Hans Adolf Eduard Driesch adalah seorang biolog dan filsuf Jerman yang dikenal karena eksperimennya yang mengubah sejarah embriologi. Ia merupakan tokoh kunci yang menghidupkan kembali aliran Vitalisme melalui bukti-bukti empiris dari laboratorium.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Hans Driesch | |
|---|---|
![]() Hans Driesch sekitar tahun 1915. | |
| Lahir | 28 Oktober 1867 Bad Kreuznach, Kerajaan Prusia |
| Meninggal | 16 April 1941(1941-04-16) (umur 73) Leipzig, Jerman Nazi |
| Pendidikan | Universitas Freiburg, Universitas Jena |
| Pekerjaan | Biolog, filsuf |
| Zaman | Abad ke-20 |
Hans Adolf Eduard Driesch (28 Oktober 1867 – 16 April 1941) adalah seorang biolog dan filsuf Jerman yang dikenal karena eksperimennya yang mengubah sejarah embriologi. Ia merupakan tokoh kunci yang menghidupkan kembali aliran Vitalisme melalui bukti-bukti empiris dari laboratorium.[1]
Pada tahun 1891, Driesch melakukan eksperimen terkenal pada embrio bulu babi. Ia memisahkan dua sel pertama dari embrio yang baru membelah. Menurut pandangan mekanistik saat itu (seperti teori Wilhelm Roux), sel-sel tersebut seharusnya tumbuh menjadi setengah bagian tubuh saja.
Namun, Driesch menemukan bahwa setiap sel yang dipisahkan tersebut ternyata mampu tumbuh menjadi larva bulu babi yang lengkap, meskipun ukurannya lebih kecil. Hal ini membuktikan bahwa sel memiliki kemampuan untuk mengatur diri sendiri (ekuitensi potensial).[2]
Berdasarkan hasil eksperimennya, Driesch menyimpulkan bahwa kehidupan tidak bisa dijelaskan hanya sebagai mesin fisik-kimia yang rumit. Ia mencetuskan kembali istilah Entteleki (dari bahasa Yunani: entelecheia), yaitu kekuatan pengatur internal yang mengarahkan perkembangan organisme hidup menuju tujuan akhirnya.[3] Pemikirannya ini sangat memengaruhi filsuf seperti Henri Bergson dalam mengembangkan konsep Élan vital.