Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hafir

Hafir, atau haffir, merupakan sebuah wadah penampungan air buatan yang dibangun oleh masyarakat Sudan, Afrika sejak masa lalu. Hafir dibangun dengan konstruksi dinding tanah berbentuk melingkar. Diameter dari hafir berkisar antara 70 hingga 250 meter, dengan ketinggian yang dapat mencapai 7 meter. Hafir dirancang khusus untuk menampung air selama musim hujan dan menyimpannya untuk digunakan dalam beberapa bulan ke depan selama musim kemarau. Pada musim kemarau, air yang terkumpul di hafir digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum, irigasi sawah, dan juga untuk memberi minum ternak. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya hafir dalam mendukung kelangsungan hidup masyarakat di daerah semi gurun.

Wikipedia article
Diperbarui 23 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hafir
The "Great Hafir" atau Hafir paling besar yang berlokasi di Musawwarat es-Sufra

Hafir, atau haffir, merupakan sebuah wadah penampungan air buatan yang dibangun oleh masyarakat Sudan, Afrika sejak masa lalu. Hafir dibangun dengan konstruksi dinding tanah berbentuk melingkar. Diameter dari hafir berkisar antara 70 hingga 250 meter, dengan ketinggian yang dapat mencapai 7 meter.[1] Hafir dirancang khusus untuk menampung air selama musim hujan dan menyimpannya untuk digunakan dalam beberapa bulan ke depan selama musim kemarau. Pada musim kemarau, air yang terkumpul di hafir digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum, irigasi sawah, dan juga untuk memberi minum ternak. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya hafir dalam mendukung kelangsungan hidup masyarakat di daerah semi gurun.[2][3]

Sejarah

Hafir menjadi salah satu ciri khas peradaban Meroitik di wilayah Butana, Sudan. Banyak hafir dibangun di sekitar kuil-kuil, salah satunya adalah Great Hafir yang terletak dekat dengan Kuil Singa di Musawwarat es-Sufra. Hingga saat ini, sekitar 800 hafir, baik yang kuno maupun yang modern telah tercatat masuk ke dalam wilayah Butana.[3] Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa pembangunan hafir di dekat kuil merupakan bagian dari kebijakan Meroitik untuk mengontrol pergerakan masyarakat dan untuk mengumpulkan pajak dari mereka. Dalam hal ini, hafir tidak hanya berfungsi sebagai sarana penampungan air, tetapi juga sebagai alat pengatur sosial dan ekonomi di masa itu.[4]

Keadaan saat ini

Hafir merupakan warisan budaya yang penting di masa lalu yang hingga pada masa saat sekarang ini masih digunakan di Sudan Tengah dan Sudan Selatan. Hafir modern saat ini memiliki kapasitas penampungan antara 10.000 meter kubik hingga 60.000 meter kubik air. Umumnya, pengelolaan hafir dilakukan oleh masyarakat desa setempat, yang memanfaatkannya untuk irigasi pertanian. Namun, hanya hafir yang digali oleh pemerintah yang dapat diakses oleh kawanan ternak pengembara. Sistem ini menunjukkan kelangsungan tradisi penggunaan hafir sebagai sumber air vital di daerah yang sangat bergantung pada ketersediaan air selama musim kemarau. Sebagai alat yang sudah ada selama berabad-abad, hafir tetap menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat di kawasan Sudan ini, mendukung keberlanjutan pertanian dan peternakan dalam kondisi iklim yang keras.[5]

Rujukan

  1. ↑ M.Hinkel; The Water Reservoirs in Ancient Sudan; in: Bonnet (ed.) 1994; Études nubiennes vol. II, Genève pp. 171-175.
  2. ↑ Hafirs in Sudan Diarsipkan 2017-11-02 di Wayback Machine..
  3. 1 2 Fritz Hintze, Kush XI; pp.222-224.
  4. ↑ Intisar Soghayroun, Elzein Soghayroun (2010); Trade and Wadis System(s) in Muslim Sudan; p.44; ISBN 978-9970-25-005-9.
  5. ↑ Common Rainwater Harvesting Techniques in Sudan[pranala nonaktif permanen].

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Keadaan saat ini
  3. Rujukan

Artikel Terkait

Auja al-Hafir

Auja al-Hafir (bahasa Arab: عوجة الحفيرcode: ar is deprecated , juga Auja), adalah sebuah persimpangan jalan raya kuno yang dekat dengan sumur-sumur air

Serangan Suriah timur laut 2026

dekat Dayr Hafir. Pada tanggal 14 Januari, Otoritas Operasi Tentara Suriah mengumumkan pembukaan koridor kemanusiaan yang melintasi Dayr Hafir menuju Hamima

Rekayasa

ilmu terapan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026