Hans Mommsen adalah seorang sejarawan Jerman, yang dikenal karena studinya tentang sejarah sosial Jerman, interpretasi tentang Jerman Nazi, dan khususnya karena argumennya bahwa Adolf Hitler adalah seorang diktator yang lemah. Sebagai keturunan sejarawan pemenang Hadiah Nobel, Theodor Mommsen, ia adalah anggota Partai Sosial Demokrat Jerman.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Hans Mommsen | |
|---|---|
Mommsen in 2013 | |
| Lahir | (1930-11-05)5 November 1930 Marburg, Weimar Germany |
| Meninggal | 5 November 2015(2015-11-05) (umur 85) Tutzing, Germany |
| Kebangsaan | German |
| Pekerjaan | Historian |
| Dikenal atas | Studies in German social history |
| Penghargaan | |
Hans Mommsen (5 November 1930 [1] – 5 November 2015) adalah seorang sejarawan Jerman, yang dikenal karena studinya tentang sejarah sosial Jerman, interpretasi tentang Jerman Nazi, dan khususnya karena argumennya bahwa Adolf Hitler adalah seorang diktator yang lemah. Sebagai keturunan sejarawan pemenang Hadiah Nobel, Theodor Mommsen, ia adalah anggota Partai Sosial Demokrat Jerman.
Mommsen lahir di Marburg, anak dari sejarawan Wilhelm Mommsen dan cicit dari sejarawan Roma Theodor Mommsen.[2] Ia adalah saudara kembar dari sejarawan Wolfgang Mommsen. Ia belajar bahasa Jerman, sejarah dan filsafat di Universitas Heidelberg, Universitas Tübingen dan Universitas Marburg .[2] Mommsen menjabat sebagai profesor di Tübingen (1960–1961), Heidelberg (1963–1968) dan di Universitas Bochum (sejak 1968).[2] Ia menikah dengan Margaretha Reindel pada tahun 1966.[2] Ia adalah anggota Partai Sosial Demokrat Jerman dari tahun 1960 hingga kematiannya. Ia meninggal pada tanggal 5 November 2015, ulang tahunnya yang ke-85.[3]
Banyak karya awal Mommsen yang membahas sejarah kelas pekerja Jerman, baik sebagai objek studi itu sendiri maupun sebagai faktor dalam masyarakat Jerman yang lebih luas.[2] Buku Mommsen tahun 1979 berjudul, Arbeiterbewegung und nationale Frage (Gerakan Buruh dan Pertanyaan Nasional) merupakan kumpulan esai yang ditulis pada tahun 1960-an hingga 1970-an, merupakan kesimpulan dari studinya tentang sejarah kelas pekerja Jerman.[2]
Mommsen adalah pakar terkemuka mengenai Nazi Jerman dan Holocaust. Ia berpendapat bahwa pembunuhan massal orang Yahudi (Solusi Akhir / Final Solution) tidak muncul karena ada rencana pasti sejak awal dari Hitler atau Nazi, tetapi timbul secara bertahap akibat tindakan-tindakan pemerintah Jerman yang semakin ekstrem dan radikal dari waktu ke waktu.[2]
Mommsen terkenal karena argumennya bahwa Hitler adalah "diktator lemah" yang, alih-alih bertindak tegas, justru bereaksi terhadap berbagai tekanan sosial. Mommsen percaya bahwa model negara totaliter yang digunakan untuk mencirikan Nazisme bertentangan dengan bukti sejarah [4] dan ia menolak totalitarianisme sebagai konsep historiografi dan ilmu politik secara umum.[5] Bersama temannya, Martin Broszat, ia mengembangkan penafsiran strukturalis tentang Reich Ketiga, yang memandang negara Nazi sebagai kumpulan birokrasi yang kacau dan saling bersaing dalam perebutan kekuasaan tanpa akhir..[4]