Hemigrapsus crenulatus, kepiting berambut atau papaka huruhuru, adalah kepiting laut dari famili Varunidae, endemik di pesisir Selandia Baru, meskipun sebuah takson di Chili mungkin termasuk spesies yang sama. Ini adalah spesies pasang surut dengan kecenderungan semi-terestrial. Mereka dinamai berdasarkan setae khas mereka, atau tambalan rambut tebal, pada cheliped dan kaki. Warna mereka dapat bervariasi dari hijau hingga coklat. Kepiting dewasa umumnya berukuran 2–4 cm lebar pada karapas, meskipun kepiting matang terkecil bisa berukuran sekitar 1 cm lebar, dan mampu bertahan hidup serta bereproduksi di lingkungan dengan salinitas yang sangat bervariasi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Hemigrapsus crenulatus | |
|---|---|
| Taksonomi | |
| Superkerajaan | Holozoa |
| Kerajaan | Animalia |
| Filum | Arthropoda |
| Kelas | Malacostraca |
| Ordo | Decapoda |
| Famili | Varunidae |
| Genus | Hemigrapsus |
| Spesies | Hemigrapsus crenulatus H. Milne-Edwards, 1837 |
| Tata nama | |
| Protonim | Cyclograpsus crenulatus |
Hemigrapsus crenulatus, kepiting berambut atau papaka huruhuru, adalah kepiting laut dari famili Varunidae, endemik di pesisir Selandia Baru, meskipun sebuah takson di Chili mungkin termasuk spesies yang sama.[1][2] Ini adalah spesies pasang surut dengan kecenderungan semi-terestrial. Mereka dinamai berdasarkan setae khas mereka, atau tambalan rambut tebal, pada cheliped dan kaki.[3] Warna mereka dapat bervariasi dari hijau hingga coklat. Kepiting dewasa umumnya berukuran 2–4 cm lebar pada karapas,[4] meskipun kepiting matang terkecil bisa berukuran sekitar 1 cm lebar,[5] dan mampu bertahan hidup serta bereproduksi di lingkungan dengan salinitas yang sangat bervariasi.[6]
Sepanjang sejarah, terdapat perdebatan mengenai apakah kedua populasi yang secara geografis terpisah tersebut benar-benar termasuk spesies yang sama, dimulai dengan identifikasi awal Milne-Edwards pada 1837. Ia memiliki akses terhadap spesimen dari kedua wilayah, tetapi tidak menentukan asal spesies yang telah dinamainya.[4] Karena sifat identifikasi yang ambigu ini, pada abad berikutnya, serangkaian penelitian lebih lanjut yang membandingkan spesimen dari Selandia Baru dan Chili memperkenalkan perspektif yang berbeda, khususnya akibat perbedaan anatomi kecil. Terdapat perbedaan tipis pada sebuah tonjolan di bawah mata, yang dikenal sebagai stridulating ridge.[7] Beberapa nama, yang kini menjadi sinonim, pernah diberikan untuk kedua populasi tersebut di masa lalu. Mary J. Rathbun adalah orang pertama yang membandingkan spesimen dari Selandia Baru dan Chili serta mendukung pandangan tradisional tentang satu spesies pada 1918.[8] Pandangan ini dikonfirmasi pada 2011 melalui analisis morfologis dan genetik yang ekstensif.[4]
H. crenulatus dapat ditemukan di seluruh daratan utama Selandia Baru[3] serta di pesisir barat Chili.[9] Mereka bersifat euryhaline, artinya mampu bertahan hidup di lingkungan dengan rentang salinitas yang luas. Lingkungan tersebut dapat mencakup muara, perairan payau, dan zona pasang surut. Dalam satu kejadian yang dilaporkan oleh E.F. Stead antara 1910 dan 1912, setelah badai membawa masuk sejumlah besar air laut ke sebuah danau air tawar, H. crenulatus menghuni sekitarnya hingga kadar garam kembali normal.[3] Di zona pasang surut, jarang ditemukan di bawah batas air surut, meskipun kepiting betina lebih mendominasi di tingkat yang lebih rendah.[3][10]
Mereka dikategorikan sebagai kepiting penggali, karena akan bersembunyi di bawah batu atau menggali pasir dan lumpur. Oleh karena itu, mereka lebih menyukai substrat yang lebih lunak untuk membantu menghindari kondisi cahaya yang intens, suhu tinggi, dan salinitas tinggi.[11]
Kepiting ini sebagian hidup di darat, artinya mereka kadang menjauh dari pantai. Misalnya, saat air pasang naik, mereka akan bergerak ke daratan untuk mencari makan, lalu kembali ke dekat air saat air surut.[10]