Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hai orang-orang yang beriman

Hai orang-orang yang beriman atau yā ayyuhal-ladzīna āmanū adalah salah satu seruan Allah di dalam Al-Qur'an. Seruan ini dikhususkan bagi umat Nabi Muhammad sebagai panggilan kemuliaan dari Allah. Ayat-ayat yang menyeru dengan kalimat hai orang-orang yang beriman dimaknai sebagai ajakan kepada orang-orang yang beriman untuk memperoleh kegembiraan-kegembiraan dari Allah. Seruan ini juga dijadikan sebagai salah satu teori dalam penentuan jenis surah dalam Al-Qur'an.

Wikipedia article
Diperbarui 29 Juli 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hai orang-orang yang beriman atau yā ayyuhal-ladzīna āmanū adalah salah satu seruan Allah di dalam Al-Qur'an. Seruan ini dikhususkan bagi umat Nabi Muhammad sebagai panggilan kemuliaan dari Allah. Ayat-ayat yang menyeru dengan kalimat hai orang-orang yang beriman dimaknai sebagai ajakan kepada orang-orang yang beriman untuk memperoleh kegembiraan-kegembiraan dari Allah. Seruan ini juga dijadikan sebagai salah satu teori dalam penentuan jenis surah dalam Al-Qur'an.

Penyebutan

Seruan hai orang-orang yang beriman disebutkan sebanyak 89 kali dalam Al-Qur'an.[1] Lafaz dari kalimat hai orang-orang yang beriman di dalam Al-Qur'an yaitu yā ayyuhal-ladzīna āmanū.[2]

Pemaknaan

Seruan hai orang-orang yang beriman merupakan panggilaan kemuliaan yang Allah berikan khusus kepada umat Nabi Muhammad berkaitan dengan urusan-urusannya.[3] Seruan ini dimaknai sebagai pemberian kegembiraan dari Allah bagi orang-orang yang beriman. Kegembiraan ini meliputi kecintaan, pertolongan, kejayaan, kemuliaan, rahmat, karunia, dan syafaat pada hari kiamat dari Allah.[4]

Teori penentuan jenis surah

Teori orientasi subjek panggilan ayat

Teori orientasi subjek panggilan ayat menentukan jenis surah berdasarkan subjek yang dipanggil dalam sebuah ayat. Suatu surah disebut surah makkiyah bila subjeknya adalah penduduk Makkah, dan disebut surah madaniyah bila subjeknya adalah penduduk Madinah. Seruan hai orang-orang yang beriman atau yā ayyuhal-ladzīna āmanū dijadikan penanda untuk surah madaniyah. Penetapan ini karena penduduk Madinah sebagian besar adalah mukmin. Teori ini dikemukakan dalam Fadhailul Qur'an melalui periwayatan Abu 'Ubaid dari Maimun bin Mihran. Jalur periwayatan lainnya berasal dari Abu Amru al-Bashri dan Utsman bin Sa'id ad-Darimi.[5]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Buhairi 2012, hlm. 2.
  2. ↑ Hamidah (2014). "Pengajaran Moral dalam Surah Al-Baqarah Ayat 153" (PDF). Fitrah. 8 (2): 271.
  3. ↑ Buhairi 2012, hlm. 3.
  4. ↑ Buhairi 2012, hlm. 3-4.
  5. ↑ Ajahari (2018). Ulumul Qur'an (Ilmu-Ilmu Al-Qur'an) (PDF). Sleman: Aswaja Pressindo. hlm. 86–87. ISBN 978-602-6733-53-5. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-05-07. Diakses tanggal 2022-08-01.

Daftar pustaka

  • Buhairi, Muhammad Abdul Athi (2012). Tafsir Ayat-Ayat Yã Ayyuhal-ladzīna Ãmanū. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. ISBN 978-979-592-593-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-12. Diakses tanggal 2022-08-01. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penyebutan
  2. Pemaknaan
  3. Teori penentuan jenis surah
  4. Teori orientasi subjek panggilan ayat
  5. Referensi
  6. Catatan kaki
  7. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Mukjizat Yesus Kristus

kamu sungguh-sungguh beriman. (Al-Imran 3:49) name="Al-Qur'an Surah Al-Imran "(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Hai Isa putera Maryam,

Pemeluk Islam pertama

artikel daftar Wikimedia

Sholawat munjiyat

dalam Alquran yang ditetapkan oleh Allah “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabiﷺ . Hai, orang-orang yang beriman, bershalawatlah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026