Hans Otto Wilhelm Eugen Krebs atau dikenal juga sebagai Hans Krebs adalah seorang jenderal infanteri Angkatan Darat Jerman Nazi selama berlangsungnya perang dunia kedua. Sebagai seorang prajurit karier, ia bertugas di Reichswehr dan Wehrmacht. Ia menjabat sebagai Kepala Staf terakhir Oberkommando des Heeres (OKH) selama fase akhir perang dunia kedua di teater Eropa. Krebs mencoba membuka negosiasi damai bersama dengan Theodor von Dufving beserta dengan penyerahan diri ke Tentara Merah dan negosiasi itu gagal dan tidak ada hasil yang jelas. Pada akhirnya ia bunuh diri di Führerbunker pada dini hari tanggal 2 Mei 1945, dua hari setelah Adolf Hitler bunuh diri dan pendudukan penuh militer Uni Soviet di Berlin.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hans Krebs | |
|---|---|
Hans Krebs | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 4 Maret 1898 Helmstedt |
| Meninggal | 2 Mei 1945 (umur 47) Berlin |
| Kebangsaan | Jerman |
| Penghargaan sipil | Knight's Cross of the Iron Cross with Oak Leaves |
| Karier militer | |
| Pihak |
|
| Dinas/cabang | Wehrmacht Heer Wehrmacht |
| Masa dinas | 1914–1945 |
| Pangkat | General der Infanterie |
| Komando | Kepala Staff Oberkommando des Heeres(OKH)/ Komando Pusat Angkatan Darat |
| Pertempuran/perang | |
| Penghargaan | |
Hans Otto Wilhelm Eugen Krebs (4 Maret 1898 – 2 Mei 1945) atau dikenal juga sebagai Hans Krebs adalah seorang jenderal infanteri Angkatan Darat Jerman Nazi selama berlangsungnya perang dunia kedua. Sebagai seorang prajurit karier, ia bertugas di Reichswehr dan Wehrmacht . Ia menjabat sebagai Kepala Staf terakhir Oberkommando des Heeres (OKH) selama fase akhir perang dunia kedua di teater Eropa (1 April hingga 1 Mei 1945). Krebs mencoba membuka negosiasi damai bersama dengan Theodor von Dufving beserta dengan penyerahan diri ke Tentara Merah dan negosiasi itu gagal dan tidak ada hasil yang jelas. Pada akhirnya ia bunuh diri di Führerbunker pada dini hari tanggal 2 Mei 1945, dua hari setelah Adolf Hitler bunuh diri dan pendudukan penuh militer Uni Soviet di Berlin.
Hans Krebs lahir di Helmstedt, Jerman. Dia menjadi seorang prajurit Kekaisaran Jerman pada 1914. Lalu dipromosikan menjadi Letnan tahun 1915 dan menjadi Letnan satu tahun 1925. Lalu pangkatnya naik pesat sampai menjadi Jenderal Infanteri dan menjadi Kepala Staff Angkatan Darat Jerman Nazi saat Perang Dunia Kedua.
Sebagai Kepala Staff Oberkommando des Heeres/Angkatan Darat Jerman Nazi, Krebs berada di Führerbunker di bawah Kantor Kekanseliran Reich pada saat Pertempuran Berlin.
Pada 28 April 1945, Krebs menelepon Marsekal Lapangan Wilhelm Keitel yang saat itu Keitel berada di Markas Komando Tertinggi Wehrmacht di Fürstenberg. Krebs mengatakan bahwa jika bantuan tidak datang ke Berlin, semua akan jatuh. Keitel lalu berjanji mengirim bantuan. Keitel lalu menghubungi Jenderal Walther Wenck yang memimpin Tentara Angkatan Darat ke-12 Jerman dan Jenderal Theodor Busse yang memimpin Tentara Angkatan Darat ke-9 Jerman. Keitel memerintahkan Tentara ke-12 menyerang ke Berlin dari barat dan Tentara ke-9 menyerang dari selatan. Adolf Hitler telah memerintahkan kedua tentara untuk bergabung dan datang untuk membantu Berlin. Namun, perintah itu dianggap mustahil oleh para Jenderal. Selain itu pasukan di bawah Jenderal Rudolf Holste telah bersiap untuk menyerang Berlin dari utara.
Masih pada tanggal 28 April, ketika diketahui bahwa Heinrich Himmler mencoba menegosiasikan menyerah kepada Sekutu barat melalui Count Folke Bernadotte tanpa diketahui Hitler, Krebs menjadi bagian dari sebuah pengadilan militer yang diperintahkan oleh Hitler untuk mengadili Himmler secara militer via Hermann Fegelein. Namun Fegelein terlalu mabuk untuk mengikuti pengadilan militer sehingga akhirnya Fegelein ditembak mati.
Tanggal 29 April, Krebs, Joseph Goebbels, Martin Bormann dan General der Infanterie Wilhelm Burgdorf melihat dan menandatangani surat wasiat terakhir dari Hitler. Malam harinya, Krebs menghubungi Alfred Jodl yang menjabat Komandan Tertinggi Angkatan Darat melalui radio untuk menanyakan hal sebagai berikut:
Pagi hari tanggal 30 April, Jodl menjawab kepada Krebs:
Pada hari itu juga, pukul 15.30 Hitler bunuh diri. Sesuai dengan keinginan wasiat terakhir Hitler, Großadmiral (Grand Admiral/Laksamana Besar) Karl Dönitz diangkat menjadi penerus Hitler sebagai Staatsoberhaupt (Kepala Negara) dengan gelar Reichspräsident (Presiden Reich) dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. Dan juga Hitler memerintahkan kepada Menteri Penerangan Umum dan Propaganda Joseph Goebbels untuk menjadi "Kepala Pemerintahan" dengan gelar Reichskanzler (Kanselir Reich).
Pada tanggal 1 Mei, setelah Hitler bunuh diri pada 30 April, Goebbels mengirim Krebs dan Kolonel Theodor von Dufving, di bawah bendera putih, untuk memberikan surat yang ditulis untuk Jenderal Vasily Chuikov dari Tentara Merah. Dufving adalah Kepala Staff Divisi Artileri yang dipimpin oleh Jenderal Helmuth Weidling. Surat itu berisi tentang penerimaan penyerahan oleh Goebbels. Zhukov adalah Komandan Angkatan Darat ke-8 Tentara Merah Soviet yang menguasai wilayah Berlin tengah. Krebs sampai sebelum pukul 4 pagi dan membuat Zhukov terkejut. Lalu dengan berbicara bahasa Rusia, Krebs mengatakan bahwa Hitler dan Eva Braun, istrinya telah bunuh diri di Bunker bawah tanah Kantor Kekanseliran Reich. Zhukov tidak menyadari bahwa terdapat Bunker di bawah Kantor Kekanseliran Reich dan ia juga tak menyadari bahwa Hitler telah menikah. Dan dengan tenang Zhukov mengatakan bahwa ia tahu tentang itu. Soviet yang hanya menerima penyerahan tanpa syarat akhirnya tidak menyetujui Surat Goebbels dan negosiasi dari Krebs. Akhirnya pertemuan itu berakhir tanpa kesepakatan.
Sekitar pukul 8 malam tanggal 1 Mei, Goebbels bunuh diri dengan istrinya, Magda, setelah membunuh anaknya sendiri. Lalu mayatnya dibakar oleh ajudannya. Setelah itu, Krebs melakukan bunuh diri dengan menembak kepalanya bersama Wilhelm Burgdorf. Lalu tanggung jawab proses penyerahan Berlin diberikan kepada Jenderal Artileri Helmuth Weidling, Komandan Zona Pertahanan Berlin.
Selama satu dekade jabatannya adalah: