Heliografi dari kata helios , yang berarti "matahari", dan graphein (γράφειν), "menulis") adalah sebuah teknik fotografi yang ditemukan oleh Joseph Nicéphore Niépce sekitar tahun 1822. Niépce menggunakan teknik ini untuk menciptakan foto yang paling awal yang masih ada hingga saat ini, yaitu Pemandangan dari Jendela di Le Gras. Selain itu, ia juga merupakan perintis dalam pengembangan fotoresis sebagai alat untuk mereproduksi karya seni, yang kemudian menjadi landasan bagi penemuan teknik fotolitografi dan fotogravure.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Heliografi (dalam bahasa Perancis, héliographie) dari kata helios (Bahasa Yunani: ἥλιος), yang berarti "matahari", dan graphein (γράφειν), "menulis") adalah sebuah teknik fotografi yang ditemukan oleh Joseph Nicéphore Niépce sekitar tahun 1822.[1] Niépce menggunakan teknik ini untuk menciptakan foto yang paling awal yang masih ada hingga saat ini, yaitu Pemandangan dari Jendela di Le Gras (1826 atau 1827). Selain itu, ia juga merupakan perintis dalam pengembangan fotoresis[2] sebagai alat untuk mereproduksi karya seni, yang kemudian menjadi landasan bagi penemuan teknik fotolitografi dan fotogravure.
from Helmut Gernsheim's article, "The 150th Anniversary of Photography," in History of Photography, Vol. I, No. 1, January 1977: ...In 1822, Niépce coated a glass plate... The sunlight passing through... This first permanent example... was destroyed... some years later.