Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Harapan (kebajikan)

Harapan atau pengharapan merupakan salah satu dari tiga kebajikan teologal dalam tradisi Kristen. Harapan merupakan kombinasi dari hasrat akan sesuatu dan pengharapan untuk menerimanya, kebajikan ini berharap akan persatuan ilahi dan juga kebahagiaan abadi. Sama seperti semua kebajikan, harapan timbul dari kemauan atau kehendak, bukan nafsu atau perasaan. Sebagai kebajikan (virtue), harapan dalam kehidupan bukan sekadar keinginan pasif, melainkan sebuah aktif yang menjaga orientasi hidup seseorang tetap positif meski di tengah kesulitan.

salah satu dari tiga kebajikan teologal dalam tradisi Kristen
Diperbarui 22 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Harapan (kebajikan)
Personifikasi alegoris tentang harapan: "Harapan dalam Penjara Keputusasaan" karya Evelyn De Morgan.

Harapan atau pengharapan (bahasa Latin: spescode: la is deprecated ) merupakan salah satu dari tiga kebajikan teologal dalam tradisi Kristen. Harapan merupakan kombinasi dari hasrat akan sesuatu dan pengharapan untuk menerimanya, kebajikan ini berharap akan persatuan ilahi dan juga kebahagiaan abadi. Sama seperti semua kebajikan, harapan timbul dari kemauan atau kehendak, bukan nafsu atau perasaan. Sebagai kebajikan (virtue), harapan dalam kehidupan bukan sekadar keinginan pasif, melainkan sebuah aktif yang menjaga orientasi hidup seseorang tetap positif meski di tengah kesulitan.

"Orang Kristen yang berpengharapan mencari Allah bagi dirinya sendiri. Dalam bahasa teknis, objek formal dari harapan teologis adalah Allah-yang-dimiliki."[1]

Harapan bertentangan dengan dosa keputusasaan dan presumsi; menjauhkan diri dari sikap-sikap tersebut memenuhi perintah negatif harapan. Sementara perintah positif harapan diperlukan untuk melakukan tugas-tugas seperti doa atau penitensi.

Beberapa bentuk Quietisme menyangkal bahwa manusia perlu menghendaki sesuatu sehingga mereka menyangkal bahwa harapan merupakan suatu kebajikan.

Dalam tradisi Kristen, harapan dalam Kristus dan iman dalam Kristus berhubungan erat; harapan memiliki suatu konotasi yang berarti seseorang yang berharap memiliki suatu keyakinan kuat, melalui kesaksian Roh Kudus, bahwa Kristus telah menjanjikan suatu dunia yang lebih baik kepada mereka yang adalah milik-Nya. Umat Kristen memandang kematian bukan hanya sebagai akhir dari kehidupan yang telah berlalu, tetapi sebagai pintu gerbang menuju suatu kehidupan pada masa depan yang tanpa akhir dan dalam segenap kepenuhannya. Paus Benediktus XVI mengatakan, "Barangsiapa percaya kepada Kristus memiliki masa depan. Karena Allah tidak memiliki keinginan atas apa yang layu, mati, semu, dan akhirnya dibuang: Ia menginginkan apa yang berbuah dan hidup, Ia menginginkan hidup dalam kepenuhannya dan Ia memberi kita hidup dalam kepenuhannya."[2]

Dengan demikian harapan dapat membuat seseorang bertahan melalui pencobaan iman, kesulitan atau tragedi kemanusiaan yang mungkin terlihat luar biasa. Harapan dipandang sebagai "sauh bagi jiwa" sebagaimana dirujuk dalam Surat Ibrani di Perjanjian Baru.[3] Ibrani 7:19 juga mendeskripsikan "pengharapan yang lebih baik" dari 'Perjanjian Baru' dalam Kristus, bukannya 'Perjanjian Lama' dari hukum Yahudi.

Lihat pula

  • Spe Salvi

Referensi

  1. ↑ (Inggris) Cessario, Romanus (2002). The Virtues, or the Examined Life. London: Continuum. hlm. 38.
  2. ↑ (Inggris) Homily, Berlin, September 22, 2011 Diarsipkan 2013-03-03 di Wayback Machine.
  3. ↑ Ibrani 6:19

Pranala luar

  • Catholic Encyclopedia "Hope" Diarsipkan 2023-07-13 di Wayback Machine.
  • Summa Theologica "Second Part of the Second Part" Diarsipkan 2013-05-18 di Wayback Machine. See Questions 17-22

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Referensi
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Thomas Aquinas

Imam, Filsuf, dan Teolog.

Sepuluh Perintah dalam teologi Katolik

dikehendaki Allah. Katekismus mengaitkan perintah ini dengan tiga kebajikan teologal. Kebajikan pertama, yaitu iman, menginstruksikan umat Katolik untuk percaya

Teologi seksualitas Katolik

dan kebajikan-kebajikan teologal yang lain, yang melaluinya budi manusia dipersatukan dengan Allah. Casti connubii (1930) oleh Paus Pius XI Salah satu alasan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026