Hari Aksi Iklim Internasional yang diperingati secara global di setiap tanggal 24 Oktober, bertujuan untuk untuk meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim dan mendorong tindakan nyata dalam menghadapi krisis iklim. Hari ini bertujuan untuk memobilisasi individu, komunitas, organisasi, dan pemerintah agar mengambil langkah-langkah konkret dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, melindungi lingkungan, dan beradaptasi dengan dampak perubahan iklim.Hari Aksi Iklim Internasional menjadi wadah untuk berbagai kegiatan yang diselenggarakan di tingkat lokal maupun global, dengan tujuan mendorong partisipasi luas dari masyarakat, institusi pendidikan, organisasi non-pemerintah, dan pemerintah dalam mengatasi isu perubahan iklim secara kolektif.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Hari Aksi Iklim Internasional (dalam bahasa Inggris: International Day of Climate Action) yang diperingati secara global di setiap tanggal 24 Oktober, bertujuan untuk untuk meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim dan mendorong tindakan nyata dalam menghadapi krisis iklim. Hari ini bertujuan untuk memobilisasi individu, komunitas, organisasi, dan pemerintah agar mengambil langkah-langkah konkret dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, melindungi lingkungan, dan beradaptasi dengan dampak perubahan iklim.Hari Aksi Iklim Internasional menjadi wadah untuk berbagai kegiatan yang diselenggarakan di tingkat lokal maupun global, dengan tujuan mendorong partisipasi luas dari masyarakat, institusi pendidikan, organisasi non-pemerintah, dan pemerintah dalam mengatasi isu perubahan iklim secara kolektif.[1][2][3]
Hari Aksi Iklim Internasional pertama kali diselenggarakan pada 24 Oktober 2009 oleh organisasi lingkungan hidup 350.org. Acara ini bertujuan untuk memengaruhi delegasi yang akan menghadiri Konferensi Para Pihak ke-15 (Conference of the Parties atau COP15) dalam kerangka Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations Framework Convention on Climate Change atau UNFCCC) pada Desember 2009.[4][5] Kegiatan ini merupakan kampanye global pertama yang berfokus pada angka ilmiah "350", yang dianggap sebagai ambang konsentrasi karbon dioksida yang aman di atmosfer.[6]
Berbagai bentuk aksi dilakukan, termasuk: representasi angka "350" dalam skala besar,[7] jalan kaki,[8] pawai, rapat umum, sesi edukasi (teach-ins), bersepeda bersama, kegiatan bernyanyi massal, makan malam bebas karbon, modifikasi rumah untuk penghematan energi, penanaman pohon, penyelaman massal di Great Barrier Reef, pembuatan kue menggunakan energi surya, pembunyian lonceng gereja, rapat kabinet bawah air di Maladewa,[9] serta pembagian gelang kepada atlet.[10] Menurut laporan 350.org, kegiatan tersebut mencatat 5.245 aksi yang diselenggarakan di 181 negara.[11][12][13]
Hari Aksi Iklim Internasional pada 24 Oktober 2009 mendapat perhatian media internasional dan menjadi berita di berbagai media. Kampanye ini menggunakan media digital dan sosial untuk koordinasi global.[14] Kegiatan Hari Aksi Iklim Internasional ini menarik perhatian tokoh internasional, termasuk Presiden Maladewa saat itu, Mohamed Nasheed,mengenai pelaksanaan rapat kabinet bawah air untuk menyoroti isu perubahan iklim di negara kepulauan.[15]