Hewan berdarah panas adalah sebuah istilah yang merujuk kepada spesies hewan yang memiliki tubuh yang dapat mempertahankan suhu yang lebih tinggi daripada lingkungan sekitarnya. Terkhususnya, spesies homeoterm mempertahankan suhu tubuh stabil dengan meregulasi proses-proses metabolis. Beberapa spesies memiliki tingkat termoregulasi berbeda.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Termoregulasi pada hewan |
|---|
Hewan berdarah panas adalah sebuah istilah yang merujuk kepada spesies hewan yang memiliki tubuh yang dapat mempertahankan suhu yang lebih tinggi daripada lingkungan sekitarnya. Terkhususnya, spesies homeoterm (seperti burung dan hewan menyusui) mempertahankan suhu tubuh stabil dengan meregulasi proses-proses metabolis. Beberapa spesies memiliki tingkat termoregulasi berbeda.
Hewan berdarah panas adalah hewan dengan suhu yang lebih stabil, hal ini dikarenakan adanya reseptor dalam otaknya sehingga dapat mengatur suhu tubuh. Hewan berdarah panas dapat melakukan aktivitas pada suhu lingkungan yang berbeda akibat dari kemampuan mengatur suhu tubuh. Hewan berdarah panas mempunyai variasi temperatur normal yang dipengaruhi oleh faktor umur, kelamin, lingkungan, waktu, makanan yang dikonsumsi, dan faktor jenuh pencernaan air.[1][2]
Karena terdapat lebih dari dua kategori kontrol suhu yang digunakan oleh hewan, istilah berdarah panas dan berdarah dingin tidak diterima penggunaannya di bidang ilmiah.
Umumnya, hewan berdarah panas merujuk kepada hewan dengan salah satu dari tiga kategori berbeda termoregulasi.