Harun Masiku adalah seorang politikus Indonesia kelahiran Ujung Pandang, ia pernah bergabung dalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), masuk dalam daftar pencarian orang oleh KPK sejak tanggal 17 Januari 2020 dalam dugaan tindak pidana korupsi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 21 Maret 1971 Jakarta |
| Data pribadi | |
| Agama | Kekristenan dan Protestanisme |
| Kegiatan | |
| Partai politik | Partai Demokrat (Indonesia) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan |
Harun Masiku (lahir 21 Maret 1971) adalah seorang politikus Indonesia kelahiran Ujung Pandang, ia pernah bergabung dalam Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), masuk dalam daftar pencarian orang oleh KPK sejak tanggal 17 Januari 2020 dalam dugaan tindak pidana korupsi.[1]
Berdasarkan situs resmi KPK, Harun Masiku lahir di Ujung pandang, sementara dari berbagai sumber lain menyebutkan ia lahir di Jakarta, ia merupakan anak dari pasangan Johannes Masiku dan Elisabeth Liling.[2] sebelum pelariannya diketahui bahwa Harun Masiku tinggal bersama istrinya bernama Hildawati di Bekasi, Jawa Barat, Hildawati kemudian mengajukan gugatan cerai setelah 7 bulan dia kabur, pengajuan gugatan cerai ini dilakukan pada bulan Juli 2020, istrinya mengaku tidak tahu menahu soal keberadaan mantan suaminya tersebut.[3] Ayah Harun Masiku merupakan seorang mantan hakim di Makassar.
Harun Masiku menyelesaikan pendidikan sekolah dasar (SD) SD N 1 Watampone dan melanjutkan pendidikan menengah (SMP) di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, kemudian ia melanjutkan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Hasanuddin dan lulus pada tahun 1994, ia juga pernah tercatat sebagai mahasiswa di University of Warwick, di Inggris dari jurusan Hukum Ekonomi Internasional.[3]
Harun pernah tercatat aktif sebagai anggota Partai Demokrat sebelum kemudian ia berjirah ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), pada tahun 2009 ia menjadi tim sukses pemenangan Pemilu dan Pilpres Partai Demokrat Sulawesi Tengah untuk memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono dengan Boediono, dan juga pernah tercatat sebagai caleg dari Partai Demokrat, Harun juga aktif sebagai anggota perhimpunan Advokat Indonesia.
Setelah berhijrah dari Partai Demokrat, ia pun kemudian melanjutkan karier politiknya diketahui Harun pun menjadi anggota partai PDI-P, data awal pada pileg tahun 2019, nama Harun tidak tercatan dalam daftar calon sementara (DCS) KPU, dalam DCS dengan nomor urut 6 pada saat itu adalah atas nama Astrayuda Bangun, lalu kemudian setelah KPU melakukan pemutahiran data, nama untuk Harun Masiku muncul untuk menggantikan Astrayuda Bangun di nomor urut 6 pada daerah pemilihan Sumatra Selatan I, dalam pileg 2019 ia memperoleh suara sebanyak 5.979 suara.[3]