
  • SATU
Singel
  • "Celoteh Camar Tolol dan Cemar"
  • "Serenade"
  • "Kemesraan"
  • "Percayalah Kasih"
  • "Terminal"
  • "Mata Hati"
  • "Orang Pinggiran"
  • "Katakan Kita Rasakan"
  • "Di Bawah Tiang Bendera"
  • "Haruskah Pergi"
  • "Selancar"
  • "Tanam Tanam Siram Siram"
  • "Marilah Kemari"
  • "Aku Milikmu"
  • "Yang Terlupakan"
  • "Tikus-tikus Kantor"
Filmografi
  • Damai Kami Sepanjang Hari
  • Kekasih
  • Kantata Takwa

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Isi
  3. Sampul Album
  4. Musisi
  5. Trivia
  6. Daftar Lagu
  7. Referensi

Artikel Terkait

Iwan Fals

Penyanyi dan musisi asal Indonesia

Belum Ada Judul

adalah album studio dari Iwan Fals yang dirilis pada tahun 1992 di bawah bendera Harpa Records. Album ini dianggap menjadi salah satu album terbaik Iwan Fals

Dalbo

Indonesia yang beranggotakan Sawung Jabo, Iwan Fals, Innisisri, Naniel Yakin, Nanoe dan Toto Tewel. Dalbo merilis album berjudul “Dalbo” pada tahun 1993. Hampir

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026