Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gua di karst Maros-Pangkep

Gua-gua di karst Maros-Pangkep atau Gua Leang-Leang terletak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia, sekitar satu jam di utara kota Makassar. Geopark Leang-Leang terletak di wilayah karst batu kapur yang dipenuhi gua-gua yang berisi lukisan dari zaman Paleolitikum yang dianggap sebagai seni figuratif tertua di dunia, yang diperkirakan berasal dari setidaknya 51.200 tahun yang lalu.

Wikipedia article
Diperbarui 7 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gua di karst Maros-Pangkep
Bentang alam karst di dekat Gua Leang-Leang.

Gua-gua di karst Maros-Pangkep atau Gua Leang-Leang (dari kata bahasa Makassar yang berarti "banyak gua") terletak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia, sekitar satu jam di utara kota Makassar. Geopark Leang-Leang terletak di wilayah karst batu kapur yang dipenuhi gua-gua yang berisi lukisan dari zaman Paleolitikum yang dianggap sebagai seni figuratif tertua di dunia, yang diperkirakan berasal dari setidaknya 51.200 tahun yang lalu.[1][2][3]

Penggalian arkeologi telah mengungkapkan bukti keberadaan manusia di beberapa gua ini yang berasal dari sekitar 50.000 tahun yang lalu (sekitar 50.000 SM), mendahului migrasi Austronesia pertama dari Taiwan ke Filipina dan kepulauan Indonesia yang lebih luas, yang dimulai sekitar 2000 SM. Di antara temuan tersebut adalah lukisan prasejarah, termasuk lukisan gua oker merah (stensil tangan negatif). Di kompleks gua Maros, beberapa karya seni ini telah diperkirakan berasal dari sekitar 51.200 tahun yang lalu. Teknik serupa dapat dilihat di situs prasejarah di Eropa, seperti gua Pech Merle di wilayah Lot Prancis, yang diperkirakan berusia sekitar 25.000 tahun.[4]

Gua

Leang Karampuang: Memiliki lukisan batu tertua yang diketahui, bertanggal 51.200 tahun yang lalu.[3]

Leang Tedongnge: Memiliki lukisan babi yang berasal dari setidaknya 45.500 tahun yang lalu.

Sejarah

Gua-gua ini telah dikenal dan digunakan oleh penduduk setempat sejak lama. Para arkeolog Belanda mulai menggali di gua-gua terdekat selama tahun 1950-an, tetapi gua Pettakare pertama kali diperiksa oleh arkeolog Inggris Ian Glover pada tahun 1973.[5]

Pemeriksaan ilmiah yang dilakukan pada tahun 2011 memperkirakan bahwa stensil tangan dan lukisan hewan di dinding berusia antara 35.000 dan 40.000 tahun.[5][6] Usia lukisan diperkirakan melalui analisis jejak radioaktif kecil isotop uranium yang ada di kerak yang telah terakumulasi di atas lukisan. Pada Oktober 2014, pemerintah Indonesia berjanji untuk "meningkatkan" perlindungan lukisan gua kuno, dan mengumumkan rencana untuk menempatkan semua gua tersebut di Sulawesi dalam daftar "warisan budaya" resmi nasional, serta mengajukan permohonan untuk dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.[7]

Referensi

  1. ↑ Aubert, M., Brumm, A., Ramli, M. et al. Pleistocene cave art from Sulawesi, Indonesia. Nature 514, 223–227 (2014) doi:10.1038/nature13422
  2. ↑ 1993 Indonesia, Malaysia & Singapore Handbook. Prentice Hall. 1993. ISBN 9780138251833. Diakses tanggal 22 November 2014.
  3. 1 2 Oktaviana, Adhi Agus; Joannes-Boyau, Renaud; Hakim, Budianto; Burhan, Basran; Sardi, Ratno; Adhityatama, Shinatria; Hamrullah; Sumantri, Iwan; Tang, M.; Lebe, Rustan; Ilyas, Imran; Abbas, Abdullah; Jusdi, Andi; Mahardian, Dewangga Eka; Noerwidi, Sofwan. "Narasi seni gua di Indonesia pada 51.200 tahun yang lalu". Nature. 631 (8022): 814–818. doi:10.1038/s41586-024-07541-7. ISSN 1476-4687. PMC 11269172. PMID 38961284. ;
  4. ↑ 1993 Indonesia, Malaysia & Singapore Handbook. Prentice Hall. 1993. ISBN 9780138251833. Diakses tanggal 22 November 2014.
  5. 1 2 Domínguez, Gabriel (9 Oktober 2014). "Lukisan gua Indonesia 'merevolusi gagasan kita tentang seni manusia'". Deutsche Welle. Diakses tanggal 22 November 2014.
  6. ↑ Devlin, Hannah (11 Desember 2019). "Seni gua tertua yang diketahui oleh manusia modern ditemukan di Indonesia". The Guardian. Diakses tanggal 20 Desember 2019.
  7. ↑ "Indonesia berjanji untuk melindungi lukisan gua kuno". Rappler. Agence France-Presse. 9 Oktober 2014. Diakses tanggal 22 November 2014.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Gua
  2. Sejarah
  3. Referensi

Artikel Terkait

Kawasan Karst Maros-Pangkep

Kawasan Karst Maros-Pangkep (disingkat KKMP) adalah sebuah kawasan karst yang terletak secara administratif di dua kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan

Taman Bumi Global UNESCO Maros-Pangkep

taman bumi di Indonesia

Kabupaten Maros

kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026