Gregory Hendra Lembong adalah seorang bankir yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT. Bank Central Asia Tbk. Ia memiliki pengalaman sektor perbankan, keuangan dan telah memegang berbagai posisi di dunia perbankan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hendra Lembong | |
|---|---|
| Presiden Direktur Bank Central Asia | |
| Mulai menjabat 2 Juni 2025 | |
| Wakil Presiden Direktur Bank Central Asia | |
| Masa jabatan 17 Maret 2022 – 2 Juni 2025 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | DKI Jakarta |
| Almamater | University of Washington |
| Pekerjaan | Profesional |
Gregory Hendra Lembong adalah seorang bankir yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT. Bank Central Asia Tbk. Ia memiliki pengalaman sektor perbankan, keuangan dan telah memegang berbagai posisi di dunia perbankan.[1]
Gregory Hendra Lembong meraih gelar sarjana teknik kimia dari Universitas Washington dan master dalam bidang sistem ekonomi teknik dari Universitas Stanford. Ia juga memiliki berbagai sertifikasi dan pelatihan di bidang manajemen dan keuangan yang mendukung perannya di BCA. Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur, Gregory Hendra Lembong telah meniti karier di berbagai posisi strategis dalam BCA. Pengalamannya mencakup pengelolaan portofolio kredit, pengembangan produk perbankan, dan manajemen risiko. Ia telah berkontribusi secara signifikan dalam berbagai inisiatif strategis di BCA, termasuk dalam pengembangan layanan perbankan digital dan peningkatan kualitas layanan nasabah.[butuh rujukan]
Pada tahun 2022, Hendra Lembong diangkat sebagai Wakil Presiden Direktur BCA melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Ia juga mendapatkan penghargaan “The Best CTO” pada ajang BIFA 2023, mengukuhkan kontribusinya dalam transformasi digital di sektor perbankan.[2]
Gregory Hendra Lembong berperan dalam inisiatif keberlanjutan perusahaan dan program tanggung jawab sosial korporat (CSR) dan dikenal atas komitmennya dalam mendorong inovasi dan efisiensi operasional di BCA.[1]