Hanati Nazara merupakan seorang birokrat dan politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Bupati Nias dari tahun 1981 hingga 1986 dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari tahun 1997 hingga 1999.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hanati Nazara | |
|---|---|
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat | |
| Masa jabatan 1 Oktober 1997 – 1 Oktober 1999 | |
| Presiden | Soeharto B.J. Habibie |
| Grup parlemen | Golkar |
| Daerah pemilihan | Sumatera Utara |
| Bupati Nias | |
| Masa jabatan 1981–1986 | |
| Gubernur | E.W.P. Tambunan Kaharuddin Nasution |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1935 (1935) |
| Meninggal | 1 Oktober 2025(2025-10-01) (umur 89–90) Jakarta |
| Suami/istri | Upik |
| Anak | Suahasil Nazara |
Hanati Nazara (1935 – 1 Oktober 2025) merupakan seorang birokrat dan politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Bupati Nias dari tahun 1981 hingga 1986 dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari tahun 1997 hingga 1999.
Hanati berkarier di Departemen Dalam Negeri selama beberapa waktu. Bupati Nias, Dalimend, kemudian menunjuknya sebagai sekretaris wilayah daerah Nias pada bulan Maret 1976.[1] Ia bersama dengan Dalimend menyusun Panca Program Nias yang dijadikan pedoman pembangunan Nias selama masa pemerintahan Dalimend.[2] Di samping menjabat sebagai sekda, Hanati juga mengemban amanat sebagai Rektor IKIP Gunungsitoli sejak tahun 1977 hingga tahun 1984.[3]
Setelah Dalimend mengakhiri masa jabatannya pada tahun 1981,[1] Hanati menggantikannya sebagai Bupati Nias dan menjabat hingga tahun 1986. Di masa kepemimpinannya, Hanati melanjutkan pembangunan pelabuhan yang telah dicanangkan pada masa kepemimpinan Dalimend. Hanati juga melakukan perbaikan terhadap sejumlah pelabuhan di sekitar Pulau Nias.[4]
Hanati dicalonkan oleh Partai Golkar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilihan umum legislatif Indonesia 1997. Hanati terpilih dalam pemilihan legislatif tersebut dan menjabat sebagai anggota DPR hingga tahun 1999.[5]
Pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2004, Hanati maju sebagai calon anggota DPR-RI dari Partai Demokrat untuk daerah pemilihan Sumatera Utara II, tetapi tidak terpilih.[6]
Usai terjadinya gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 yang melanda Kabupaten Nias, Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Nias membentuk sebuah badan yang terdiri dari tokoh masyarakat dan agama dan diketuai oleh Hanati. Hanati kemudian mengeluhkan bahwa meskipun badan tersebut telah berdiri, tokoh masyarakat tetap tidak dilibatkan dalam rekonstruksi pasca bencana.[7]
Hanati merupakan ayah dari Wakil Menteri Keuangan Indonesia Suahasil Nazara.[8]
Hanati meninggal dunia di Jakarta pada 1 Oktober 2025 dalam usia 90 tahun.[9]