Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) diperingati setiap tanggal 28 November sebagai bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghijauan dan pelestarian lingkungan. Peringatan ini bertujuan untuk memulihkan kerusakan hutan dan lahan melalui penanaman pohon secara serentak di seluruh Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) diperingati setiap tanggal 28 November sebagai bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghijauan dan pelestarian lingkungan. Peringatan ini bertujuan untuk memulihkan kerusakan hutan dan lahan melalui penanaman pohon secara serentak di seluruh Indonesia.[butuh rujukan]
HMPI berawal dari kegiatan Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon yang dilaksanakan pada 28 November 2007 di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor dan menghasilkan sekitar 86 ribu batang pohon.[1]
Pada 2008, Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat menjadi Presiden Ri menetapkan bahwa Hari Menanam Pohon Indonesia akan diperingati setiap 28 November.[2] Kegiatan ini kemudian ditetapkan sebagai HMPI melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008.[3] Dalam keputusan tersebut, juga disepakati bahwa bulan Desember sebagai Bulan Menanam Pohon Nasional (BMN).[4] Dalam BMN, masyarakat diajak untuk lebih masif dalam menanam pohon sebagai bagian dari langkah mitigasi perubahan iklim dan upaya pelestarian lingkungan.
Penanaman pohon memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Pohon mampu menyerap karbon dioksida (CO₂) sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim global. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memperbaiki kondisi lingkungan yang telah mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia. Dengan menanam pohon secara berkelanjutan, laju deforestasi dapat ditekan sehingga hutan tetap terjaga. Pohon juga berkontribusi dalam menjaga produktivitas alam, misalnya dengan mempertahankan kesuburan tanah, mengendalikan erosi, serta melestarikan keanekaragaman hayati.[5]
Keberadaan pohon berperan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem karena mampu menyediakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Pohon juga membantu mengurangi polusi sekaligus meningkatkan kualitas udara di sekitarnya. Selain itu, akar pohon berfungsi menstabilkan tanah, sehingga dapat mencegah erosi serta menurunkan risiko terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.[6]