Haibane Renmei adalah sebuah serial anime televisi Jepang tahun 2002 yang didasarkan pada seri manga dōjinshi yang belum selesai karya Yoshitoshi Abe, The Haibanes of Old Home. Serial yang terdiri dari 13 episode ini disutradarai oleh Tomokazu Tokoro, dianimasikan oleh studio Radix, dan diproduksi oleh Yasuyuki Ueda. Serial ini pertama kali tayang di Fuji TV antara bulan Oktober hingga Desember 2002, dan kemudian disiarkan di Animax Asia dalam bahasa Inggris dan Prancis dengan judul Ailes Grises.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Haibane Renmei | |
| 灰羽連盟code: ja is deprecated | |
|---|---|
| Genre | Fantasi[1] Coming-of-age[2] |
| Pencipta | Yoshitoshi Abe |
| Dōjinshi | |
|
Oleh Yoshitoshi Abe:
| |
| Anime | |
| Sutradara | Tomokazu Tokoro |
| Produser |
|
| Skenario | Yoshitoshi Abe |
| Musik | Kow Otani |
| Studio | Radix Ace Entertainment |
| Pelisensi | |
| Tayang | 10 Oktober 2002 (2002-10-10) – 19 Desember 2002 (2002-12-19) |
Haibane Renmei adalah sebuah serial anime televisi Jepang tahun 2002 yang didasarkan pada seri manga dōjinshi yang belum selesai karya Yoshitoshi Abe, The Haibanes of Old Home (オールドホームの灰羽達, Ōrudo-hōmu no Haibane-tachi). Serial yang terdiri dari 13 episode ini disutradarai oleh Tomokazu Tokoro, dianimasikan oleh studio Radix, dan diproduksi oleh Yasuyuki Ueda. Serial ini pertama kali tayang di Fuji TV antara bulan Oktober hingga Desember 2002, dan kemudian disiarkan di Animax Asia dalam bahasa Inggris dan Prancis dengan judul Ailes Grises (Sayap Abu-abu).
Serial ini mengikuti kisah Rakka, seorang haibane yang baru "menetas" (makhluk yang menyerupai malaikat), serta karakter-karakter lainnya di kota Glie, sebuah kota bertembok dengan satu gerbang yang hanya boleh dilewati oleh kelompok misterius bernama Toga untuk masuk atau keluar.
Dianggap sebagai karya klasik oleh banyak orang, Haibane Renmei digambarkan sebagai serial yang berlaju lambat, penuh atmosfer, dan filosofis, yang mengeksplorasi tema-tema spiritual seperti alam setelah kematian, rasa bersalah, dosa, dan penebusan. Serial ini telah menerima pujian kritis secara luas, dengan para kritikus secara khusus memuji nuansa misteriusnya, musik latar, dan visualnya.
Seorang gadis bermimpi tengah melayang lembut di langit dan ditemani oleh seekor gagak sebelum terbangun di dalam sebuah kepompong raksasa. Setelah berhasil keluar, ia dirawat oleh sekelompok perempuan muda bersayap dan berhias lingkaran cahaya di kepala yang memperkenalkan diri sebagai haibane. Seperti dirinya, tak satu pun dari mereka mengingat apa pun sebelum "lahir" dari kepompong, dan semuanya diberi nama berdasarkan penglihatan yang mereka alami dalam mimpi. Mereka menamainya Rakka ('jatuh'), karena satu-satunya hal yang ia ingat adalah sensasi jatuh, dan dengan khidmat mereka menempelkan sebuah lingkaran cahaya yang baru ditempa di kepalanya. Pada malam harinya, Rakka mengalami proses menyakitkan saat sayap tumbuh dari punggungnya, sementara Reki, seorang haibane senior, merawatnya.[3][4]
Rakka mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya di sebuah asrama pedesaan terbengkalai bernama Old Home, sebuah "sarang" bagi para haibane, dan dengan cepat menjalin kedekatan dengan para penghuni lainnya, terutama Reki dan Kuu.
Toga adalah satu-satunya pihak yang bisa masuk dan keluar kota Glie sesuka hati. Mereka tidak pernah berbicara, hanya berkomunikasi lewat bahasa isyarat kepada The Communicator. Baik manusia maupun haibane diimbau untuk menjaga jarak dari Toga, yang wajahnya pun tidak pernah ditampilkan.
Berbeda dengan para senior mereka, nama-nama Young Feathers diberikan berdasarkan cita-cita.