Morgue Vanguard, juga dikenal sebagai Ucok Homicide, adalah musisi, penulis, produser, dan pengelola label musik independen Indonesia yang juga bekerja sebagai desainer grafis. Ia dikenal sebagai anggota kelompok hip-hop Homicide serta terlibat dalam aktivitas sosial dan politik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Morgue Vanguard | |
|---|---|
| Nama lahir | Herry Sutresna |
| Nama lain | Ucok Homicide |
| Lahir | Juni 1974 Sungailiat, Bangka, Indonesia |
| Asal | Bandung, Indonesia |
| Genre | Hip hop |
| Pekerjaan | Musisi, penulis, produser, desainer grafis |
| Tahun aktif | 1994–sekarang |
| Artis terkait | Homicide, Bars of Death |
Morgue Vanguard (Herry Sutresna; lahir Juni 1974 di Sungailiat, Bangka), juga dikenal sebagai Ucok Homicide, adalah musisi, penulis, produser, dan pengelola label musik independen Indonesia yang juga bekerja sebagai desainer grafis. Ia dikenal sebagai anggota kelompok hip-hop Homicide serta terlibat dalam aktivitas sosial dan politik.[1][2][3]
Herry Sutresna lahir di Sungailiat, Bangka. Ia merupakan anak dari seorang ayah yang bekerja sebagai tenaga kesehatan. Ia kemudian menghabiskan sebagian masa kecilnya di Palembang, di mana ayahnya memperkenalkan berbagai referensi musik melalui piringan hitam, termasuk Black Sabbath, The Beatles, dan Bing Slamet, sebelum pindah ke Bandung pada masa remaja untuk melanjutkan pendidikan.[4][5]
Ia memiliki latar belakang keluarga dengan ayah berdarah Bali dan ibu berdarah Banten.[5]
Ia menempuh pendidikan formal di Sastra Inggris Universitas Padjadjaran serta Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung.[6]
Herry Sutresna bergabung dalam Homicide sejak pembentukannya di Bandung pada 1994. Ia bertemu dengan anggota lain seperti Aszy dan Lepe melalui jejaring pertemanan serta berbagai kompetisi rap pada masa tersebut.[7]
Pada periode awal, ia bersama Homicide juga terlibat dalam rilisan independen, termasuk kontribusi pada album MK II milik Puppen pada 1998. Album debut mereka, Godzkilla Necronometry, dirilis pada 2002. Setelah itu, kelompok ini mengalami perubahan formasi dan tetap aktif hingga resmi bubar pada 2007, dengan sejumlah rilisan yang juga diterbitkan setelah pembubaran.[8]
Setelah Homicide bubar pada 2007, ia sempat mendirikan proyek musik Trigger Mortis sebelum merilis sejumlah karya dengan nama Morgue Vanguard, termasuk album Fateh (2014) bersama Still dan Demi Masa (2018) bersama Doyz.[9][10][11]
Ia juga merupakan bagian dari grup hip-hop Bars of Death, yang beranggotakan sejumlah mantan personel Homicide. Grup ini merilis album Morbid Funk pada 2020 dan telah berakhir sebelum perilisan tersebut.[12][13]
Ia juga mendirikan dan mengelola label independen Grimloc Records serta terlibat dalam pembentukan label Def Bloc.[3][14]
Di luar aktivitas musik, Herry Sutresna juga aktif sebagai desainer grafis dan diketahui merancang logo untuk grup musik NOAH pada masa perubahan nama dari Peterpan. Ia juga pernah masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2012 dalam kategori Perancang Grafis Terbaik untuk karya ''Story of Peter'' milik Sarasvati.[15][16]
Keterlibatannya dalam ranah sosial dan politik telah berlangsung sejak masa kuliah. Ia pernah terlibat dalam Partai Rakyat Demokratik serta berpartisipasi dalam berbagai gerakan sosial akar rumput.[3][11]