Hepatotoksin adalah zat kimia toksik yang dapat merusak hati.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Hepatotoksin (dari kata Yunani hepato, artinya "hati") adalah zat kimia toksik yang dapat merusak hati.
Hepatotoksin dapat berupa efek samping, tetapi juga ditemukan secara alami seperti mikrosistin dan alkaloid pirrolizidin, atau di lingkungan laboratorium seperti karbon tetraklorida, jauh lebih umum dalam bentuk etanol (alkohol minuman), atau obat-obatan bebas seperti parasetamol.
Efek hepatotoksin bergantung pada jumlah, titik masuk, dan kecepatan penyebaran toksin, serta pada kesehatan orang yang terpapar.
Hepatotoksin intrinsik (tipe A) memiliki efek yang dapat diprediksi dan bergantung pada dosis. Reaksi hepatotoksik idiosinkratik (tipe B) tidak dapat diprediksi, tidak bergantung pada dosis, dan tampaknya ditentukan oleh individu yang terpapar. Senyawa yang secara khusus memengaruhi saluran empedu disebut sebagai "kolestatik", salah satu contohnya adalah klorpromazin. Senyawa yang sebagian besar menargetkan hepatosit itu sendiri disebut "hepatoseluler", salah satu contohnya adalah parasetamol. Toksisitas "campuran", yang memengaruhi saluran empedu dan hepatosit, bukanlah hal yang jarang terjadi. Cedera hepatoseluler secara klinis ditandai dengan rasio ALT terhadap ALP yang tinggi, dan cedera kolestatik dengan rasio yang lebih rendah.