Hijau menjadi judul album Iwan Fals yang diedarkan di bawah bendera Pro Sound pada tahun 1992. Pada album ini, Iwan Fals kembali mencoba formula baru dalam membuat album, eksperimen tidak selesai pada album sebelumnya yaitu Cikal, kali ini dalam proses pembuatan albumnya memakai sistem rekam secara langsung (Live Recording) di studio Musica Studio's pada Juni 1992. Warna musiknya kental dengan nuansa perkusi dan bebunyian tradisional seperti kendang, bel sapi dan rebana.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Hijau | ||||
|---|---|---|---|---|
| Album studio karya Iwan Fals | ||||
| Dirilis | 2 Desember 1992 | |||
| Direkam | Juni 1992 | |||
| Genre | Glam rock, Pop rock, Art rock, Folk rock, Tradisional, Progressive rock | |||
| Durasi | 58:35 | |||
| Bahasa | Bahasa Indonesia | |||
| Label | Pro Sound Musica Studios | |||
| Kronologi Iwan Fals | ||||
| ||||
Hijau menjadi judul album Iwan Fals yang diedarkan di bawah bendera Pro Sound pada tahun 1992. Pada album ini, Iwan Fals kembali mencoba formula baru dalam membuat album, eksperimen tidak selesai pada album sebelumnya yaitu Cikal, kali ini dalam proses pembuatan albumnya memakai sistem rekam secara langsung (Live Recording) di studio Musica Studio's pada Juni 1992. Warna musiknya kental dengan nuansa perkusi dan bebunyian tradisional seperti kendang, bel sapi dan rebana.
Pada album ini Iwan Fals bekerjasama dengan beberapa musisi seperti Heirrie Buchaery, Jerry Soedianto, Cok Rampal, Bagoes AA, Iwang Noorsaid, Arie Ayunir dan Jalu mencoba membuat konsep musik yang berbeda dari biasanya dan kental dengan nuansa perkusi. Bagi sebagian orang yang mendengar musik dalam album ini mungkin mengatakan tidak biasa, tetapi inilah seni yang tidak bisa diukur dari sudut pandang manapun.
Secara umum konsep penulisan lirik tidak jauh berbeda dengan album - album Iwan Fals lainnya, masih berkisah tentang diri, sosial, keresahan dan lingkungan, hanya musik pembungkusnya saja sedikit berbeda. Untuk judul lagu juga berbeda dari album albumnya yang terdahulu, menggunakan judul Lagu Satu, Lagu Dua dst', dan hanya lagu terakhir saja yang berjudul Hijau dan dipakai juga sebagai judul album. Alasan Iwan Fals sederhana saja, biar sedikit berbeda dari yang lain. Durasi waktu untuk tiap lagu di album ini juga cukup menarik untuk dibahas, tidak seperti kebanyakan lagunya yang lain, di album ini patokan empat atau lima menit untuk standar durasi patokan perlagu tidak berlaku. Seperti pada Lagu Dua yang mencapai durasi 12 menit 24 detik, ini menurut admin adalah lagu terpanjang milik beliau, topiknya sendiri fokus menyoroti tentang keruwetan masalah Jakarta, mulai dari lingkungan hingga sosial, ada nuansa frustrasi dari untaian nada yang dilontarkan disana. Lagu terpanjang kedua ada pada track ke tujuh, disana ada lagu Hijau yang juga dipakai sebagai judul album dengan durasi 11 menit 24 detik, liriknya sendiri sangat pendek dan dibacakan berulang ulang seperti rapalan mantra, ini merupakan keresahan Iwan Fals terhadap kondisi alam yang secara khusus membahas tentang pemanasan global, lapisan ozon yang menipis, dan tentang pencemaran lingkungan, admin masih menangkap aura frustrasi dan juga luapan kemarahan dilagu ini.
Setelah dua lagu tersebut, lagu terpanjang ketiga ada Lagu Enam dengan durasi 8 menit 24 detik yang bercerita tentang mainan anak anak, ini juga merupakan satire tentang trend zaman tersebut di mana mainan anak anak hasil dari pabrik yang dijual ternyata berharga sangat mahal dan tidak terjangkau, peran mainan yang dahulu dibuat sebagai pengasah kreativitas anak tidak berlaku lagi, anak anak menjadi seorang pribadi yang cengeng dan manja. Lagu ini masih sangat faktual hingga sekarang bahkan semakin parah pada zaman sekarang dengan adanya mainan modern bernama android. Dari lagu inilah sumber inspirasi diambil dan digarap menjadi cover album yang sangat artistik oleh Dik Doank. Lagu keempat ada Lagu Lima dengan durasi 8 menit 47 detik yang bercerita tentang Anjing Hitam, sepertinya ini juga merupakan satire dalam arti bukan anjing yang sebenarnya.
Tiga lagu sisanya dalam album ini memiliki durasi standar namun masih memiliki tema berat dan masih sangat faktual hingga saat ini yaitu Lagu Satu berdurasi 6 menit 56 detik yang bercerita tentang semangat hidup meski selalu dihantam masalah seperti layaknya karang dihantam gelombang. Lagu selanjutnya ada Lagu Tiga dengan tema persoalan dalam kehidupan, masih senada dengan Lagu Satu yang memberi petuah kepada kita untuk mulai bekerja karena berbagai persoalan menantang perlu untuk segera diselesaikan. Lagu terakhir yang memiliki durasi terpendek dalam album ini adalah Lagu Empat dengan durasi 4 menit 31 detik, bertema sangat menggigit yaitu tentang kemenangan dalam hidup. Ternyata banyak yang ingin menang dengan mengabaikan kebenaran yang ada. Petuah bijaknya di sini ada pada potongan lirik "aku tidak ingin menang, aku hanya ingin benar". Sungguh luar biasa, lagu ini bisa mengingatkan kita semua, betapa kita terkadang sering menutup mata menghalalkan segala cara demi kehidupan pribadi, apalagi diera modern saat ini yang semakin mengutamakan individualisme pribadi saja.[1]
Desain cover artworknya sendiri sangat artistik dan unik, dikerjakan oleh Dik Doank, dengan mengambil inspirasi dari Lagu Enam yang bertema mainan anak anak. Dik Doank sangat jeli dengan memilih objek bergambar anak anak sedang bermain mainan tradisi lompat lompatan engklek, sebuah mainan tradisi khas Nusantara untuk kemudian dieksekusi menjadi cover pada album ini. Saat ini banyak mainan tradisi yang telah langka dimainkan anak anak zaman sekarang dan terancam punah bersama mainan tradisi lainnya, dan telah digantikan mainan buatan pabrik yang lebih melenakan. Warna pada covernya yang bernuansa hijau tumbuh tumbuhan juga menyiratkan pesan bahwa album ini memiliki misi untuk mengajak semua umat manusia untuk menjaga bumi agar tetap hijau selamanya dan layak ditinggali oleh generasi penerus selanjutnya.[2]
Seluruh lagu dan lirik ditulis oleh Iwan Fals, kecuali "Lagu Empat" dan "Lagu Enam" ditulis liriknya oleh Fajar Budiman.
| No. | Judul | Durasi |
|---|---|---|
| 1. | "Lagu Satu" | 6:54 |
| 2. | "Lagu Dua" | 12:24 |
| 3. | "Lagu Tiga" | 5:47 |
| 4. | "Lagu Empat" | 4:28 |
| 5. | "Lagu Lima" | 8:54 |
| 6. | "Lagu Enam" | 8:44 |
| 7. | "Hijau" | 11:24 |
| Durasi total: | 58:35 | |