Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hassan Mamoun

Hassan Mamoun lahir di Kairo, Mesir, pada 13 Juni 1894. Ia berasal dari keluarga ulama, ayahnya merupakan seorang imam di Masjid al-Fath yang terletak di kawasan Istana Abdin. Sejak kecil ia memperoleh pendidikan agama yang kuat serta mempelajari bahasa Arab dan bahasa Prancis.

Wikipedia article
Diperbarui 14 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Wikifikasi
Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.

  • Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan.
  • Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari.
  • Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini.
  • Susun header artikel ini sesuai dengan pedoman tata letak.
  • Tambahkan kotak info bila jenis artikel memungkinkan.
  • Hapus tag/templat ini.
Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai isi artikel secara keseluruhan, karena sepertinya isi artikel hanya ditulis sekadarnya. Anda dapat membantu untuk menyuntingnya.

Hassan Mamoun lahir di Kairo, Mesir, pada 13 Juni 1894. Ia berasal dari keluarga ulama, ayahnya merupakan seorang imam di Masjid al-Fath yang terletak di kawasan Istana Abdin. Sejak kecil ia memperoleh pendidikan agama yang kuat serta mempelajari bahasa Arab dan bahasa Prancis.[1]

Mamoun kemudian melanjutkan pendidikan di Al-Azhar University, salah satu pusat pendidikan Islam tertua di dunia. Ia juga menempuh pendidikan di Sekolah Qadi (hakim syariah) dan lulus pada tahun 1918. Pendidikan ini membentuk dasar kariernya dalam sistem peradilan syariah Mesir. Mamoun memulai karier sebagai hakim di pengadilan syariah Mesir. Ia kemudian ditugaskan di Sudan yang saat itu berada di bawah administrasi Anglo-Mesir. Pada tahun 1941 ia diangkat sebagai kepala hakim di Sudan.

Namun, kritiknya terhadap kebijakan kolonial Inggris menyebabkan ia dipindahkan kembali ke Mesir. Di Kairo, ia kemudian menjabat sebagai presiden pengadilan syariah tingkat rendah dan pada tahun 1952 menjadi presiden Mahkamah Syariah Tinggi Mesir.

Grand Mufti Mesir

Pada tahun 1955, Mamoun diangkat sebagai Grand Mufti Mesir, posisi tertinggi dalam lembaga fatwa negara. Selama masa jabatannya, ia mengeluarkan ribuan fatwa yang membahas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan hukum Islam di masyarakat modern. Menurut penelitian tentang institusi fatwa di Mesir, Mamoun tercatat mengeluarkan sekitar 11.992 fatwa[2] selama masa jabatannya sebagai mufti. Hal ini menjadikannya salah satu mufti paling produktif dalam sejarah modern Mesir.

Grand Imam Al-Azhar

Pada tahun 1964, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser menunjuk Mamoun sebagai Grand Imam Al-Azhar. Dalam jabatan ini, ia memimpin lembaga Al-Azhar, yang berperan penting dalam pendidikan dan otoritas keagamaan di dunia Islam.

Mamoun dikenal karena pendekatan moderatnya terhadap isu-isu kontemporer. Salah satu fatwanya yang cukup dikenal adalah pandangannya bahwa penggunaan kontrasepsi dapat diperbolehkan dalam Islam jika dilakukan secara sah dan dengan tujuan yang dapat dibenarkan. Ia juga menolak upaya mengidentikkan Islam dengan ideologi politik tertentu, termasuk sosialisme negara yang berkembang pada masa pemerintahan Nasser.[3]

Kontribusi ilmiah

Mamoun terlibat dalam proyek penyusunan Ensiklopedia Fiqh Islam, sebuah upaya besar untuk menghimpun pengetahuan hukum Islam secara sistematis. Proyek ini melibatkan banyak ulama dan akademisi dari Al-Azhar.

Wafat

Kesehatan Mamoun menurun pada akhir masa jabatannya. Ia mengundurkan diri sebagai Grand Imam pada tahun 1969 dan wafat di Kairo pada 19 Mei 1973.

Referensi

  1. ↑ Skovgaard-Petersen, Jakob (1997). Defining Islam for the Egyptian state: muftis and fatwas of the Dār al-Iftā. Leiden, New York: Brill. ISBN 978-90-04-10947-6.
  2. ↑ brill.com https://brill.com/display/title/781?utm_source=chatgpt.com. Diakses tanggal 2026-03-08.
  3. ↑ Zeghal, Malika (1999-08). "Religion and Politics in Egypt: The Ulema of Al-Azhar, Radical Islam, and the State (1952–94)". International Journal of Middle East Studies (dalam bahasa Inggris). 31 (3): 371–399. doi:10.1017/S0020743800055483. ISSN 1471-6380.


Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Belanda

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Grand Mufti Mesir
  2. Grand Imam Al-Azhar
  3. Kontribusi ilmiah
  4. Wafat
  5. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026