Hasjim Djalal merupakan diplomat Indonesia dan ahli hukum laut internasional. Anak keduanya, Dino Patti Djalal, meneruskan jejak hidupnya sebagai diplomat ulung. Sejak tahun 2010 Dino Patti Djalal menjabat sebagai Duta Besar Berkuasa Penuh untuk Amerika Serikat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hasjim Djalal | |
|---|---|
![]() | |
| Duta Besar Indonesia untuk Jerman ke-1 | |
| Masa jabatan 1990–1993 | |
| Presiden | Soeharto |
| Duta Besar Indonesia untuk Kanada ke-10 | |
| Masa jabatan 1983–1985 | |
| Presiden | Soeharto |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1934-02-25)25 Februari 1934 Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda |
| Meninggal | 12 Januari 2025(2025-01-12) (umur 90) Jakarta, Indonesia |
| Hubungan | Dino Patti Djalal (anak) |
| Pendidikan | Akademi Dinas Luar Negeri University of Virginia |
| Profesi | Diplomat |
Hasjim Djalal (EYD: Hasyim Jalal, 25 Februari 1934 – 12 Januari 2025) merupakan diplomat Indonesia dan ahli hukum laut internasional.[1][2] Anak keduanya, Dino Patti Djalal, meneruskan jejak hidupnya sebagai diplomat ulung.[3] Sejak tahun 2010 Dino Patti Djalal menjabat sebagai Duta Besar Berkuasa Penuh untuk Amerika Serikat.[4]
Karier Hasyim cukup cemerlang. Dia pernah menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk PBB (1981-1983), duta besar di Kanada (1983-1985), duta besar di Jerman (1990-1993),[5] serta duta besar keliling pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan BJ Habibie. Hasyim juga dipercaya untuk duduk sebagai anggota dewan maritim Indonesia, penasehat senior menteri kelautan dan perikanan, dan penasehat kepala staf TNI Angkatan Laut serta di kantor Menteri Percepatan Pembangunan Indonesia Timur, Ketua & Presiden Otoritas Dasar Laut Internasional.[5] Ia menerima gelar Master of Law dari Universitas Virginia di mana ia menjadi mahasiswa Indonesia pertama di Universitas tersebut.[6] Ia juga sempat dipercaya menjadi Anggota Dewan Kelautan Indonesia.[7]
Penulis buku Indonesian Struggle for the Law of the Sea (1979) dan Indonesia and the Law of the Sea (1995) serta Preventive Diplomacy in Southeast Asia: Lesson Learned (2003). Setelah pensiun tahun 1994, dia masih aktif menulis buku dan artikel di berbagai media serta berbicara di berbagai forum tentang masalah hukum laut internasional. Juga masih sibuk melayani kontak dari kolega-kolega internasionalnya.
Prof. Hasjim Djalal wafat pada hari Minggu 12 Januari 2025 pukul 16.40 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, dalam usia 90 tahun.[8] Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Utama Kalibata Jakarta pada keesokan harinya secara militer. Turut hadir memberikan penghormatan terakhir ialah Menteri Luar Negeri Sugiono yang juga bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan, dan sejumlah para duta besar negara-negara sahabat.[9]
| Jabatan diplomatik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Widodo Budidarmo |
Duta Besar Indonesia untuk Kanada 1983–1985 |
Diteruskan oleh: Adiwoso Abubakar |
| Didahului oleh: Sukardi (Jerman Barat) I Gusti Ngurah Gde (Jerman Timur) |
Duta Besar Indonesia untuk Jerman 1990–1993 |
Diteruskan oleh: Hartono Martodiredjo |