HNLMS De Zeven Provinciën (F802) adalah kapal pertama dari kelas fregat pertahanan udara dan komando kelas De Zeven Provinciën yang beroperasi di Angkatan Laut Kerajaan Belanda (KM). Tiga kapal lain dalam kelas ini adalah HNLMS Tromp, HNLMS De Ruyter, dan HNLMS Evertsen. De Zeven Provinciën merupakan kapal kedelapan dalam sejarah Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang menggunakan nama tersebut, yang merujuk pada tujuh provinsi asli Belanda yang membentuk Uni Utrecht.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sejarah | |
|---|---|
| Nama | Zr.Ms. De Zeven Provinciën |
| Asal nama | Republik Tujuh Provinsi Bersatu |
| Pembangun | Damen Schelde Naval Shipbuilding |
| Pasang lunas | 1 September 1998 |
| Diluncurkan | 8 April 2000 |
| Mulai berlayar | 26 April 2002 |
| Identifikasi | F802 |
| Status | Aktif |
| Lencana |
|
| Ciri-ciri umum | |
| Kelas dan jenis | Fregat kelas De Zeven Provinciën |
| Berat benaman | 6.050 ton panjang (6.147 t) (muat penuh) |
| Panjang | 144,24 m (473 ft 3 in) |
| Lebar | 18,8 m (61 ft 8 in) |
| Sarat air | 5,18 m (17 ft 0 in) |
| Pendorong |
|
| Kecepatan | 30 knot (56 km/h) |
| Awak kapal | 174 (202 jika termasuk staf komando) |
| Sensor dan sistem pemroses |
|
| Peralatan perang elektronik dan tipuan | Rangkaian ECM Thales Sabre |
| Senjata |
Senjata:
Peluru kendali:
|
| Pesawat yang diangkut | 1 × helikopter NH-90 |
| Fasilitas penerbangan | Hanggar dan dek penerbangan untuk 1 helikopter ukuran sedang |
HNLMS De Zeven Provinciën (F802) adalah kapal pertama dari kelas fregat pertahanan udara dan komando kelas De Zeven Provinciën yang beroperasi di Angkatan Laut Kerajaan Belanda (KM). Tiga kapal lain dalam kelas ini adalah HNLMS Tromp, HNLMS De Ruyter, dan HNLMS Evertsen. De Zeven Provinciën merupakan kapal kedelapan dalam sejarah Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang menggunakan nama tersebut, yang merujuk pada tujuh provinsi asli Belanda yang membentuk Uni Utrecht.
Kapal ini dibangun oleh Damen Schelde Naval Shipbuilding (sebelumnya Koninklijke Schelde Groep) di Vlissingen. Desainnya menggunakan teknologi siluman serta radar canggih rancangan Belanda seperti SMART-L dan APAR.
Per Desember 2009, De Zeven Provinciën dipimpin oleh Komandan Hugo L.J. Ammerlaan.[1]

Pada 21 Maret 2006, kapal kontainer MV Hyundai Fortune mengalami ledakan besar dan kebakaran hebat di bagian belakang tumpukan kontainer di dek. Setelah upaya pemadaman gagal, awak kapal meninggalkan kapal dan diselamatkan oleh De Zeven Provinciën.[2]
Pada 4 April 2006, De Zeven Provinciën bersama kapal perusak USS Roosevelt merespons laporan dari MV Dong Won yang diserang roket di lepas pantai Somalia. Namun, kapal sudah dibajak dan dibawa ke perairan Somalia setelah para bajak laut mengancam awaknya. Kedua kapal perang tersebut kemudian memantau situasi dari jarak aman.[3]

Pada 29 Maret 2009, saat menjadi bagian dari Operasi Atalanta, kapal tanker Jerman Spessart diserang oleh tujuh bajak laut. Tim keamanan kapal membalas tembakan dan menggagalkan serangan tersebut. De Zeven Provinciën bersama fregat Jerman Rheinland-Pfalz, fregat Yunani Psara, fregat Spanyol Victoria, dan USS Boxer kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap para bajak laut setelah beberapa jam.[4][5]
Kapal ini juga bertugas menjaga keamanan selama KTT Nuklir 2014,[6] serta mengikuti latihan dan pengujian sistem senjata di tahun yang sama.[7]
Pada Exercise Formidable Shield 2021, De Zeven Provinciën menembakkan dua rudal RIM-162 ESSM[8] dan membantu USS Paul Ignatius mencegat rudal balistik menggunakan radar SMART-L.[9]
Antara Maret hingga Juli 2022, kapal ini menjadi bagian dari Standing NATO Maritime Group 1 dan singgah di pelabuhan Tallinn serta Devonport.[10][11]
Pada 9 Oktober 2022, De Zeven Provinciën bersama HNLMS Van Amstel berlatih dengan kapal induk USS Gerald R. Ford.[12]

De Zeven Provinciën dilengkapi sistem rudal Evolved Sea Sparrow Missile (ESSM) dan SM-2 Block IIIA, dengan radar utama APAR sebagai pemandu.
Pada November 2003, sekitar 200 mil laut dari Azores, kapal ini melakukan uji tembak langsung pertama, meluncurkan satu rudal ESSM dan satu SM-2. Uji ini menjadi yang pertama di dunia yang menggunakan sistem radar Active Electronically Scanned Array (APAR) dengan teknik Interrupted Continuous Wave Illumination (ICWI) di lingkungan operasional.[13]
Uji berikutnya dilakukan pada Maret 2005 di Samudra Atlantik, sekitar 180 mil laut sebelah barat Azores. Tiga uji tembak dilakukan, termasuk peluncuran rudal SM-2 jarak jauh, rudal ESSM, dan tembakan ganda terhadap dua drone target. Salah satu rudal SM-2 berhasil mengenai target pada jarak lebih dari 100 km, dengan jarak meleset hanya 2,4 meter.[14]
Pada 24 Oktober 2015, De Zeven Provinciën melaksanakan demonstrasi pertahanan udara dan rudal terpadu di laut dalam At Sea Demonstration (ASD).[15]
Pada Mei 2021, dalam latihan Formidable Shield 2021, kapal ini mendeteksi dan melacak rudal balistik menggunakan radar SMART-L serta mengirimkan data ke USS Paul Ignatius, yang kemudian menembak jatuh rudal tersebut menggunakan SM-3.[16][17] Kapal ini juga melakukan pertukaran dan integrasi data taktis (Plot Level Data Exchange and Fusion/PLDEF) dengan fregat Prancis Forbin.[18]