Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gosong kelam

Gosong kelam, juga dikenal sebagai ayam hutan hitam, adalah spesies burung berwarna kehitaman dengan ukuran sedang, memiliki panjang sekitar 41 cm, dengan jambul runcing pendek, kulit wajah merah telanjang, kaki gelap, iris coklat, dan paruh berwarna coklat tua dan kuning. Baik yang jantan maupun betina memiliki fisik yang serupa. Spesies terestrial ini hidup di hutan dan rawa, termasuk hutan bakau, di Kepulauan Maluku dan Raja Ampat di Indonesia. Seperti megapoda lainnya, ia bertelur di gundukan tanah yang dicampur dedaunan, pasir, kerikil, dan batang kayu, yang ukurannya bisa mencapai 11 m (36 ft), dengan diameter dan berdiri hampir 5 m (16 ft) tinggi.

spesies burung
Diperbarui 29 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gosong kelam
Gosong kelam
Megapodius freycinet Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN22678602 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
KelasAves
OrdoGalliformes
FamiliMegapodiidae
GenusMegapodius
SpesiesMegapodius freycinet Suntingan nilai di Wikidata
Gaimard, 1823
Distribusi
EndemikKepulauan Maluku dan Kepulauan Raja Ampat Suntingan nilai di Wikidata
Artikel takson sembarang

Gosong kelam (Megapodius freycinet), juga dikenal sebagai ayam hutan hitam, adalah spesies burung berwarna kehitaman dengan ukuran sedang, memiliki panjang sekitar 41 cm (16 inci), dengan jambul runcing pendek, kulit wajah merah telanjang, kaki gelap, iris coklat, dan paruh berwarna coklat tua dan kuning. Baik yang jantan maupun betina memiliki fisik yang serupa. Spesies terestrial ini hidup di hutan dan rawa, termasuk hutan bakau, di Kepulauan Maluku dan Raja Ampat di Indonesia. Seperti megapoda lainnya, ia bertelur di gundukan tanah yang dicampur dedaunan, pasir, kerikil, dan batang kayu, yang ukurannya bisa mencapai 11 m (36 ft), dengan diameter dan berdiri hampir 5 m (16 ft) tinggi.[1]

Banyak pihak yang berwenang memasukkan gosong biak sebagai subspesies dari spesies ini, tetapi keduanya belakangan diperlakukan sebagai spesies yang terpisah. Pada saat yang sama, banyak pihak berwenang menganggap takson M. forstenii sebagai spesies terpisah, megapoda Forsten, tetapi pengukuran dan bukti molekuler menunjukkan bahwa keduanya sangat dekat,[2] dan bisa dibilang lebih baik dianggap sejenis.[butuh rujukan] Secara tradisional, sebagian besar anggota genus Megapodius telah terdaftar sebagai subspesies M. freycinet, tetapi saat ini, semua otoritas besar menganggap hal ini tidak benar.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ Campbell & Lack 1985
  2. ↑ Birks, S. M., & Edwards, S. V. (2002).
Pengidentifikasi takson
Megapodius freycinet
  • Wikidata: Q1259671
  • Wikispecies: Megapodius freycinet
  • ADW: Megapodius_freycinet
  • Avibase: D3A0B18E39BAD9BA
  • BirdLife: 22678602
  • BOW: dusscr2
  • CoL: 6R7VM
  • eBird: dusscr2
  • EPPO: MGPOFR
  • GBIF: 2482147
  • iNaturalist: 204539
  • IRMNG: 10854246
  • ITIS: 175697
  • IUCN: 22678602
  • NCBI: 8979
  • Observation.org: 70244
  • Open Tree of Life: 837568
  • Paleobiology Database: 401156
  • Xeno-canto: Megapodius-freycinet
  • ZooBank: 76FDD203-3372-4991-B33E-E331FBC02D26
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Burung

binatang dari tetrapoda

Burung cinta

genus burung

Burung madu sriganti

spesies burung

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026