Hetaireiarches, atau dalam ejaan Inggris Modern dalam menjadi Hetaeriarch, merupakan jabatan perwira tinggi dalam hierarki tentara Kekaisaran Romawi Timur, bertugas memimpin pengawal kekaisaran, yang disebut dengan para Hetaireia. Pada abad ke-9 hingga ke-10 tampaknya ada beberapa individu yang menjadi hetaireiarchai, memimpin beberapa subdivisi Hetaireia yang berbeda, tetapi, setelah masa tersebut, hanya tersisa jabatan paling senior pada catatan sejarah, yaitu megas hetaireiarches atau Hetaeriarch Agung, dan pada abad ke-12 hingga ke-15, jabatan ini hanya menjadi jabatan seremonial semata.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Hetaireiarches (bahasa Yunani Kuno: ἑταιρειάρχης), atau dalam ejaan Inggris Modern dalam menjadi Hetaeriarch, merupakan jabatan perwira tinggi dalam hierarki tentara Kekaisaran Romawi Timur, bertugas memimpin pengawal kekaisaran, yang disebut dengan para Hetaireia. Pada abad ke-9 hingga ke-10 tampaknya ada beberapa individu yang menjadi hetaireiarchai, memimpin beberapa subdivisi Hetaireia yang berbeda, tetapi, setelah masa tersebut, hanya tersisa jabatan paling senior pada catatan sejarah, yaitu megas hetaireiarches (bahasa Yunani Kuno: μέγας ἑταιρειάρχης) atau Hetaeriarch Agung, dan pada abad ke-12 hingga ke-15, jabatan ini hanya menjadi jabatan seremonial semata.
Hetaireia Kekaisaran (βασιλική ἑταιρείαcode: grc is deprecated , basilike hetaireia) adalah resimen pengawal kaisar Bizantium pada abad ke-9–11, yang awalnya direkrut kalangan orang asing.[1][2] Pangkat ini awalnya muncul di catatan sejarah tahun 812, bertindak sebagai pengawal kaisar dalam kampanye militer, tetapi asal-usulnya tidak jelas.[3] Hetaireia Kekaisaran pada abad ke-9 hingga ke-10 diorganisasikan dalam beberapa unit: tiga atau empat menurut sumbernya, dibedakan berdasarkan julukannya dan masing-masing, setidaknya pada awalnya, di bawah hetaireiarches masing-masing. [4]

Pejabat megas hetaireiarches mengomandoi divisi 'Hetaireia Besar' ( μεγάλη ἑταιρείαcode: grc is deprecated , megale hetaireia). Pejabat militer senior tersebut juga dikenal sebagai stratarchai dan karena keunggulannya sering disebut sebagai 'hetaireiarches' (ὁ ἑταιρειάρχηςcode: grc is deprecated ), tanpa penjelasan lebih lanjut.[5] Jabatan ini sangat penting pada akhir abad ke-9 dan paruh pertama abad ke-10, karena bertanggung jawab atas keamanan kaisar dan dipercaya untuk menangani tugas-tugas yang rumit. Dalam beberapa catatan sejarah disebutkan bahwa sebelum menjadi kaisar, Romanos Lekapenos memegang jabatan ini, dan kemudian diteruskan oleh putranya Kristoforos Lekapenos.[6] Dalam teks De Ceremoniis dari pertengahan abad ke-10, karya Kaisar Konstantinus VII Porphyrogennetos (m. 913–959 , tercatat bahwa para megas hetaireiarches dan unitnya bertanggung jawab atas perlindungan tenda kaisar selama kampanye militer, dan keamanan istana kekaisaran, bekerja sama erat dengan pejabat istana lainnya, para papias.[7]
Terdapat istilah lain dalam legiun, yaitu 'Hetaireia Tengah' ( μέση ἑταιρείαcode: grc is deprecated , mese hetaireia) yang disebutkan dalam catatan-catatan sejarah, namun, mereka tidak dipimpin oleh hetaireiarches masing-masing; unit ini tampaknya telah ditempatkan di bawah megas hetaireiarches selama abad ke-10.[8] Sebaliknya, legiun 'Hetaireia Kecil' (μικρὰ ἑταιρείαcode: grc is deprecated , mikra hetaireia) tidak dapat ditemukan dalam catatan sejarah, tetapi terdapat catatan bahwa Stylianos Zaoutzes yang memegang jabatan mikros hetaireiarches di bawah Kaisar Michael III (m. 842–867).[8] Atau, istilah ini mungkin dipakai untuk resimen "barbar" yang terdiri dari dua kompi Chazaroi ( Χαζάροιcode: grc is deprecated , Khazars ) dan Pharganoi, yang disebut ' Hetaireia Ketiga' (τρίτη ἑταιρείαcode: grc is deprecated , trite hetaireia) dalam buku Escorial Taktikon ca 975 .[9][10]
Pada abad ke-11, jabatan megas hetaireiarches tidak lagi memegang fungsi militeristik, tetapi tetap menjadi jabatan istana yang penting: jabatan ini dipegang oleh beberapa kasim istana yang berpengaruh pada abad ke-11, dan juga oleh bangsawan tingkat dua dan kerabat junior keluarga kekaisaran Bizantium, seperti George Palaiologos, pada periode Komnenian.[6] Pada masa pemerintahan Manuel I Komnenos ( m. 1143–1180 ), para megas hetaireiarches bertanggung jawab atas produksi senjata dan melaksanakan misi diplomatik penting.[11]
Pada masa Palaiologan, posisi megas hetaireiarches dipegang oleh anggota keluarga bangsawan terkemuka.[6] Dalam Buku Jabatan karya Pseudo-Kodinos, megas hetaireiarches ditempatkan pada urutan ke-25 dalam hierarki istana, antara megas droungarios tes vigles dan megas chartoullarios.[12] Dalam daftar lain yang berasal dari era Palaiologan, yang juga mencatat berbagai pangkat dan jabatan dan mencerminkan urutan prioritas pada waktu yang berbeda, ia menempati peringkat tertinggi hingga ke-23 atau terendah hingga ke-27. [13] Istri dari seorang megas hetaireiarches adalah anggota istana wanita, dan memiliki versi feminin dari gelar suaminya: megale hetaireiarchissa.[14] Hetaireiarchai umum juga tercatat, di tempat ke-63, antara vestiariou dan logariastes tes aules.[15] Daftar lain menempatkan mereka pada posisi 67–69, di bawah protokomes, atau bahkan pada posisi 75 atau 82.[13] Fungsi utama mereka, menurut Pseudo-Kodinos, adalah sebagai pengantar resepsi.[16]
Menurut Pseudo-Kodinos, pakaian resmi pejabat megas hetaireiarches terdiri dari tunik kabbadion sutra polos dan tongkat (dikanikion) yang diberi kenop berlapis emas dan ditutupi dengan jalinan emas dan biru bergantian. Untuk upacara dan perayaan, ia mengenakan topi skaranikon berbentuk kubah, terbuat dari sutra kuning dan emas dan dihiasi sulaman kawat emas, serta dengan potret kaisar yang duduk di singgasana di depan dan potret kaisar di atas kuda di belakang.[17] hetaireiarches biasa berpakaian kabbadion sutra panjang, skaranikon yang dilapisi beludru merah dan diatapi rumbai merah kecil atau topi skiadion bergaya klapoton, dan tongkat dengan puncak emas yang dilapisi jalinan kuning dan biru bergantian.[18]